Penyumbatan Pembuluh Darah, Penyakit Mematikan yang Bisa Dicegah

Thursday, 11 July 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Pembuluh darah tersumbat (Aterosklerosis) disebabkan oleh penumpukan lemak, peradangan, merokok, diabetes, hingga obesitas. Cek cara mencegahnya di sini.

Penyumbatan Pembuluh Darah, Penyakit Mematikan yang Bisa Dicegah

Penyumbatan pembuluh darah, atau aterosklerosis, adalah penyakit yang dapat dialami oleh siapa saja. Menumpuknya plak (sumbatan) pada dinding pembuluh darah arteri ini kemudian akan menyebabkan penyempitan dan pengerasan di pembuluh darah tersebut.


Penumpukan plak dapat terjadi di seluruh pembuluh darah arteri pada tubuh, tetapi yang paling sering adalah pembuluh darah arteri mata, kaki, ginjal, otak dan jantung. Sumbatan yang terbentuk akan menyebabkan aliran darah, oksigen, dan nutrisi ke area tersebut berkurang, sehingga fungsi organ menurun.


Apa Itu Aterosklerosis?

Aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) merupakan penyakit progresif. Artinya, kondisi ini akan muncul dan bertambah parah secara perlahan seiring bertambahnya usia serta faktor risiko. Bila awalnya sumbatan hanya terjadi sebagian, lama-kelamaan kondisi ini bisa memburuk hingga terjadi sumbatan total.


Penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah ini dapat meningkatkan risiko penyakit dan gangguan kesehatan lainnya, seperti:


  • Angina, yaitu nyeri dada karena kurangnya suplai darah dan oksigen ke jantung.
  • Penyakit jantung koroner, penumpukan plak di arteri koroner.
  • Penyakit arteri perifer, yaitu penumpukan plak di arteri ekstremitas, terutama arteri lengan atau kaki.
  • Penyakit arteri karotid, plak pada arteri leher yang mengirim pasokan darah ke otak.


Penyebab dan Faktor Risiko Penyumbatan Pembuluh Darah

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat memicu penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah:



Baca juga: Kelainan Otot Jantung dan Penanganannya



Gejala Penyumbatan Pembuluh Darah

Gejala aterosklerosis bisa berbeda-beda, tergantung pada lokasi arteri yang tersumbat, serta keparahan sumbatannya. Bila penumpukan plak di arteri jantung terjadi, gejala awal sumbatan parsial bisa dirasakan sebagai nyeri dada saat beraktivitas. Sedangkan bila sumbatan sudah menutup seluruh permukaan arteri, bisa saja menyebabkan serangan jantung.


Sumbatan pada arteri jantung yang tidak ditangani, akan perlahan-lahan bertambah hingga menyebabkan penurunan fungsi pompa jantung. Kondisi ini ditandai dengan gejala mudah lelah dan sesak napas saat beraktivitas.


Aterosklerosis bisa terjadi pada seluruh pembuluh arteri dalam tubuh. Jadi, bila mengetahui adanya penyumbatan pada salah satu arteri tubuh, sebaiknya Anda waspada dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh secara rutin. Sebab tidak tertutup kemungkinan sudah terjadi penyumbatan pembuluh darah di bagian tubuh yang lain.


Ciri-ciri Pembuluh Darah Tersumbat

Ciri-ciri penyumbatan pada pembuluh darah ditandai dengan gejala sebagai berikut:


Nyeri Dada atau Angina

Salah satu ciri utama pembuluh darah tersumbat adalah nyeri dada atau angina. Nyeri ini dapat terasa seperti tekanan atau ketidaknyamanan di dada yang bisa menjalar ke leher, rahang, atau lengan. Nyeri ini biasanya terjadi saat aktivitas fisik atau stres, dan dapat mereda dengan istirahat atau penggunaan obat nitrat.


Sesak Napas

Pembuluh darah tersumbat juga dapat menyebabkan sesak napas yang tidak lazim, terutama selama aktivitas fisik. Hal ini disebabkan oleh penurunan aliran darah ke jantung atau paru-paru, yang mengganggu kemampuan tubuh untuk mendapatkan cukup oksigen.


Nyeri atau Pembengkakan di Kaki atau Tungkai

Kondisi pembuluh darah tersumbat yang mempengaruhi pembuluh darah di kaki atau tungkai dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, atau pembengkakan di area tersebut. Gejala ini bisa menunjukkan pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat, yang sering kali terkait dengan penyakit arteri perifer.


Lemah atau Kesemutan

Pembuluh darah tersumbat yang mengganggu aliran darah ke otak dapat menyebabkan gejala seperti kelemahan otot atau kesemutan di satu sisi tubuh atau bagian tubuh tertentu. Gejala ini dapat mengindikasikan stroke atau kondisi vaskular lainnya yang serius.


Gangguan Fungsi Organ

Tersumbatnya pembuluh darah yang penting, seperti arteri koroner (jantung) atau arteri karotis (otak), dapat mengganggu fungsi organ terkait dan memerlukan perawatan segera untuk mencegah komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.


Apakah Penyumbatan Pembuluh Darah Berbahaya?

Ya, penyumbatan pembuluh darah sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi serius seperti serangan jantung, stroke, atau gangren. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di dinding arteri yang menghambat aliran darah. Gejala penyumbatan pembuluh darah dapat meliputi nyeri dada (angina), sesak napas, nyeri tungkai, dan gejala lain tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan sumbatan.


Apakah Penyumbatan Pembuluh Darah Bisa Sembuh?

Jawabannya kompleks dan bergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat keparahan penyumbatan, lokasi penyumbatan, dan respons tubuh terhadap pengobatan.


Baca juga: Siaga Satu Serangan Jantung!


Cara Mencegah / Mengatasi Penyumbatan Pembuluh Darah

Meski sangat mematikan, penyumbatan pembuluh darah sebenarnya bisa dicegah. Bahkan upaya pencegahannya pun sangat sederhana dan beberapa bisa Anda lakukan secara cuma-cuma, seperti dengan menerapkan pola hidup sehat.


Berikut ini adalah cara mencegah penyumbatan pembuluh darah yang bisa Anda lakukan:


1. Jangan Merokok

Merokok, baik dengan rokok konvensional, mild, kretek, cerutu, elektrik atau vape, maupun shisha, dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Meski tidak banyak, kebiasaan buruk yang dilakukan secara konstan ini akan menyebabkan proses terbentuknya sumbatan secara terus-menerus. 


2. Rutin Olahraga

Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat menjaga tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol tetap normal. Anda disarankan untuk berolahraga setidaknya sebanyak 3 kali dalam 1 minggu, dengan total waktu olahraga selama 3-5 jam dalam seminggu.


Jenis olahraga yang direkomendasikan adalah aerobik, seperti jogging, sepeda, dan berenang, dengan diselingi olahraga untuk mengencangkan otot 2 kali dalam seminggu, seperti plank, squat, dan barbel.


3. Menerapkan Pola Makan Sehat

Pola makan sehat yang dimaksud adalah mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang seimbang. Menerapkan pola makan ini juga termasuk menghindari konsumsi makanan manis, makanan cepat saji, minuman ringan, dan makanan tinggi kolesterol, seperti mentega atau kue-kue dengan konsentrasi kuning telur yang tinggi.


4. Obat-Obatan

Selain mengatasi, konsumsi obat juga bisa menjadi salah satu cara mencegah penyumbatan pembuluh darah. Sebab pada beberapa orang, ada keterbatasan fisik dan kemampuan metabolisme tubuh. Sehingga dibutuhkan kerja obat tertentu untuk membantu menjaga tekanan darah, dan kadar gula maupun dan kolesterol berada dalam batas normal. 


Dokter akan meresepkan obat untuk setiap pasien, sesuai dengan kondisinya. Jadi, jangan mengonsumsi obat orang lain secara sembarangan, meskipun sakit atau keluhannya sama dengan Anda. Lebih baik, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk mendapatkan saran obat yang sesuai bagi Anda. 


Baca juga: Deteksi Dini Kelainan Jantung pada Dewasa Muda



Pengobatan Spesifik untuk Penyumbatan Pembuluh Darah

Pilihan pengobatan untuk penyumbatan pembuluh darah akan disesuaikan dengan keparahan dan kondisi masing-masing pasien, dengan pertimbangan bahwa manfaat yang akan didapatkan lebih tinggi dari risiko tindakannya. Jadi, dokter tidak akan menyarankan tindakan pada sumbatan dengan kategori ringan, maupun ketika kondisi pompa jantung sudah sangat menurun. 


Tindakan spesifik untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah yang dimaksud adalah sebagai berikut ini:


1. Pemasangan Stent

Pemasangan stent (ring/cincin) pada bagian arteri jantung yang tersumbat dilakukan untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat, sehingga aliran darah kembali normal. Tindakan ini baru dilakukan bila penyumbatan pembuluh darah berada di kategori sedang-berat.


2. Operasi Bypass Jantung

Bila sumbatan sangat banyak dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pemasangan stent, operasi bypass jantung merupakan pilihan penanganan yang sesuai. Operasi ini dilakukan dengan membuat sambungan (bypass) melewati bagian yang mengalami sumbatan, sehingga tercipta aliran darah yang normal antara arteri yang sehat. 


Penyumbatan pembuluh darah yang tidak ditangani, dapat menimbulkan dampak berat untuk kesehatan. Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat, terlebih bila Anda memiliki beberapa faktor risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah.