Apakah Sinusitis Bisa Sembuh? Inilah Jawabannya

Oleh Tim RS Pondok Indah

Kamis, 24 Juli 2025

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Sinusitis bisa sembuh, bila diketahui dan ditangani sejak awal. Penanganan yang tepat dapat menyembuhkan dan mencegah kondisi ini kambuh. Simak penanganannya di sini!

Apakah Sinusitis Bisa Sembuh? Inilah Jawabannya

Sinusitis adalah peradangan pada dinding atau lapisan sinus, yaitu rongga berisi udara yang terletak di sekitar hidung, mata, dan dahi. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau reaksi alergi. 


Akibat terjadinya peradangan pada sinus, terjadi peningkatan produksi lendir yang membuat lendir menumpuk, hingga menyumbat saluran napas. Hal inilah yang menyebabkan penderita sinusitis merasakan nyeri di sekitar mata, pipi, dan dahi, sakit kepala, serta pilek yang tidak kunjung sembuh.


Apakah Sinusitis Bisa Sembuh?

Sinusitis dapat sembuh, terutama jika terdeteksi sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat. Pada sinusitis akut,yang berlangsung kurang dari 4 minggu dan disebabkan oleh infeksi virus, gejala umumnya dapat membaik dengan sendirinya melalui perawatan sederhana di rumah.


Namun, jika peradangan sinus berlangsung lebih dari 12 minggu atau disebut sebagai sinusitis kronis, penanganannya cenderung lebih kompleks. Pengobatan umumnya berfokus untuk mengurangi peradangan, meredakan gejala, serta mencegah komplikasi dan kekambuhan.


Meskipun demikian, sinusitis kronis tetap memiliki peluang untuk sembuh total, terutama jika penyebabnya dapat diidentifikasi secara pasti. Pada kasus sinusitis kronis yang disebabkan oleh polip hidung, kondisi ini dapat membaik sepenuhnya setelah polip diangkat melalui prosedur operasi.


Baca juga: Penanganan Sinusitis: Functional Endoscopic Sinus Surgery



Penanganan Sinusitis

Pada sinusitis ringan, penanganan umumnya berupa perubahan gaya hidup, seperti memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat yang cukup, menghentikan kebiasaan merokok, dan menghindari paparan pemicu alergi, seperti debu atau asap rokok.


Namun, jika gejala tak kunjung membaik atau terasa mengganggu, beberapa perawatan tambahan dapat membantu, yaitu:


1. Konsumsi obat-obatan

Konsumsi obat pereda nyeri dan antihistamin dapat membantu meredakan gejala sinusitis, seperti nyeri di wajah, mengurangi peradangan, serta hidung tersumbat. Selain itu, obat-obatan tersebut juga dapat membantu meringankan gejala alergi yang mungkin memperburuk kondisi sinusitis.


Jika sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik. Penggunaan antibiotik harus sesuai anjuran dan dihabiskan meskipun gejala sudah mereda.


2. Semprotan dekongestan

Dekongestan, dalam bentuk semprot atau tetes hidung, dapat meredakan pembengkakan di saluran hidung, sehingga tidak terjadi penumpukan lendir dan aliran udara pun menjadi lebih lancar. Namun, penggunaannya hanya disarankan dalam jangka pendek dan tidak dianjurkan untuk sinusitis kronis.


3. Irigasi hidung

Membilas hidung dengan larutan salin (air garam steril) secara rutin dapat membantu membersihkan lendir dan alergen, serta mengurangi peradangan pada rongga sinus. Metode ini efektif membantu meredakan gejala yang mengganggu, bahkan pada pasien dengan sinusitis kronis.


Baca juga: Jadwal Dokter Spesialis THT Jakarta dan Tangerang


4. Semprot hidung kortikosteroid

Obat semprot ini digunakan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan pada dinding sinus, serta mencegah kekambuhan pada kasus sinusitis kronis.


5. Operasi

Jika pengobatan tidak memberikan hasil optimal atau sinusitis bersifat kronis dan sering kambuh, tindakan operasi akan dianjurkan oleh dokter THT. Operasi sinusitis bertujuan untuk mengatasi penyebab yang mendasari, seperti polip hidung, kelainan struktur hidung, atau sumbatan permanen pada saluran sinus.


Meski tidak selalu berbahaya, sinusitis tetap perlu diwaspadai, terutama jika gejalanya berlangsung lama atau sering kambuh. Sebab semakin cepat kondisi ini ditangani, semakin besar pula peluang untuk sembuh tanpa komplikasi. Penanganan sejak dini juga dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan mencegah kekambuhannya.


Jadi, segera kunjungi RS Pondok Indah cabang terdekat dan jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis THT bila Anda mengalami sinusitis. Dokter spesialis yang berpengalaman di RS Pondok Indah siap membantu Anda dengan memberikan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, sinusitis dapat diatasi dengan baik dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.


Baca juga: FESS di Jakarta dan Tangerang dengan RS Pondok Indah, Solusi Efektif untuk Mengatasi Gangguan Sinus



FAQ


Berapa Lama Sinusitis Akan Sembuh Total?

Lama proses penyembuhan sinusitis dapat berbeda-beda antar individu, tergantung dari penyebab, tingkat keparahan, dan pengobatan yang diterima. Peradangan sinus yang ringan mungkin dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu jika diobati dengan tepat. Namun, sinusitis yang parah butuh waktu lebih lama untuk sembuh, bahkan lebih dari 12 minggu, jika tidak diobati.


Apakah Menghirup Uap Hangat Bisa Mengatasi Sinusitis?

Menghirup uap hangat memang dapat membantu meredakan gejala sinusitis, tetapi tidak dapat menyembuhkan sinusitis. Penggunaan uap hangat sebagai pengobatan pendukung bisa membantu melegakan pernapasan, tetapi tetap harus diimbangi dengan pengobatan sinusitis lain, sesuai dengan saran dari dokter spesialis THT.


Apa Operasi yang Dilakukan Untuk Sinusitis?

Salah satu operasi yang umum dilakukan untuk sinusitis kronis adalah Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS). Operasi ini bertujuan membersihkan saluran sinus yang tersumbat dan menghilangkan polip atau jaringan yang membengkak.


Namun, perlu diingat bahwa pemilihan metode pengobatan sinusitis bergantung pada kondisi pasien dan tingkat keparahan sinusitis. Jadi, jika Anda menderita sinusitis, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter spesialis THT untuk dapat mendiskusikan langkah penanganan yang tepat bagi kondisi Anda.


Apakah Operasi Sinus Akan Mengubah Bentuk Hidung?

Biasanya, operasi sinus tidak mengubah bentuk hidung secara signifikan. Sebab operasi sinus umumnya hanya berfokus untuk membersihkan sinus dan memperbaiki fungsi pernapasan. Namun, dalam beberapa kasus tertentu, jika prosedur melibatkan reseksi atau koreksi struktural, mungkin ada perubahan kecil pada bentuk hidung.


Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis THT untuk memahami risiko dan hasil pengobatan sinusitis yang diharapkan.




Referensi:

  1. Algahtani, S., et al. Outcomes of Functional Endoscopic Sinus Surgery in Chronic Rhinosinusitis: A Systematic Review and Meta-Analysis. 2024. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10925974/). Diakses pada 19 Juli 2025.
  2. Cleveland Clinic. Chronic Sinusitis. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17700-chronic-sinusitis). Direvisi terakhir 9 Januari 2023. Diakses pada 19 Juli 2025.
  3. Cleveland Clinic. Sinus Infection (Sinusitis). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17701-sinusitis). Direvisi terakhir 3 September 2023. Diakses pada 19 Juli 2025.
  4. Mayo Clinic. Acute Sinusitis. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-sinusitis/symptoms-causes/syc-20351671). Direvisi terakhir 29 Agustus 2023. Diakses pada 19 Juli 2025.
  5. Mayo Clinic. Acute Sinusitis: Do Over-the-counter Treatments Help? (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-sinusitis/expert-answers/acute-sinusitis/faq-20058562). Direvisi terakhir 18 Januari 2024. Diakses pada 19 Juli 2025.
  6. Mayo Clinic. Chronic Sinusitis. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-sinusitis/diagnosis-treatment/drc-20351667). Direvisi terakhir 19 September 2023. Diakses pada 19 Juli 2025.