Close
Close Language Selection
Health Articles

Bursitis, Peradangan Bantalan di Sekitar Sendi

Selasa, 04 Okt 2022
Bursitis, Peradangan Bantalan di Sekitar Sendi

Sendi berfungsi sebagai penyambung tulang-tulang agar pergerakan tubuh menjadi lebih mudah. Bagaimana jika sendi bermasalah? Apa yang harus dilakukan?

Pengertian Bursitis
Bursitis adalah peradangan bursa, yang merupakan bantalan seperti kantung yang alaminya ada di sekitar sendi. Fungsinya adalah untuk mengurangi tekanan atau gesekan antara tulang dengan otot dan tendon saat sendi tersebut bergerak. Ada sekitar 150 bursa yang tersebar di tubuh kita yang dilapisi oleh membran sendi sehingga dapat menghasilkan cairan sinovial/cairan sendi. Ketika peradangan terjadi, bursa menjadi membengkak dan produksi cairan sendi meningkat, akibatnya gerakan menjadi sulit dilakukan dan sangat menyakitkan.


Sendi yang terkena bursitis juga akan membengkak, memerah, dan menghangat. Gejala-gejala ini dapat terjadi tiba-tiba dan bertahan selama beberapa hari atau lebih. Semua persendian dapat mengalami bursitis. Namun, gangguan ini lebih umum terjadi pada sendi-sendi yang sering melakukan gerakan yang sama berulang kali, seperti persendian pinggul, lutut, siku, dan bahu. Bursitis apabila tidak ditangani dapat terinfeksi sekunder oleh bakteri sehingga menjadi abses/bisul besar dan menginfeksi sendi terkait.

Faktor risiko penyebab bursitis
Ada beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab bursitis:

  • Trauma/cedera
    Benturan hebat pada sendi seperti jatuh dari ketinggian atau kecelakaan dapat menyebabkan peradangan bursa sendi terkait.
  • Penekanan
    Pemberian tekanan yang berlebihan atau dalam jangka waktu lama, ada repetitive/secara terus-menerus, maka dapat mengiritasi bursa dan menyebabkan peradangan. Contohnya, apabila Anda sering bersandar pada siku atau berlutut dalam jangka waktu lama, yang dikenal dengan housemaid bursitis (bursitis pada asisten rumah tangga).
  • Infeksi
    Infeksi pada bursa serta penyakit yang dapat memengaruhi sendi dan tulang, seperti rheumatoid arthritis, gout arthritis/asam urat, lupus, diabetes, atau penyakit tiroid.

Dalam menentukan apakah pasien mengalami bursitis atau tidak, dokter spesialis bedah ortopedi akan menanyakan keluhan dan gejala yang dialami, serta riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan fisik, khususnya pada area sendi oleh dokter. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang. Beberapa tes yang mungkin akan dianjurkan meliputi:

  • Pemeriksaan laboratorium
    Dua metode pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan penyebab bursitis adalah pemeriksaan darah dan analisis cairan sendi dari sendi yang meradang
  • Pemeriksaan radiologis
    Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan kondisi bursitis adalah rontgen, USG, atau MRI


Penanganan bursitis
Pengobatan bursitis akan disesuaikan dengan penyebab dan kondisi pasien. Tujuan pengobatan bursitis adalah untuk meredakan keluhan dan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Untuk penanganan awal, dapat dilakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Istirahatkan sendi yang nyeri. Usahakan untuk tidak menggerakannya terlalu sering dan hindari aktivitas yang memberikan tekanan pada area tersebut
  • Kompres area bursitis dengan kompres dingin selama 10 menit, sebanyak 3-4 kali sehari, dan lakukan selama 2-3 hari
  • Berikan bantalan atau bahan yang dapat menopang area nyeri bursitis saat tidur, misalnya dengan tumpukan bantal

Apabila nyeri dan gejala lainnya dari bursitis tidak membaik dengan cara-cara sederhana tersebut, periksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan beberapa langkah penanganan berikut ini:

  • Obat-obatan
    Obat yang biasanya diberikan oleh dokter untuk mengatasi bursitis adalah:
  1. Obat pereda nyeri dan pengurang peradangan
  2. Antibiotik, digunakan apabila bursitis disebabkan dan disertai oleh infeksi bakteri
  3. Injeksi/suntikan steroid, untuk meredakan peradangan pada bursa
  • Fisioterapi
    Melakukan fisioterapi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat memperkuat otot-otot di sekitar persendian dan bursa. Hal ini akan mencegah kekambuhan bursitis. Jenis tindakan dan latihan yang dilakukan dalam terapi disesuaikan dengan kondisi pasien.
  • Operasi
    Pada kondisi tertentu, misalnya bursitis yang semakin sering kambuh dan tidak membaik dengan pengobatan, dokter mungkin akan melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan/membuang bursa yang meradang tersebut.

Ada beberapa cara untuk mengatasi bursitis. Hal ini bergantung dari sumber penyebabnya itu sendiri. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah ortopedi saat keluhan bursitis sudah tidak dapat Anda tangani sendiri.

dr. William Chandra, Sp. OT, Subsp. PL

Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Hip & Knee Adult Reconstruction
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Rabu, 12 Mei 2021

Ketika Menelan Terasa Berat

Read More
Health Articles Selasa, 07 Mei 2019

Mitos-Fakta Kehamilan

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor