Keseleo yang Tidak Kunjung Sembuh

Monday, 08 July 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Keseleo biasanya dapat sembuh sendiri dengan perawatan yang tepat dalam beberapa minggu. Istirahat, kompres es & elevasi dapat mempercepat proses penyembuhan.

Keseleo yang Tidak Kunjung Sembuh

Keseleo atau terkilir merupakan cedera yang sangat umum terjadi, terutama bagi mereka yang gemar berolahraga. Pada umumnya, keseleo dapat pulih secara spontan, jadi, tidak perlu buru-buru ke tukang urut ya. Lalu, bagaimana jadinya jika bengkak keseleo tak kunjung sembuh?


Apa Itu Keseleo?

Keseleo atau yang biasa dikenal sebagai sprain merupakan cedera pada ligamen - jaringan yang menghubungkan dua atau lebih tulang dalam sebuah sendi. Cedera paling sering timbul pada pergelangan kaki, tetapi dapat juga ditemukan pada sendi-sendi lainnya seperti lutut, panggul, siku, bahu, dan pergelangan tangan. 


Mekanisme terjadinya keseleo pun bermacam-macam, mulai dari jatuh dengan kecepatan tinggi hingga sekadar terpuntir ketika sedang berjalan. Pada kondisi-kondisi tersebut, ligamen pada sendi akan teregang melebihi kapasitas yang dimilikinya dan mengalami robekan.


Robekan ini dapat terjadi secara sebagian ataupun total. Hal inilah yang membedakan spektrum gejala pada keseleo mulai dari yang sangat ringan sampai ke yang berat dan tidak kunjung sembuh. 


Baca Juga: Hati-hati, Kaki Terkilir Jangan Langsung Dibawa ke Tukang Urut, Ya!


Penyebab Keseleo

Penyebab utama terjadinya keseleo adalah akibat peregangan berlebihan pada ligamen. Beberapa aktivitas yang meningkatkan risiko terjadinya keseleo antara lain:


  1. Melakukan gerakan berputar saat berolahraga, seperti dalam olahraga atletik.
  2. Berjalan, berlari, atau berolahraga di permukaan jalan yang tidak rata.
  3. Menggunakan teknik yang salah dalam berolahraga.
  4. Berdiri atau duduk dalam posisi yang tidak tepat.
  5. Mengangkat beban yang berat.
  6. Terpeleset atau jatuh.
  7. Terlibat dalam kecelakaan.
  8. Melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu yang lama.
  9. Tidak sengaja kaki terinjak.
  10. Menggunakan tangan sebagai penopang saat jatuh.
  11. Melakukan pendaratan dalam posisi yang tidak tepat saat terjatuh.


Baca Juga: Waspada Cedera yang Mengintai Para Petenis



Gejala Bengkak Keseleo

Tanda-tanda keseleo dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya dan berlokasi pada bagian tubuh yang berbeda. Meskipun begitu, terdapat beberapa gejala umum yang sering terjadi pada daerah yang mengalami keseleo, antara lain:


  1. Rasa nyeri.
  2. Pembengkakan.
  3. Timbulnya memar.
  4. Kemerahan dan perasaan hangat di area yang cedera.
  5. Terbatasnya kemampuan untuk bergerak.
  6. Sensasi mati rasa.


Pada keseleo yang ringan, biasanya hanya menyebabkan nyeri yang tidak terlalu parah dan jarang mengakibatkan timbulnya memar. Sebaliknya, pada keseleo yang cukup parah, penderita mungkin merasakan bunyi seperti robekan atau bunyi "pop" pada sendi ketika terjadi cedera.


Apakah Keseleo Bisa Sembuh Sendiri?

Ya, keseleo biasanya dapat sembuh sendiri dalam beberapa minggu dengan perawatan yang tepat. Istirahat, kompres es, elevasi, dan penggunaan perban elastis adalah langkah-langkah yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit serta mempercepat proses penyembuhan.


Namun, dalam kasus keseleo yang lebih parah atau jika gejala tidak membaik setelah beberapa hari, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait untuk evaluasi lebih lanjut.


Baca Juga: Mengapa Exercise Penting Dilakukan Pasca Cedera?


Cara Mengatasi Bengkak Keseleo Tak Kunjung Sembuh

Setelah kejadian, bengkak keseleo atau cedera pergelangan kaki dapat ditangani langsung secara mandiri dengan menggunakan teknik RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) dan akan sembuh spontan biasanya dalam 2-12 minggu. Ingat, keseleo tidak perlu ditangani dengan pemijatan ya. Alih-alih keseleonya pulih, justru malah akan memperparah kondisi cedera yang terjadi.


Rest

Istirahatkan sendi yang cedera untuk memberikan waktu penyembuhan pada sendi Anda. Sebaiknya, untuk sementara, jangan gunakan sendi yang cedera.


Ice

Es dapat mengurangi pembengkakan dan proses peradangan/inflamasi. Namun, jangan menempelkan es secara langsung ke kulit Anda, sebaiknya bungkus es dengan kain/handuk terlebih dahulu sebelum dikompres pada area yang cedera.


Compression

Pemberian tekanan dengan menggunakan perban dapat membantu mengurangi pembengkakan keseleo, khususnya pada pergelangan kaki. Namun, perlu diperhatikan bahwa tekanan yang diberikan jangan terlalu ketat karena justru hal ini dapat menghambat aliran darah ke area yang cedera.


Elevation

Sama halnya dengan kompresi, mengangkat sendi yang cedera lebih tinggi daripada posisi jantung dapat mengurangi proses pembengkakan.


Baca Juga: Hindari Cedera Olahraga pada Tendon Achilles


Cara Mencegah Keseleo pada Pergelangan Kaki

Upaya pencegahan keseleo melibatkan langkah-langkah berikut:


  1. Pilih sepatu yang aman dan nyaman untuk digunakan dalam berbagai aktivitas, pastikan ukurannya sesuai, dan hindari penggunaan sepatu hak tinggi yang dapat meningkatkan risiko keseleo.
  2. Rutin berolahraga, namun dengan intensitas yang seimbang. Penting untuk selalu melakukan pemanasan dan peregangan sebelum memulai aktivitas fisik.
  3. Hindari duduk atau berdiri dalam posisi yang sama terlalu lama, luangkan waktu untuk beristirahat sesekali, dan lakukan peregangan.
  4. Jangan melakukan aktivitas olahraga berat tanpa melakukan latihan persiapan yang benar terlebih dahulu.
  5. Pastikan untuk melakukan pemanasan sebelum memulai aktivitas fisik atau olahraga.
  6. Berhati-hati ketika berjalan di jalanan yang basah dan licin untuk menghindari potensi keseleo.
  7. Upaya lain dalam pencegahan adalah menjaga berat badan agar tetap dalam batas yang sehat dan tidak kelebihan berat badan.


Diagnosa Kaki Keseleo

Sebelum mengecek diagnosis kondisi pergengalan kaki, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis untuk memahami gejala yang dialami oleh pasien serta aktivitas yang sedang dilakukan oleh pasien.


Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menggerakkan bagian tubuh yang mengalami keluhan.


Umumnya, dokter dapat membuat diagnosis hanya dengan menggunakan informasi dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Namun, jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan, seperti:


  1. Melakukan foto rontgen untuk mendeteksi kemungkinan patah tulang atau dislokasi (pergeseran sendi dari posisi normalnya).
  2. Menggunakan pemeriksaan CT scan atau MRI untuk memeriksa kerusakan pada otot, tendon, ligamen, atau struktur lain yang mengalami cedera dengan lebih detail.
  3. Melakukan pemeriksaan USG untuk mengevaluasi kondisi ligamen atau otot serta menilai tingkat keparahannya.



Kapan Keseleo Harus ke Dokter?

Keseleo ringan umumnya dapat diatasi sendiri di rumah. Meskipun begitu, bengkak keseleo yang tak kunjung sembuh sebaiknya berkonsultasi dengan seorang dokter jika gejala keseleo tidak membaik dalam rentang waktu 5–7 hari.


Apabila Anda mengalami tanda-tanda berikut, segera datangi unit gawat darurat (IGD):


  1. Rasa nyeri yang hebat ketika area yang terluka disentuh atau digerakkan.
  2. Terdapat memar yang parah.
  3. Mengalami mati rasa atau kesemutan di daerah yang terluka.
  4. Terjadi perubahan bentuk fisik yang terlihat pada area yang terluka, seperti patah atau bengkok.
  5. Adanya tanda-tanda infeksi, seperti demam.


Apabila setelah beberapa waktu tidak ada perkembangan pemulihan pada cedera, perlu dipertimbangkan adanya cedera yang lebih serius. Selain cedera pada ligamen, cedera pada tulang, tulang rawan (cartilage), tendon, dan saraf tepi juga dapat terjadi pada saat awal kejadian atau seiring berjalannya waktu. Mekanisme cedera, struktur yang terkena, dan waktu merupakan faktor penting untuk menentukan tipe dan tatalaksana penanganan dari cedera yang dialami. 


Umumnya pasien dengan cedera ligamen yang berat, seringkali mengeluhkan adanya sensasi tidak stabil pada sendi yang cedera, dan terkadang diikuti rasa nyeri atau bengkak yang hilang timbul. Kegoyahan pada sendi ini dapat mengakibatkan cedera lebih lanjut pada struktur lain, seperti tulang rawan sendi, dan merupakan kemungkinan/risiko terjadinya pengapuran sendi dini (early osteoarthritis). 


Apabila keseleo dengan nyeri atau rasa tidak stabil sudah dirasakan lebih dari tiga bulan, kecil kemungkinannya untuk pulih tanpa suatu intervensi atau tindakan khusus. Cedera yang tidak tertangani dengan baik, lama-kelamaan dapat meningkatkan risiko timbulnya disabilitas yang bersifat permanen.


Setelah jelas bahwa keseleo yang dialami bukanlah keseleo biasa atau tidak sembuh dengan tata laksana standar tadi, sebaiknya segera periksakan kondisi Anda ke Dokter Spesialis Bedah Ortopedi kami di bidang yang sesuai agar cedera Anda dapat tertangani secara optimal.