Close
Close Language Selection
Health Articles

Jangan Abaikan Sinusitis

Kamis, 30 Apr 2020
Jangan Abaikan Sinusitis

Pernahkah Anda merasakan pilek disertai pusing yang kerap terjadi berkali-kali? Mungkin Anda mengalami sinusitis. Penyakit ini mirip dengan flu yang bila tidak diobati secara tepat dapat menyebabkan komplikasi dan berbahaya untuk kesehatan Anda. 

Definisi sinus dan sinusitis
Sinus adalah rongga yang terbentuk di tulang tengkorak Anda yang berfungsi sebagai bagian resonasi suara. Dalam kondisi normal, sinus berisikan udara. Sinus yang letaknya berhubungan dengan hidung disebut sinus paranasal.

Sinusitis adalah inflamasi/pembengkakan pada selaput lendir sinus dan sekitarnya. Biasanya area sinus ini hanya berisikan udara, namun karena ada pembengkakan, udara menjadi terhambat. Kemudian selaput lendir memproduksi lendir berlebihan, lendir inilah yang akan menumpuk di rongga sinus. Penumpukan lendir ini menjadi media kuman, yang akhirnya dapat menjadi infeksi, yang dikenal dengan sinusitis. 

Sinusitis ditandai dengan beberapa gejala, dengan gejala utama, antara lain:

  • Sumbatan pada hidung
  • Lendir di tenggorokan yang berasal dari hidung atau disebut post nasal drip
  • Berkurangnya penciuman
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Demam

Sinusitis dapat terjadi di mana saja sinus berada. Ada beberapa letak sinus yang ada di area wajah, yaitu: 

  1. Sinus maksilaris (terbesar) yang terletak di bawah tulang pipi kanan kiri
  2. Sinus ethmoidalis, yang terletak di daerah batang hidung kanan kiri dekat mata
  3. Sinus frontalis, yang terletak di daerah atas alis kanan kiri
  4. Sinus sphenoidalis, yang terletak di belakang sinus ethmoidalis

Sumber gambar: https://medlineplus.gov/ency/article/000647.htm 

Sinusitis yang sering dijumpai adalah sinusitis yang disebabkan oleh penyakit hidung (rhinosinusitis). Selain itu ada juga sinusitis yang disebabkan oleh kondisi gigi, yaitu kondisi rahang atas yang akar giginya menembus dasar sinus maksilaris. Biasanya gigi premolar (geraham depan) atau gigi taring atas, disebut dengan sinusitis dentogen

Berdasarkan waktu timbulnya, sinusitis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sinusitis akut yang terjadi bila mengalami gejala kurang dari 12 minggu dan sinusitis kronis bila gejala yang dirasakan sudah melebihi 12 minggu dengan atau tanpa polip, yaitu benjolan/tonjolan kecil yang muncul di rongga hidung. Keduanya dapat dialami oleh siapa saja, anak-anak maupun dewasa.

Faktor risiko sinusitis
Anda yang memiliki alergi pada hidung memiliki risiko lebih tinggi mengalami sinusitis. Alergi pada hidung ditandai dengan gejala bersin, hidung tersumbat, gatal hidung, dan pilek. Walau  demikian, penyakit ini dapat menjadi berbahaya baik bagi yang memiliki risiko atau tidak apabila penanganannya tidak tepat atau dibiarkan berlarut-larut. Penyakit berbahaya yang dapat terjadi misalnya, penyakit meningitis, abses otak, infeksi tulang, dan sebagainya. Oleh karena itu, segera periksakan ke dokter spesialis THT, bedah kepala, dan leher bila Anda mengalami salah satu atau dua gejala utama. Apalagi bila disertai oleh gejala lain dan sudah berlangsung selama lebih dari 10 hari, dengan gejala yang bertambah berat.

Penanganan sinusitis 
Penanganan sinusitis dapat dilakukan dengan berkunjung ke dokter dan juga dengan penanganan mandiri di rumah dalam waktu bersamaan. Penanganan mandiri di rumah dilakukan dengan mengonsumsi obat penahan rasa sakit, obat pilek, dan beristirahat. Bila keluhan terus berlanjut setelah tiga hari penanganan mandiri, sebaiknya segera temui dokter spesialis THT, bedah kepala, dan leher Anda. 

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bila diperlukan akan dilakukan beberapa pemeriksaan terkait sinusitis yang Anda alami. Pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis yang biasa dilakukan, antara lain:

  • Pemeriksaan penunjang seperti nasoendoskopi (endoskopi hidung, rontgen sinus paranasal) atau 
  • CT-scan sinus paranasal dengan atau tanpa kontras

Bila Anda terdiagnosis mengalami sinusitis, dokter akan memberikan obat-obatan seperti antibiotik, obat pilek, obat pengencer lendir, dan obat cuci hidung untuk mengurangi gejala. Bila terapi pengobatan tidak menunjukkan hasil yang bermakna, maka dokter akan memperhitungkan untuk melakukan tindakan pembedahan. Operasi sinus dapat dilakukan dengan cara FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery). Namun, penanganan sinusitis dentogen biasanya juga melibatkan dokter gigi karena posisi sinus yang dekat dengan gigi. Gigi yang menjadi penyebab sinusitis harus dicabut, saluran antara gigi dan sinus ditutup, dan sinus harus dibersihkan melalui tindakan operatif.

Cegah sebelum terlambat
Sinusitis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan hidung (gunakan pencuci hidung secara berkala), mengobati flu dengan tuntas, dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Selain itu mari lakukan beberapa langkah ini:

  • Jangan merokok atau hindari asap rokok
  • Mencuci tangan dengan teratur, terutama bila Anda sedang flu dan kurangi menyentuh wajah 
  • Jauhi pencetus alergi

Pada dasarnya pencegahan sinusitis dapat dimulai dengan menjaga kesehatan tubuh dan higienitas diri agar tidak mudah terserang flu. Apabila Anda mengalami gejala sinusitis yang semakin berat, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT, bedah kepala, dan leher agar dapat ditangani dengan tepat.

dr. Emma Agustini, Sp.THT-KL

Spesialis THT - Bedah Kepala & Leher
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Kamis, 21 Jul 2022

Tips Aman Berpuasa bagi Ibu Hamil

Read More
Health Articles Rabu, 15 Agu 2018

Radang Amandel, Kapan Harus Dibuang?

Read More
Health Articles Kamis, 11 Apr 2019

Gagal Jantung, Pentingnya Upaya Preventif

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor