Cari Jadwal Dokter Penyakit Dalam Jakarta dan Tangerang

Oleh Tim RS Pondok Indah

Selasa, 25 Juni 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Cari jadwal dokter spesialis penyakit dalam di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan. Cek jadwal, profil dokter spesialis, dan booking online.

Cari Jadwal Dokter Penyakit Dalam Jakarta dan Tangerang

Dokter spesialis penyakit dalam adalah dokter yang khusus menangani kondisi terkait organ dalam manusia dewasa dan lansia. Melalui pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya, dokter penyakit dalam memegang peran penting dalam memberikan perawatan yang holistik serta efektif bagi pasien.


Tidak hanya mengobati saja, dokter spesialis penyakit dalam juga berperan dalam mengedukasi dan mencegah terjadinya suatu penyakit. Guna memberikan pelayanan yang optimal, spesialis yang juga dikenal ahli internis ini memiliki beberapa subspesialisasi. 


Mengenal Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Dokter spesialis penyakit dalam (Sp. P. D), memiliki kompetensi untuk menangani hampir segala masalah yang berkaitan dengan organ dalam tubuh manusia, termasuk jantung, paru, sistem pencernaan, dan ginjal.


Sama seperti spesialis lain, dokter spesialis penyakit dalam juga berwenang dalam mencegah, mendiagnosis, dan mengobati penyakit kronis maupun akut pada orang dewasa serta lansia. Pengobatan yang diberikan berupa peresepan obat-obatan atau tindakan selain operasi.


Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Penyakit Autoimun


Kondisi yang Ditangani Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Beberapa penyakit biasanya dapat diatasi hanya dengan penanganan yang diberikan oleh dokter umum. Namun, kondisi-kondisi yang ditangani dokter spesialis penyakit dalam berbeda dengan yang ditangani oleh dokter umum. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang ditangani dokter spesialis penyakit dalam:


  1. Kondisi medis pada sistem pernapasan, meliputi TB, asma, bronkitis, dan pneumonia
  2. Penyakit sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), yang termasuk nyeri dada, hipertensi, dan gagal jantung.
  3. Penyakit pada sistem pencernaan seperti diare, perdarahan saluran cerna, dan intoleransi laktosa. maupun gangguan penyerapan makanan
  4. Kelainan pada sistem metabolisme, seperti gangguan tiroid, diabetes, dan obesitas
  5. Gangguan pada sistem kemih, termasuk infeksi saluran kemih, kencing darah, dan gagal ginjal
  6. Kondisi medis pada liver, seperti hepatitis, perlemakan hati, dan sirosis
  7. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh, termasuk alergi, lupus, dan syok anafilaktik
  8. Kondisi medis pada lansia, seperti malnutrisi, penyakit Parkinson, dan sindrom geriatri
  9. Penyakit akibat infeksi pada daerah tropis, termasuk demam tifoid, DBD, dan malaria


Baca juga: Penyakit GERD: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya



Tindakan Medis yang Dilakukan Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Selain melakukan anamnesis atau tanya jawab medis untuk menggali informasi terkait penyebab serta keluhan yang dialami pasien, dokter spesialis penyakit dalam juga dapat melakukan beberapa tindakan medis. Beberapa tindakan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk pemeriksaan maupun sebagai bentuk penanganan atas kondisi pasien. Berikut ini adalah beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam:


  1. Vaksinasi dewasa
  2. Tes alergi, seperti dengan skin prick test
  3. Melakukan pemeriksaan gula darah
  4. Melakukan dan menafsirkan hasil pemeriksaan penunjang, termasuk rekam jantung (EKG), endoskopi maupun gastroskopi, serta USG
  5. Perawatan luka diabetes
  6. Memasang selang makan (nasogastric tube/NGT), maupun selang kencing 
  7. Cuci darah (hemodialisis)
  8. Peresepan dan pengawasan kemoterapi
  9. Biopsi sumsum tulang belakang
  10. Penanganan kondisi kritis atau kegawatdaruratan medis


Subspesialisasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Dokter spesialis penyakit dalam memiliki beberapa cabang subspesialisasi, yang memiliki kewenangan untuk mengatasi berbagai kondisi sesuai dengan bidang keilmuannya, sebagai berikut ini:


1. Alergi dan Imunologi

Subspesialisasi alergi dan imunologi menangani berbagai kondisi medis yang berkaitan dengan alergi dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh, contohnya seperti biduran, asma, dan rhinitis alergi, dan autoimun.


2. Endokrinologi Metabolik dan Diabetes

Selanjutnya, subspesialisasi ini memberikan penanganan atas semua masalah yang berkaitan dengan sistem kelenjar, hormon, dan metabolisme, yang meliputi obesitas, gangguan hormon tiroid, dan diabetes.


3. Hematologi dan Onkologi Medik

Dokter internis dengan subspesialisasi hematologi & onkologi medik menangani kondisi kelainan darah, limpa, dan berbagai jenis kanker yang tidak dapat dioperasi. Beberapa contoh penyakitnya anemia, thalasemia, dan leukimia.


4. Gastroenterologi dan Hepatologi

Selanjutnya, subspesialisasi ini memiliki kewenangan untuk mengatasi segala keluhan terkait dengan saluran pencernaan, seperti asam lambung, hepatitis, pankreatitis, dan sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome).


5. Ginjal dan Hipertensi

Dokter penyakit dalam konsultan Ginjal & Hipertensi mengatasi masalah pada ginjal, keseimbangan asam basa, keseimbangan cairan dan elektrolit, serta tekanan darah tinggi. Beberapa contoh penyakitnya adalah infeksi saluran kemih, sindrom nefrotik, dan gagal ginjal akut.


6. Pulmonologi dan Medik Kritis

Dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki subspesialisasi ini bertanggung jawab menangani serta memberi penanganan untuk keluhan pada sistem pernapasan, meliputi TB paru, pneumonia, dan PPOK.


7. Reumatologi

Sesuai dengan namanya, subspesialisasi ini mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan otot, sendi, dan tulang, maupun jaringan penyambung tubuh yang lain. Contoh penyakitnya adalah asam urat, rheumatoid arthritis, dan osteoarthritis.


8. Geriatri

Dokter penyakit dalam dengan subspesialisasi geriatri khusus mengatasi kondisi medis dan gangguan kesehatan yang dialami lansia akibat proses penuaan, meliputi sindrom geriatri, demensia, dan osteoarthritis.


9. Penyakit Tropik Infeksi

Dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki subspesialisasi ini bertanggung jawab mencegah dan menangani kasus infeksi menular yang terjadi pada daerah tropis, termasuk demam tifoid, DBD, dan malaria.


Di luar subspesialisasi tersebut, dokter internis juga bisa mengemban subspesialisasi kardiovaskular yang bertanggung jawab memeriksa dan memberikan penanganan untuk penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk gangguan irama jantung, penyakit katup jantung, serta penyakit jantung koroner


Selain itu, ada juga dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi psikosomatik yang menangani keluhan terkait gangguan psikosomatis maupun fungsi tubuh lain karena masalah psikologis. Contoh kondisi yang termasuk dalam kompetensi subspesialis ini adalah sindrom kelelahan kronis, disfungsi ereksi, dan sakit kepala tegang.


Baca juga: Kenali Gejala Serangan Jantung untuk Menyelamatkan Nyawa


Tips Memilih Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang Tepat

Pemilihan dokter spesialis penyakit dalam yang tepat akan memberikan hasil pengobatan yang efektif dan komprehensif. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan dalam memilih dokter internis yang sesuai:


1. Sesuaikan dengan kondisi

Sebelum memilih dokter spesialis penyakit dalam, bahkan subspesialis, yang sesuai, pastikan Anda memahami keluhan yang dirasakan. Jika memang memerlukan bantuan, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam umum. Nantinya, dokter bisa merujuk atau menyarankan subspesialis penyakit dalam yang sesuai untuk menangani kondisi Anda.


Misalnya, jika memang keluhan Anda berupa sakit perut yang sudah lama terjadi dan mengganggu, bisa saja disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi dan hepatologi.


2. Pastikan Kompetensi

Publikasi maupun pencapaian dokter spesialis penyakit dalam untuk menangani kondisi seperti yang Anda keluhkan, juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih dokter internis yang sesuai. Dengan demikian, penanganan untuk keluhan Anda bisa lebih maksimal dan efektif.


3. Fasilitas yang Tersedia

Beberapa rumah sakit, bahkan klinik, sudah dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan yang canggih. Akan lebih nyaman jika semua fasilitas yang berkaitan dengan keluhan Anda tersedia di tempat yang sama dengan tempat dokter spesialis penyakit dalam berpraktik. Dengan begitu Anda tidak perlu repot untuk berpindah lokasi demi pemeriksaan, serta menunggu lebih lama untuk mengetahui hasil pemeriksaan yang disarankan dokter.


Baca juga: Apakah Penyakit Jantung Bisa Sembuh? Penyakit Jantung dan Upaya Pencegahannya


Rekomendasi Dokter Penyakit Dalam di Jakarta dan Tangerang

Bagi Anda yang mengalami keluhan terkait organ dalam, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam di RS Pondok Indah cabang terdekat.


Semua dokter spesialis dan subspesialis penyakit dalam di RS Pondok Indah telah terlatih dalam cabang keilmuannya masing-masing. Selain itu, fasilitas kami merupakan yang terbaik dan berkualitas, sehingga penanganan yang Anda peroleh dapat lebih nyaman, komprehensif, tetapi tetap efektif.


Berikut ini adalah daftar dokter spesialis penyakit dalam pada tiap cabang RS Pondok Indah:


Daftar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jakarta Selatan


RS Pondok Indah - Pondok Indah


Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp. P. D, Subsp. A. I. (K), FINASIM

Prof. Dr. dr. Imam Subekti, Sp. P. D, Subsp. E. M. D. (K), FINASIM

Prof. dr. Aida Lydia, Ph.D, Sp. P. D, Subsp. G. H. (K) (via Call Center)

Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp. P. D, Subsp. G. E. H. (K)

Prof. Dr. dr. Suhendro, Sp. P. D, Subsp. P. T. I. (K)

Dr. dr. Suyanto Sidik, Sp. P. D, Subsp. G. E. H. (K), FINASIM

Dr. dr. Aulia Rizka, Sp. P. D, Subsp. Ger. (K)

Dr. dr. Rudy Hidayat, Sp. P. D, Subsp. R. (K)

Dr. dr. Wismandari, Sp. P. D, Subsp. E. M. D. (K)

Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp. P. D, Subsp. G. E. H. (K)

dr. Nanang Soebijanto, M.M, Sp. P. D, Subsp. E. M. D. (K), FACE

dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp. P. D, Subsp. E. M. D. (K)

dr. Ronald A. Hukom,Sp. P. D, Subsp. H. Onk. M. (K), MHSc.

dr. Ceva Wicaksono, Sp. P. D, Subsp. P. M. K. (K), KIC, FINASIM

dr. Toman Tua Julian Lumban Toruan, Sp. P. D, Subsp. H. Onk. M. (K)

dr. Eka Widya Khorinal, Sp. P. D, Subsp. H. Onk. M. (K), FINASIM

dr. Femmy Nurul Akbar, Sp. P. D, Subsp. G. E. H. (K)

dr. Okto Dewantoro, Sp. P. D, Subsp. G. E. H. (K)

dr. Taufiq, Sp. P. D, Subsp. G. E. H. (K)

dr. Ni Made Hustrini, Sp. P. D, Subsp. G. H. (K)

dr. Marina Epriliawati, Sp. P. D, Subsp. E. M. D. (K)

dr. Hikmat Pramukti, Sp. P. D

dr. Dias Septalia Ismaniar, Sp. P. D

dr. Oryza Gryagus Prabu, Sp. P. D


Daftar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jakarta Barat


RS Pondok Indah - Puri Indah


dr. Lianda Siregar, Sp. P. D, Subsp. G. E. H. (K), FINASIM

dr. Lydia Dorothea Simatupang, Sp. P. D, Subsp. G. H. (K), FINASIM

dr. Alvin Tagor Harahap, Subsp. H. Onk. M. (K)

dr. Ronald Irwanto Natadidjaja, Sp. P. D, Subsp. P. T. I. (K), FINASIM

dr. Duddy Mulyawan I. K. Djajadisastra, Sp. P. D, Subsp. G. E. H

dr. Sri Agustini Kurniawati, Sp. P. D, Subsp. H. Onk. M. (K)

dr. M. Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. P. D, Subsp. E. M. D. (K), FINASIM

dr. Adi Surya Komala, Sp. P. D, Subsp. A. I. (K)

dr. Nurleny Sutanto, Sp. P. D, Sp. M. K, FPCP, FINASIM

dr. Margretha Lyn Hadiprasetya, Sp. P. D

dr. Kamsi Rachmawati, Sp. P. D, FINASIM

dr. Wirawan Hambali, Sp. P. D, FINASIM

dr. Tiroy Sari Bumi Simanjuntak, Sp. P. D

dr. Bonita Effendi, B.Med.Sci, M.Epid, Sp. P. D

dr. Muhammad Pranandi, Sp. P. D

dr. Imelda Maria Loho, Sp. P. D, FINASIM


Daftar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Tangerang Selatan


RS Pondok Indah - Bintaro Jaya


Prof. dr. Hari Hendarto, Ph.D, Sp. P. D, Subsp. E. M. D. (K)

Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp. P. D, Subsp. Ger. (K) (via Call Center)

dr. Johanes Sarwono, Sp. P. D, Subsp. G. H (K)

dr. Andry Surandy, Sp. P. D, Subsp. G. E. H. (K)

dr. Taufiq, Sp. P. D, Subsp. G. E. H (K)

dr. Hadianti Adlani, Sp. P. D, Subsp. P. T. I. (K)

dr. Leny Puspitasari, Sp. P. D, Subsp. E. M. D (K)

dr. Deka Larasati, Sp.P. D, Subsp. G. E. H. (K)

dr. Elizabeth Yasmine Wardoyo, Sp. P. D, Subsp. G. H (K)

dr. Franciscus Ari, Sp. P. D

dr. Ihsanul Rajasa, Sp. P. D

dr. Nur Ainun, Sp. P. D

dr. Radhiyatam Mardhiyah, Sp. P. D

dr. Tanya Herdita, Sp. P. D


Kebanyakan orang masih berpikir bahwa pengobatan hanya dilakukan ketika keluhan sudah sangat mengganggu. Padahal, adanya keluhan, walau sangat ringan, sebenarnya sudah merupakan pertanda bahwa Anda memerlukan pemeriksaan dan penanganan oleh dokter.


Jadi, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam di RS Pondok Indah saat merasakan keluhan pada organ dalam. Pemeriksaan dan penanganan awal akan mempermudah pengobatan, serta meningkatkan kemungkinan sembuh dan juga mempercepat waktu pemulihan.