Disuria (Nyeri Berkemih), Gejala dari Berbagai Gangguan Saluran Kemih

Rabu, 12 Juni 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Disuria (nyeri berkemih) adalah sensasi nyeri atau rasa terbakar, menyengat, atau gatal pada uretra atau meatus uretra yang berhubungan dengan buang air kecil.

Disuria (Nyeri Berkemih), Gejala dari Berbagai Gangguan Saluran Kemih

Disuria didefinisikan sebagai sensasi nyeri atau rasa terbakar, menyengat, atau gatal pada uretra atau meatus uretra yang berhubungan dengan buang air kecil. Kondisi ini sangat umum dialami oleh kebanyakan orang, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Disuria biasanya terjadi ketika urine bersentuhan dengan lapisan mukosa uretra yang meradang atau teriritasi.


Penyebab disuria secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu infeksi dan non-infeksi. Penyebab infeksi termasuk infeksi saluran kemih atau uretritis, pielonefritis (infeksi ginjal), prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat), vaginitis (peradangan pada vagina), dan penyakit menular seksual.


Penyebab non-infeksi termasuk kondisi kulit, adanya benda asing atau batu di saluran kemih, trauma, pembesaran prostat jinak, dan tumor. Selain itu, sistitis interstisial, pengaruh obat-obatan tertentu, kelainan anatomi tertentu, menopause, artritis reaktif atau sindrom Reiter, dan vaginitis atrofi juga dapat menyebabkan disuria.


Salah satu yang paling sering menyebabkan disuria adalah infeksi saluran kemih (ISK) yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Meski begitu, infeksi saluran kemih jauh lebih sering terjadi pada wanita daripada pria karena kondisi anatomi yang berbeda.


Wanita memiliki uretra yang lebih pendek dan lurus dibandingkan pria, sehingga bakteri dapat mencapai kandung kemih dengan lebih mudah. Karena kemungkinan infeksi saluran kemih berulang yang lebih tinggi, wanita cenderung mengalami disuria lebih sering daripada pria.


Sebagian besar infeksi saluran kemih relatif mudah diobati.


Baca juga: Kandung Kemih Sehat, Bebas Infeksi


Namun, disuria persisten dapat berhubungan dengan:


  • Infeksi saluran kemih pada pria
  • Infeksi saluran kemih complicated
  • ISK sederhana yang tidak diobati dengan tuntas
  • Prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat)
  • Kehamilan
  • Status immunocompromised
  • Pemakaian kateter
  • Batu saluran kemih
  • Neurogenic bladder atau gangguan saraf kandung kemih
  • Kelainan anatomis atau fungsional dari saluran kemih
  • Gangguan dasar panggul
  • Overactive bladder atau kandung kemih yang terlalu aktif


Disuria yang berhubungan dengan peningkatan frekuensi berkemih dan nyeri suprapubic (area kandung kemih) tanpa adanya bukti objektif dari infeksi, inflamasi (peradangan), atau penyebab lain, umumnya disebut sebagai urethral pain syndrome (sindroma nyeri uretra).


Baca juga: ISK Pada Ibu Hamil, Umum Ditemui Tapi Dapat Dicegah



Selain itu, ada beberapa makanan yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan iritasi kandung kemih dan uretra, yaitu:


  • Kopi (termasuk kopi tanpa kafein), teh, dan minuman berkarbonasi
  • Alkohol
  • Beberapa buah-buahan asam seperti aneka jeruk, apel, dan stroberi
  • Makanan pedas
  • Tomat dan produk berbahan dasar tomat
  • Cokelat


Seseorang dengan disuria perlu digali riwayat keluhannya meliputi kapan timbulnya keluhan, derajat keluhan, durasi, dan persistency. Misalnya, nyeri saat awal berkemih biasanya disebabkan oleh gangguan pada uretra seperti uretritis.


Nyeri di akhir berkemih disebabkan oleh adanya gangguan pada kandung kemih atau prostat. Kemungkinan penyebab lokal juga perlu digali, misalnya iritasi pada vagina atau uretra.


Baca juga: Jangan Sampai Saluran Kemih Terinfeksi


Kondisi kesehatan lain yang menjadi faktor risiko juga perlu ditanyakan, seperti: 


  • Kehamilan
  • Kemungkinan adanya batu ginjal atau saluran kemih
  • Riwayat trauma
  • Tumor
  • Riwayat tindakan di bidang urologi
  • Kemungkinan sumbatan pada saluran kemih


Riwayat lain juga penting untuk digali, seperti adanya demam, menggigil, nyeri pinggang, mual, muntah, nyeri sendi, urine disertai darah, peningkatan frekuensi berkemih pada siang ataupun malam hari, dan sulit menahan untuk berkemih. 


Baca juga: Gangguan Berkemih pada Geriatri



Jika Anda mengalami disuria atau nyeri berkemih, dengan atau tanpa disertai gejala berkemih lainnya, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis urologi untuk dievaluasi secara menyeluruh jika diperlukan. Dokter akan melakukan pemeriksaan meliputi: 


  • Wawancara/anamnesis terkait keluhan yang dirasakan 
  • Pemeriksaan fisik 
  • Pemeriksaan laboratorium dari urine dan darah 
  • Ultrasonografi atau CT-Scan 
  • Cystoscopy (jika diperlukan) 


Terapi disuria akan dilakukan berdasarkan penyebab yang ditemukan. Penyebab tersering disuria adalah infeksi saluran kemih. Terapi obat-obatan dengan antibiotik dan pereda gejala biasanya sudah cukup untuk mengatasi kasus infeksi yang sederhana dan tidak membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.


Namun, jika dicurigai infeksi saluran kemih yang lebih rumit, tentunya memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat memberikan tata laksana yang tepat dan sesuai dengan kondisi yang ditemukan.