Nyeri Panggul Hilang Timbul? Telusuri Penyebabnya!

Rabu, 15 Mei 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Nyeri panggul hilang timbul dapat terjadi karena masalah pada tulang, sendi, organ reproduksi sampai pencernaan. Simak penyebab nyeri panggul di sini.

Nyeri Panggul Hilang Timbul? Telusuri Penyebabnya!

Nyeri panggul atau pelvic pain bisa saja disebabkan oleh berbagai kondisi. Keluhan ini bisa dirasakan sebagai nyeri di bagian paling bawah perut atau di bagian atas paha Anda. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki.


5 Penyebab Nyeri Panggul

Nyeri pada daerah panggul bisa saja disebabkan oleh masalah pada tulang, sendi, organ reproduksi sampai pencernaan, yang meliputi: 


1. Patah Tulang Panggul

Biasanya nyeri panggul karena patah tulang akan terasa setelah cedera, misalnya terbentur, jatuh dari ketinggian, jatuh dari motor, dan sebagainya. Jenis nyeri panggul ini biasanya bersifat menetap dan parah, bahkan sampai tidak dapat menggerakkan badan. Nyeri karena patah tulang seperti ini biasanya terlokalisir di sekitar tempat patahnya dan jarang merambat ke tempat lain.


Nyeri panggul akibat patah tulang akan berangsur menghilang dalam beberapa minggu jika tulangnya sudah tersambung kembali. Proses penyambungan bisa dilakukan dengan operasi maupun menunggu tulang dapat tersambung dengan sendirinya. Namun, tulang yang tersambung secara alami posisinya yang kurang baik. Kondisi ini bisa menyebabkan kaki panjang sebelah atau bengkok. 


2. Arthritis (Radang Sendi)

Arthritis atau radang sendi juga bisa menyebabkan nyeri panggul yang bersifat hilang timbul. Biasanya nyeri muncul pada saat awal pergerakan, misalnya setelah duduk atau berbaring lama lalu berdiri. Ketika awal pergerakan, panggul akan terasa kaku dan nyeri, tetapi akan berangsur berkurang setelah melakukan pergerakan dan aktivitas.


Pada arthritis, peradangan terjadi pada seluruh bagian sendi dan terjadi kerusakan bagian-bagian sendi sesuai derajat nyerinya. Nyeri pada arthritis juga seringkali memengaruhi cara berjalan seseorang sehingga tampak berjalan seperti pincang. Terkadang, dengan tes sederhana seperti berdiri pada salah satu kaki saja dapat diketahui lokasi nyeri dan tempat radang sendinya.


Nyeri pada arthritis biasanya disertai dengan rasa kaku pada sendi, sehingga sendi menjadi susah digerakkan. Pada beberapa kasus, nyeri juga dapat menjalar ke otot di sekitarnya. Contohnya pada kasus arthritis panggul, nyeri dapat menjalar ke sekitar pantat atau sampai ke paha.


Baca juga: Penanganan Minimal Invasive Untuk Cedera Panggul


3. Inflamasi (Radang) Tendon atau Otot

Tendon merupakan bagian otot yang paling ujung, yang menempel pada tulang. Pada kondisi tertentu, biasanya radang terjadi karena cedera ringan berulang atau karena tarikan otot yang berlebihan.


Tendon dapat mengalami cedera yang akan berkembang menjadi inflamasi atau peradangan. Sifat nyeri panggul yang disebabkan oleh peradangan otot atau tendon berupa nyeri yang dipicu oleh pergerakan tertentu dan akan memberat jika dilakukan peregangan atau tarikan pada ototnya, tetapi akan berkurang, bahkan hilang, jika otot diistirahatkan.


4. Cedera atau Penekanan Saraf

Nyeri panggul karena cedera pada saraf tergantung pada penyebabnya. Apabila penyebabnya adalah cedera langsung pada saraf, maka sifat nyerinya akan tajam dan dirasakan terus-menerus. Namun, jika cedera pada sarafnya disebabkan oleh kelainan di tempat sekitar saraf, maka keluhan nyerinya biasanya hilang timbul. 


Apabila ada radang otot, radang sendi, atau kelainan bentuk tulang yang menekan saraf, maka nyeri akan muncul ketika kelainan tersebut menekan sarafnya. Misalnya, saat memasukkan dompet tebal di kantong saku celana sisi belakang akan muncul keluhan kesemutan di betis dan kaki, tetapi keluhan hilang jika tidak memasukkan dompet tersebut. Sebab dompet tebal tersebut dapat menekan saraf besar di daerah pantat dengan tulang panggul.


5. Gangguan pada Jaringan Lain

Meski jarang, nyeri panggul juga dapat disebabkan oleh radang jaringan lemak atau jaringan pembuluh darah di sekitar panggul. 


Selain itu, nyeri panggul juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang berbeda-beda, seperti radang usus buntu, irritable bowel syndrome (IBS), nyeri ovulasi, PMS (pre-menstrual syndrome), hamil di luar kandungan, penyakit radang panggul, kista ovarium, mioma uteri, endometriosis, infeksi saluran kemih, batu ginjal, prolaps organ panggul, maupun nyeri panggul kronis (apabila mengalami nyeri lebih dari 6 bulan)


Sementara nyeri panggul yang dirasakan lebih dominan pada tulang ekor, paling sering diakibatkan oleh peradangan lokal pada tendon atau pembungkus tulang ekor.


Baca juga: Bebas Bergerak Meski Panggul Pernah Cedera



Memastikan Penyebab Nyeri Panggul yang Dialami

Untuk memastikan penyebab nyeri panggul, Anda perlu berkonsultasi langsung ke dokter spesialis bedah ortopedi konsultan hip, knee & geriatric trauma untuk diperiksa secara detail.


Sebelum memeriksa, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis. Dengan begitu, penanganan dan pengobatan yang tepat untuk keluhan nyeri panggul bisa diberikan. Beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan dokter, antara lain: 


  • Apakah lokasi nyeri bisa dilokalisir atau ditunjuk dengan jari.
  • Pada saat nyeri, bagian mana yang paling terasa nyeri di kaki tersebut.
  • Mengenai sifat nyerinya, apakah saat pergerakan bertambah berat atau hanya pada awal pergerakan.
  • Apakah nyerinya muncul terus menerus atau hilang timbul.
  • Apakah nyerinya menjalar atau tidak.
  • Apakah nyerinya disertai keluhan lain, misalnya rasa baal pada kulit betis atau kaki.
  • Apakah ada gangguan buang air besar atau buang air kecil atau tidak.
  • Apakah nyeri hilang dengan obat anti nyeri ringan atau tidak.


Dokter juga akan memerlukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis, seperti rontgen, MRI, atau pemeriksaan lainnya.


Baca juga: 5 Mitos dan Fakta Terkait Penyakit Reumatik


Bila Anda mengalami nyeri panggul, konsumsi obat anti nyeri bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama. Anda juga sebaiknya menghindari posisi berdiri atau duduk terlalu lama yang menyebabkan timbulnya keluhan. Jika sudah melakukan berbagai upaya tersebut, tetapi keluhan tidak kunjung membaik, sebaiknya segera kunjungi dokter, ya.