CT Scan Jantung: Cara Kerja, Indikasi, dan Prosedurnya

Oleh Tim RS Pondok Indah

Rabu, 12 Juni 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

CT scan jantung adalah pemeriksaan non-invasif yang memberikan gambaran kondisi jantung dan pembuluh darah. Simak penjelasan lengkap mengenai CT scan di sini!

CT Scan Jantung: Cara Kerja, Indikasi, dan Prosedurnya

CT scan jantung adalah salah satu pemeriksaan non-invasif yang menggunakan sinar-X untuk memberikan gambaran kondisi jantung dan pembuluh darah. Gambaran struktur luar maupun dalam jantung yang dihasilkan secara 3 dimensi melalui pemeriksaan ini akan mempermudah proses screening, diagnosis, serta evaluasi tindakan medis yang dilakukan dokter.


Tingginya tingkat kematian akibat penyakit jantung menjadi motivasi penting untuk menjalani hidup lebih sehat. Sebab kondisi yang juga menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia, termasuk di Indonesia, ini sebenarnya bisa saja memiliki tingkat harapan hidup yang sangat besar jika ditangani sedini mungkin, apalagi jika dicegah sebelum menyebabkan keluhan.


CT Scan jantung merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang bisa digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan pada struktur dan pembuluh darah jantung. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi adanya penumpukan kalsium maupun kolesterol yang dapat mempersempit pembuluh darah, kelainan pada otot jantung, maupun adanya kelainan pembuluh darah serta struktur jantung lainnya.


Pemeriksaan CT Scan jantung dilakukan dengan menembakkan sinar-X dari berbagai sisi untuk digabungkan lalu diolah menjadi gambaran 3 dimensi jantung dan pembuluh darah. CT Scan jantung lebih banyak disarankan untuk evaluasi maupun screening penyakit jantung koroner karena lebih tidak invasif (tidak memasukkan apapun ke dalam tubuh), tetapi memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi, yakni sekitar 80-90% tergantung alat pemindai yang digunakan.


Indikasi CT Scan Jantung

Sebelum melakukan pemeriksaan jantung, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah akan melakukan anamnesis untuk menentukan penyebab keluhan yang tengah Anda alami. Untuk memastikan, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti EKG, ekokardiografi, rontgen dada, maupun stress test atau treadmill test.


Ketika semua pemeriksaan penunjang tersebut belum dapat menyediakan gambaran yang optimal, dokter bisa menyarankan CT Scan jantung untuk menentukan penyebab serta penanganan yang sesuai untuk kondisi Anda.


Secara umum dokter akan mempertimbangkan pemeriksaan ini karena fungsi CT Scan jantung dalam menentukan beberapa kondisi berikut:


  • Evaluasi hasil operasi bypass jantung
  • Kondisi jantung secara lebih jelas, serta kemampuannya dalam memompa darah
  • Jaringan parut yang terbentuk akibat serangan jantung
  • Risiko penyakit jantung dan risiko Anda terkena serangan jantung
  • Penumpukan kalsium atau kolesterol (aterosklerosis) yang menyebabkan pembuluh darah jantung menyempit, bahkan tersumbat
  • Gangguan pada pembuluh darah besar di jantung (aorta), termasuk aneurisma maupun diseksi (robekan)
  • Adanya penumpukan cairan pada selaput tipis pembungkus jantung (perikardium)


Baca juga: Hasil CT-Scan Jantung, Ini yang Harus Diketahui



Jenis CT Scan Jantung

Pemeriksaan CT Scan jantung terdiri dari 2 jenis, yaitu CT coronary angiography dan CT calcium score.


Berikut ini adalah penjelasan mengenai keduanya:


1. CT Coronary Angiography

CT coronary angiography yang digunakan untuk melihat kondisi pembuluh darah jantung. Tindakan CT scan ini berfungsi untuk mengukur aliran darah menuju arteri koroner.

Pada tindakan ini, dokter akan menyuntikan cairan pewarna ke pembuluh darah agar bagian dalam pembuluh darah terlihat lebih jelas.


Jenis CT scan ini biasanya dilakukan pada pasien yang berpotensi mengalami penyakit jantung koroner, tetapi dokter belum mengetahui apa penyebabnya.


2. CT Calcium Score

CT calcium score digunakan untuk menilai kadar kalsium atau plak dalam pembuluh arteri.


Pemeriksaan ini bertujuan mencari tahu apakah pasien mengidap penyakit jantung koroner. Kadar kalsium yang rendah mengindikasikan risiko tersebut.


Baca juga: Nyeri Dada, Ini Informasi Penting yang Perlu Diketahui


Kondisi Medis yang Perlu Diperhatikan Sebelum CT Scan Jantung

Meski sudah disarankan oleh dokter, Anda tetap perlu memberitahukan beberapa kondisi medis berikut ini sebelum melakukan pemeriksaan CT Scan jantung:


  • Sedang hamil atau menyusui
  • Alergi terhadap cairan kontras, makanan laut, maupun obat-obatan tertentu
  • Konsumsi obat rutin, terlebih obat antidiabetes, maupun obat herbal maupun suplemen
  • Sedang menjalani terapi radiasi
  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • Mengalami gangguan pada ginjal


Persiapan Pasien Sebelum Pemeriksaan CT Scan Jantung

Persiapan yang juga akan diinformasikan oleh dokter maupun pihak rumah sakit sebelum melakukan CT Scan jantung, antara lain:


  • Tidak makan 6 jam sebelum pemeriksaan
  • Minum air mineral masih diperbolehkan
  • Hindari mengonsumsi minuman maupun makanan beralkohol, bersoda, dan berkafein sehari sebelum pemeriksaan 
  • Hentikan konsumsi obat apa pun, termasuk obat diet dan penambah stamina, sehari sebelum pemeriksaan, terlebih tanpa sepengetahuan dokter
  • Lepas, dan sebaiknya tinggalkan, perhiasan maupun aksesoris yang terbuat dari logam di rumah, termasuk gigi palsu, jam tangan, maupun kacamata
  • Berganti dengan pakaian khusus yang telah disediakan dari pihak rumah sakit
  • Petugas akan memberikan obat untuk membuat denyut jantung melambat selama pemeriksaan dilakukan
  • Beberapa bagian di dada akan dibersihkan, termasuk dicukur jika berbulu, untuk memastikan alat khusus perekam aktivitas listrik jantung bisa melekat dengan baik


Baca juga: Deteksi Dini Kelainan Jantung pada Dewasa Muda



Cara Kerja dan Prosedur CT Scan Jantung

Proses pemeriksaan CT Scan jantung biasa berlangsung selama 30-60 menit, tergantung dari jenis pemeriksaan dan kondisi pasien saat pemeriksaan. Prosedur CT Scan jantung secara umum adalah sebagai berikut ini:


  1. Pasien akan dipersilakan untuk berbaring pada kasur pemeriksaan. Kasur ini akan bergerak maju dan mundur secara otomatis selama proses pemeriksaan. 
  2. Jika pemeriksaan CT Scan jantung yang akan dijalani dilakukan dengan kontras, petugas akan memasang infus untuk akses masuknya zat pewarna. Penyuntikan kontras akan dilakukan 
  3. Petugas akan membantu memposisikan kedua tangan terentang lurus ke atas kepala
  4. Pemasangan tali pengaman mungkin dilakukan untuk menjaga posisi Anda tetap berbaring lurus selama pemeriksaan
  5. Saat pemeriksaan dimulai, kasur pemeriksaan akan terasa maju memasuki lingkaran, yang merupakan alat CT Scan. Alat ini akan berputar selama pemeriksaan.
  6. Agar hasil CT Scan jantung dapat terlihat jelas, Anda sebaiknya tidak bergerak dan mengikuti arahan selama pemeriksaan dilakukan
  7. Arahan, seperti menarik dan membuang napas, diberikan petugas melalui alat khusus selama pemeriksaan 


Setelah pemeriksaan CT Scan jantung selesai dilakukan, petugas akan membantu melepaskan infus. Bila sempat diberikan penenang sebelum proses pemeriksaan, Anda bisa pulang setelah efek obat tersebut menghilang atau telah dinyatakan stabil oleh dokter. Namun, bagi yang tidak mendapatkan obat penenang dan tidak menggunakan kontras dalam pemeriksaan, Anda bisa langsung ganti baju dan pulang, tanpa ada pantang makan maupun aktivitas.


Baca juga: Pertolongan Pertama Serangan Jantung yang Harus Dipahami


Hal-Hal Lain yang Wajib Diperhatikan

Pemeriksaan ini umumnya aman, tetapi sinar-X yang digunakan dalam CT Scan jantung tetap memancarkan radiasi. Selain itu, CT Scan jantung dengan menggunakan kontras juga bisa memicu reaksi alergi, bahkan reaksi anafilaktik, bagi beberapa orang. Kemungkinan gangguan pernapasan, termasuk sesak napas, juga bisa terjadi saat pemindaian jika Anda mengonsumsi obat untuk melambatkan denyut jantung dan menderita gagal jantung, asma maupun PPOK.  


Meski relatif lebih cepat, CT Scan jantung tetap sulit dilakukan pada lansia, anak-anak, maupun pasien yang kurang kooperatif. Dengan kemajuan teknologi yang menggabungkan AI dan CT Scan 512 slice, seperti yang dimiliki RS Pondok Indah - Puri Indah, waktu pemindaian dapat dilakukan jauh lebih singkat. Kualitas gambar yang dihasilkan pun lebih akurat dengan inovasi TrueFidelity™ yang dapat mengoreksi hasil pemindaian buram karena pasien bergerak selama pemeriksaan. 


Dibandingkan dengan upaya penanganan setelah mengalami keluhan, bahkan telah dinyatakan sakit jantung, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Pondok Indah untuk melakukan screening. Dokter-dokter kompeten di RS Pondok Indah akan memberikan pelayanan dan pemeriksaan menggunakan ilmu, kemampuan, maupun peralatan medis berkualitas, termasuk dengan CT Scan Revolution Apex Elite.


Baca juga: Apakah Penyakit Jantung Bisa Sembuh? Penyakit Jantung dan Upaya Pencegahannya



Ditinjau oleh:

dr. Johan Winata, Sp. J. P, Subsp. K. I. (K), FIHA

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Subspesialis Jantung dan Pembuluh Darah Kardiologi Intervensi





Referensi:

  1. Linde JJ, Kelbaek H, et al,. Coronary CT angiography in patients with non-ST-segment elevation acute coronary syndrome. Journal of the American College of Cardiology. 2020. (https://www.jacc.org/doi/epdf/10.1016/j.jacc.2019.12.012). Diakses pada 7 Mei 2024.
  2. Kemenkes Ditjen P2P. Fakta Penyakit Jantung Koroner (PJK). (https://p2p.kemkes.go.id/fakta-penyakit-jantung-koroner-pjk/). Direvisi terakhir pada18 Desember 2023. Diakses pada 7 Mei 2024.
  3. American Heart Association. Cardiac Computed Tomography Angiography (CCTA). (https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/cardiac-computed-tomography). Direvisi terakhir 12 April 2023. Diakses pada 7 Mei 2024.
  4. Cleveland Clinic. Cardiac Computed Tomography (CT) Scan. (https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/16834-cardiac-computed-tomography). Direvisi terakhir 28 Februari 2022. Diakses pada 7 Mei 2024.
  5. WebMD. Diagnosing Heart Disease With Cardiac Computed Tomography (CT). (https://www.webmd.com/heart-disease/ct-heart-scan). Direvisi terakhir 20 Agustus 2022. Diakses pada 7 Mei 2024.