Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Tidak Normal

Tuesday, 02 July 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Nyeri haid normal dan tidak normal dapat dideteksi dari adanya penyakit kelainan yang menyertai atau tidak. Waspadai beberapa gejala dan tandanya di sini.

Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Tidak Normal

Nyeri haid merupakan salah satu keluhan yang ‘akrab’ bagi para wanita. Keluhan yang biasanya datang menjelang dan pada hari awal-awal datang bulan ini membuat penderitanya tidak nyaman dan berakibat pada terganggunya aktivitas. Bahkan, nyeri haid yang hebat bisa membuat penderitanya berguling-guling menahan sakit. 


Sebenarnya nyeri haid merupakan keluhan normal. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, karena nyeri haid yang tidak normal juga bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan lain.


Baca Juga: Siklus Haid dan Reproduksi Sehat


Nyeri Haid Muncul di Usia Belia

Nyeri haid (dismenorea) adalah nyeri yang biasa dirasakan sesaat sebelum atau saat menstruasi. Umumnya gejala yang dirasakan adalah kram yang terpusat di perut bawah, kadang disertai nyeri pinggang.


Biasanya nyeri haid dimulai saat remaja karena siklus haid di usia ini masih suka berubah-ubah. Tetapi pada siklus ovulasi, kejadian ini akan berkurang seiring bertambahnya usia. Jadi, semakin dewasa usia seseorang, kemunculan nyeri haid seharusnya bisa berkurang. 


Jika masih muncul nyeri haid, kemungkinan ada faktor risiko lain yang menyertainya. Di antaranya indeks massa tubuh (BMI) kurang dari 20 alias tubuh terlalu kurus, menstruasi pertama yang datang lebih dini (sebelum usia 12 tahun), interval menstruasi yang panjang, perdarahan yang iregular atau berlebih, serta gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi kafein yang berlebihan, alkohol, dan minuman berkarbonat.


Baca Juga: Menstruasi Tak Teratur, Hati-hati PCOS


Penyebab Nyeri Haid


1. Kontraksi otot pada rahim

Ketika menstruasi terjadi, dinding rahim mengalami pelepasan dan kontraksi yang lebih kuat untuk mengeluarkan sel telur yang tidak dibuahi. Proses ini dapat menekan pembuluh darah di sekitar rahim, mengganggu suplai darah dan oksigen ke rahim. Akibatnya, jaringan rahim melepaskan prostaglandin, sebuah zat kimia yang dapat menyebabkan nyeri haid.


Prostaglandin juga dapat meningkatkan kontraksi otot rahim, yang menyebabkan rasa nyeri lebih intens. Selain itu, prostaglandin juga bisa menyebabkan gejala lain seperti mual, kram perut, kelemahan, dan sakit kepala. Setelah menstruasi selesai, kadar prostaglandin akan berkurang, sehingga nyeri haid dan gejala lainnya dapat mereda dengan sendirinya.


2. Kondisi atau penyakit tertentu

Nyeri haid dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Dismenore primer adalah jenis nyeri haid yang umum dialami oleh wanita, terutama pada awal menstruasi. Sementara dismenore sekunder disebabkan oleh kondisi atau penyakit tertentu, seperti:


  • Endometriosis
  • Radang panggul
  • Adenomiosis
  • Fibroid atau miom, yaitu tumor jinak di dinding rahim
  • Efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD (intrauterine device) Selain itu, nyeri haid juga dapat disebabkan oleh masalah pada kandung kemih atau saluran tuba falopi, serta penyempitan leher rahim.


Nyeri haid yang disebabkan oleh dismenore sekunder biasanya terjadi lebih awal dari nyeri haid biasa dan berlangsung lebih lama. Selain nyeri, dismenore sekunder juga dapat disertai dengan gejala lain seperti menstruasi tidak teratur, keputihan yang kental dan berbau, perdarahan di luar masa menstruasi, dan nyeri saat berhubungan seksual.


Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Gangguan Menstruasi



Nyeri Haid Normal atau Tidak Normal?

Secara umum, nyeri haid dapat diklasifikasikan sebagai primer dan sekunder. Nyeri haid primer berhubungan dengan siklus ovulasi dan berasal dari kontraksi rahim, tanpa penyakit atau tidak ditemukan adanya kelainan.


Kategori ini dapat digolongkan ke nyeri haid yang normal. Sedangkan nyeri haid sekunder berhubungan dengan penyakit pada daerah panggul, seperti endometriosis, adenomiosis, atau mioma uteri. Tipe ini dapat dianggap sebagai nyeri haid yang abnormal.


Nyeri haid primer terjadi karena kurangnya suplai darah pada otot rahim yang disebabkan kontraksi otot rahim yang sering dan memanjang. Nyeri haid primer biasanya terjadi sebelum atau bersamaan dengan menstruasi dan berkurang secara bertahap setelah 72 jam.


Selain itu, kram haid timbul secara intermiten dengan intensitas yang berbeda dan biasanya berpusat pada daerah perut bawah dengan pola yang konsisten selama siklus menstruasi.


Sedangkan pada wanita dengan nyeri haid sekunder, kerap kali berhubungan dengan penyakit pada daerah panggul, seperti endometriosis. Biasanya gejala yang dirasakan adalah intensitas nyeri yang meningkat, dapat terjadi pada pertengahan siklus dan pada minggu haid yang sedang terjadi.


Endometriosis yang muncul pada rektum dapat mengakibatkan nyeri saat buang air besar. Jika tumbuh di vagina atau infiltrasi dalam, dapat menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan seksual.


Sedangkan pada kelainan akibat mioma, nyeri disebabkan oleh haid yang berlebih dan intensitasnya berhubungan dengan volume aliran haid.


Baca Juga: Waspadai Nyeri Perut Saat Haid


Ciri-ciri Haid Normal

Berikut merupakan ciri-ciri siklus haid yang normal:


Rentang Waktu Menstruasi

Siklus menstruasi normal biasanya terjadi setiap 21 hingga 35 hari, dengan rata-rata sekitar 28 hari. Perdarahan menstruasi sendiri berlangsung sekitar 2 hingga 7 hari. Pada awalnya, darah menstruasi bisa berwarna merah terang atau gelap, kemudian menjadi lebih merah muda atau coklat menjelang akhir periode.


Volume Perdarahan

Volume darah yang keluar selama menstruasi normal berkisar antara 30 hingga 80 mililiter (sekitar 2 hingga 6 sendok teh). Perdarahan yang lebih banyak dari ini atau perlu mengganti pembalut atau tampon setiap satu hingga dua jam bisa menandakan masalah kesehatan, seperti gangguan perdarahan atau gangguan hormon.


Gejala Pendamping

Selama menstruasi normal, beberapa gejala seperti nyeri perut bagian bawah (dismenore), kram, atau sedikit ketidaknyamanan umum. Namun, gejala ini tidak boleh mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan dan dapat diatasi dengan penggunaan analgesik atau perubahan gaya hidup sederhana.


Konsistensi dan Warna Darah

Darah menstruasi normal biasanya tidak terlalu encer atau terlalu kental, dan tidak mengandung gumpalan yang besar. Warna darah bisa bervariasi dari merah muda hingga coklat atau kehitaman selama siklus menstruasi.


Sakit Perut Saat Haid, Apakah Normal atau Tidak?

Sakit perut saat haid yang normal biasanya tidak disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Jika sakit perut sangat parah, berlangsung lebih lama dari biasanya, atau disertai dengan gejala lain seperti pendarahan berat atau demam, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan tidak ada kondisi medis lain yang mendasarinya, seperti endometriosis atau fibroid.


Ciri-ciri Haid Tidak Normal

Sedangkan ciri-ciri haid yang berbahaya antara lain:


Siklus Tidak Teratur

Siklus menstruasi yang tidak teratur, dengan jeda yang sangat pendek (kurang dari 21 hari) atau sangat panjang (lebih dari 35 hari), dapat menandakan ketidakseimbangan hormon atau masalah kesehatan lainnya. Ketidakaturan ini dapat mempengaruhi kesuburan dan memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.


Perdarahan Abnormal

Perdarahan menstruasi yang sangat berat (menstruasi menoragia) atau sangat sedikit (amenore) dari biasanya dapat menunjukkan masalah seperti gangguan perdarahan, endometriosis, atau gangguan hormon. Perdarahan yang berlangsung lebih dari 7 hari atau memerlukan penggantian pembalut atau tampon setiap satu jam juga dianggap tidak normal.


Nyeri Ekstrem atau Gejala Menstruasi yang Parah

Nyeri perut bagian bawah (dismenore) yang sangat parah yang mengganggu aktivitas sehari-hari, serta gejala seperti mual, muntah, atau diare selama menstruasi, dapat menandakan kondisi seperti endometriosis atau sindrom pramenstruasi yang parah.


Keluhan Tambahan

Selain perdarahan dan nyeri, gejala lain yang dapat menunjukkan haid tidak normal termasuk perubahan drastis dalam siklus menstruasi dari bulan ke bulan, keluarnya gumpalan darah yang besar, atau kehilangan darah yang menyebabkan anemia.


Pengobatan Nyeri Haid yang Normal

Nyeri haid primer bisa diatasi dengan tindakan non-medis dan medis. Tindakan non-medis bisa dilakukan dengan mengompres perut yang kram dengan air hangat, olahraga teratur, konsumsi makanan berkalsium dan menghindari makanan yang menyebabkan faktor risiko, seperti makanan yang mengandung lemak tinggi.


Sedangkan untuk pengobatan medis, yang diberikan pada lini pertama adalah antinyeri seperti asam mefenamat dan ibuprofen. Bila nyerinya tidak kunjung reda, bisa diberikan pil KB kombinasi. Atau, diberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab gangguan kesehatan (penyakitnya).


Pola hidup sehat merupakan salah satu cara untuk mencegah atau meminimalisir rasa nyeri ketika haid. Kebiasaan sehat yang dianjurkan antara lain:


  • konsumsi makanan yang dapat mengurangi rasa sakit atau kram saat menstruasi seperti makanan berkalsium tinggi (susu, almond, sayuran hijau, biji wijen), kayu manis, dan jahe;
  • hindari minuman beralkohol, kafein, dan berkarbonat;
  • jauhi makanan yang berlemak; dan 
  • berolahraga secara teratur, tiga kali seminggu, dapat mengeluarkan endorfin yang dapat berfungsi sebagai antinyeri dan meningkatkan mood secara alami.


Baca Juga: Endometriosis, si Penyebab Nyeri Hebat Saat Menstruasi


Cara Mengatasi Nyeri Haid Normal


1. Terapi Panas pada Perut

Jika Anda merasakan menstruasi sangat menyakitkan, coba terapi panas pada perut Anda. Isi botol kaca dengan air hangat dan letakkan di atas perut sebagai kompres. Pastikan untuk melapisi kulit dengan kain untuk menghindari panas langsung dari botol.


Suhu panas dari kompres ini akan membantu mengendurkan otot rahim yang kaku, yang merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi nyeri haid. Anda dapat mengulanginya beberapa kali hingga merasa lebih baik.


Selain menggunakan botol, Anda juga bisa menggunakan bantalan hangat yang ditempelkan di bagian bawah perut. Ini adalah cara yang banyak dipilih untuk meredakan nyeri haid pada hari pertama karena efeknya langsung terasa.


2. Terapi Akupunktur

Akupunktur adalah pengobatan tradisional yang melibatkan penggunaan jarum tipis yang ditusukkan pada titik-titik tertentu di tubuh untuk merangsang saraf. Terapi ini dapat membantu meredakan kram menstruasi dengan merangsang pelepasan endorfin, mengurangi peradangan, dan menciptakan rasa relaksasi. Penting untuk mendapatkan akupunktur dari seorang profesional, karena ini bukanlah metode yang dapat dilakukan secara mandiri.


3. Menjaga Hidrasi Tubuh

Pastikan Anda cukup minum air untuk menjaga kecukupan cairan tubuh. Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat memperburuk nyeri haid. Disarankan untuk minum minimal 2 liter air putih setiap hari. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi jus buah tanpa gula tambahan sebagai sumber cairan.


Buah memiliki rasa manis alami yang membuatnya tetap enak tanpa tambahan gula. Anda juga bisa mencoba minuman lemon hangat atau jahe, yang memiliki efek menenangkan dan membantu mengurangi nyeri haid.


4. Pemilihan Pola Makan yang Tepat

Mengatur pola makan yang sehat dapat membantu mengatasi nyeri haid. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 dan nutrisi penting lainnya. Hindari makanan tinggi lemak jahat, gula, dan garam berlebihan. Juga sebaiknya hindari kafein, minuman berkarbonasi, dan cokelat, karena dapat memperburuk kram perut.


5. Melakukan Aktivitas Ringan

Meskipun banyak orang cenderung beristirahat atau tidur saat mengalami nyeri haid, tetapi melakukan aktivitas fisik ringan dapat membantu meredakan nyeri. Misalnya, jalan-jalan santai di pagi hari atau yoga. Olahraga dapat merangsang pelepasan endorfin, yang berperan sebagai hormon penghilang rasa sakit, sehingga bisa membuat Anda merasa lebih baik.


6. Berhenti Merokok

Merokok tidak hanya berbahaya untuk kesehatan jantung dan paru-paru, tetapi juga dapat membatasi aliran oksigen ke panggul, yang dapat memicu nyeri haid. Selain itu, merokok juga dapat memengaruhi kesuburan wanita. Oleh karena itu, jika Anda merokok, menghentikan kebiasaan merokok adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan dan mengurangi nyeri haid.


7. Pengelolaan Stres

Nyeri haid dapat diperparah oleh stres, jadi penting untuk mengendalikan stres sebagai cara untuk mengurangi nyeri haid. Cobalah kegiatan yang dapat meningkatkan mood Anda, seperti menonton film, membaca buku, berbelanja, atau meditasi untuk merilekskan pikiran.


Anda juga bisa mencoba teknik pernapasan dengan mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, yang dikenal sebagai terapi pernapasan untuk mengatasi stres dan meredakan sakit kepala.


8. Mengonsumsi Suplemen

Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D, E, B1, dan B6 dapat membantu meredakan nyeri haid. Meskipun vitamin-vitamin ini dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, Anda juga dapat mempertimbangkan mengonsumsi suplemen tambahan untuk mengoptimalkan asupan nutrisi Anda.


Baca Juga: Penanganan Gangguan Haid dan Gangguan Kesuburan dengan Bedah Invasif Minimal


Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Nyeri yang hebat di daerah panggul
  • Intensitasnya meningkat
  • Nyeri bisa timbul di tengah-tengah siklus atau selama menstruasi, bisa terjadi selama satu minggu
  • Disertai gejala lain, seperti sakit saat berhubungan intim 



Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Kendalikan berat badan
  • Hindari merokok dan minum alkohol
  • Olahraga teratur
  • Hindari obat-obatan diet karena bisa merusak sel telur
  • Penuhi kebutuhan vitamin D, bisa didapat dari sinar matahari atau suplemen


Jika upaya-upaya sebelumnya tidak berhasil meredakan nyeri haid yang Anda alami, segera konsultasikan diri Anda pada Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan. Setelah melakukan pemeriksaan dan mendiagnosis penyebab nyeri haid Anda, dokter akan meresepkan pengobatan yang tepat untuk Anda.