Close
Close Language Selection
Health Articles

Pertolongan Pertama, Kunci Penting Pemulihan

Kamis, 19 Okt 2023
Pertolongan Pertama, Kunci Penting Pemulihan

Jika tidak ditangani dengan tepat, cedera olahraga dapat menjadi lebih parah atau bahkan berulang. Pelajari gejala dan pertolongan pertamanya. 

Gaya hidup sehat dijalankan dengan sejumlah kebiasaan baik, salah satunya berolahraga rutin. Apalagi sejak pandemi, olahraga menjadi tren di berbagai kalangan. Mulai dari lari sampai golf, bersepeda sampai tenis, semuanya mendapat penggemar baru.

Selain gerakan yang dilakukan, faktor risiko cedera juga perlu mendapatkan perhatian khusus saat berolahraga. Faktor penyebab cedera olahraga dapat dibagi dua, eksternal dan internal. Eksternal termasuk kondisi lapangan atau jalan yang tidak rata atau licin. Namun, penyebab yang dominan justru adalah internal, seperti kurang pemanasan dan pendinginan, kondisi fisik yang sudah lelah tetapi masih dipaksa olahraga, program latihan terlalu berat, dan kondisi cedera sebelumnya yang belum ditangani dengan tuntas. Faktor-faktor ini pun sebenarnya dapat dihindari.

Pertolongan Pertama Cedera Olahraga
Yang terpenting dan perlu diingat, sebaiknya tidak ke tukang urut ketika terjadi cedera olahraga. Saat cedera, ada jaringan tubuh yang rusak, meradang, atau luka. Mengurut atau memijat daerah tersebut justru dapat memperlebar luka tersebut.

Cedera olahraga terbagi dalam empat derajat dan membutuhkan penanganan yang berbeda, yaitu:

  1. Derajat satu berupa nyeri, otot tertarik, tidak bengkak, dan tidak ada yang robek. Penanganan: Cedera ini dapat sembuh dengan PRICE (Protect, Rest, Ice, Compress, Elevate).
  2. Derajat dua terdapat robekan kecil, masih dapat bergerak tetapi terasa nyeri. Penanganan: PRICE, tetapi jika tidak membaik segera ke dokter.
  3. Derajat tiga dan empat terdapat robekan otot, putus ligamen, atau bahkan patah tulang. Biasanya gejalanya dapat langsung terlihat. Penanganan: Segera ke rumah sakit, kemungkinan perlu dioperasi.

Ketika bertemu dengan dokter atau ke Emergency di RS Pondok Indah, pasien akan mendapatkan pemeriksaan TOTAPS: Talk (untuk mengetahui mekanisme cedera), Observe (melihat apakah ada dislokasi, retak, dan lainnya), Touch (pemeriksaan fisik), Active movement (pasien mencoba menggerakkan sendinya sendiri), Passive movement (dokter mencoba menggerakkan sendi pasien), dan Skill test (tes apakah ligamen atau tendon ada yang robek, dan lain-lain). Diagnosis yang tepat adalah kunci penanganan cedera, khususnya bagi atlet. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, kondisi psikis pasien yang berperan penting dalam proses pemulihan pun dapat ikut terjaga.

Dalam penanganan cedera olahraga di RS Pondok Indah, tim medis akan fokus mengembalikan empat hal berikut:

  • Anatomical
    Mengembalikan bentuk anatomi tubuh. Apabila ada otot yang robek akan dioperasi untuk menyambung kembali ototnya. Apabila ada ligamen yang rusak, akan diganti ligamennya.
  • Rehabilitation/recovery
    Mengembalikan fungsi: menekuk lurus maksimal dan mengembalikan kekuatan otot seperti semula.
  • Performa
    Mengembalikan performa: pasien dapat kembali melompat, lari, sprint, dan lain-lain.
  • Kualitas
    Memerhatikan kualitas gerakan pasien apakah sudah baik atau belum.

Ketika mengalami cedera, Anda dapat langsung ke Emergency jika kondisinya akut, sangat sakit, dan area yang cedera tidak dapat digerakkan. Namun, jika cedera masih dapat ditoleransi, Anda dapat mengunjungi Sport Medicine Injury and Recovery Center atau Orthopedic Center RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, untuk dapat ditangani oleh dokter yang paling tepat dengan kondisi Anda.

dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.K.O

Kedokteran Olahraga
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Kamis, 28 Okt 2021

Gangguan Mental Mengintai Penyintas COVID-19

Read More
Health Articles Senin, 15 Jan 2018

Hindari Penyakit Ginjal Kronis

Read More
Health Articles Minggu, 13 Des 2015

Kelainan Testis pada Anak Laki-laki

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor