Close
Close Language Selection
Health Articles

Mengapa Exercise Penting Dilakukan Pasca Cedera?

Senin, 23 Okt 2023
Mengapa Exercise Penting Dilakukan Pasca Cedera?

Optimalisasi pemulihan cedera olahraga ditentukan oleh keberhasilan latihan atau exercise.

Menjaga kondisi tubuh tetap bugar membutuhkan olahraga rutin dan konsistensi menerapkan gaya hidup sehat. Namun, tidak sedikit masyarakat berhenti olahraga karena cedera. Cedera saat olahraga memang dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya atlet profesional.

Jenis Cedera pada Olahraga
Berikut bentuk cedera yang sering terjadi saat berolahraga:

  1. Dislokasi. Pergeseran letak sendi dari tempat yang seharusnya disertai dengan kerusakan kapsul sendi dan ligamen yang mengelilinginya
  2. Strain. Kerusakan pada otot atau tendon karena peregangan yang berlebihan
  3. Sprain. Kerusakan ligamen karena peregangan berlebih. Cedera ini juga biasa disebut keseleo
  4. Fracture/patah tulang. Terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan, baik komplet ataupun tidak komplet
  5. Muscle cramp. Kontraksi otot secara terus menerus yang tidak terkontrol akibat gangguan sirkulasi darah
  6. Heat exhaustion. Kelelahan akibat sengatan cuaca panas

Tindakan Medis pada Cedera
Jika pada tahap penanganan awal cedera (PRICE) kondisi cedera belum membaik, maka segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga. Dokter akan memberikan obat antiinflamasi dan antinyeri; imobilisasi atau teknik pengobatan dengan dengan splint, sling, dan gips; terapi pijat, arus listrik, dan gelombang suara; serta terapi latihan untuk melatih gerakan bagian yang cedera. Jika cedera perlu ditangani dengan tindakan bedah, maka akan dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi.

Optimalisasi pemulihan cedera olahraga ditentukan oleh keberhasilan dalam tindakan bedah dan latihan atau exercise. Exercise pasca tindakan bedah penting dilakukan untuk mencegah massa otot di area sekitar cedera menjadi lebih kecil. Idealnya, pasien sudah dapat melakukan latihan setelah 1-2 hari menunggu.

Bentuk-bentuk Latihan

  1. Penanganan nyeri
    Pada kondisi ini, obat antinyeri merupakan opsi pertama yang dipilih untuk meringankan segala nyeri setelah operasi.
  2. Terapi modalitas lain
    (seperti infra merah, ultrasound, laser, dan parafin) juga berperan dalam proses recovery cedera olahraga. Terapi ini mengurangi nyeri dan pembengkakan. Latihan fleksibilitas diperlukan untuk meminimalisasi penurunan kisaran gerak sendi.
  3. Ketahanan dan kekuatan
    Untuk memulihkan ketahanan dan kekuatan otot pasca cedera, hal yang bisa dilakukan adalah pembuatan program latihan kekuatan dan ketahanan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
  4. Propriosepsi dan keseimbangan
    Propriosepsi adalah kemampuan tubuh manusia untuk mendeteksi gerakan dan tekanan pada jaringan lunak dan mencetuskan reaksi untuk mencegah cedera. Misalnya reaksi ketika menginjak tepi jalan untuk mencegah pergelangan kaki terkilir.
  5. Latihan fungsional
    Latihan sesuai jenis atau cabang olahraga yang diikuti.
  6. Penggunaan ortotik
    Penggunaan alat ortotik (alat bantu gerak tubuh) untuk mendukung fungsi muskuloskeletal dan koreksi ketidakseimbangan otot harus diperhatikan selama masa pemulihan.
  7. Psikologi cedera
    Cedera lebih dari sekadar fisik. Emosi yang muncul segera setelah cedera adalah terguncang. Derajatnya berbeda, mulai dari minor hingga tampak jelas, bergantung pada beratnya cedera. Oleh karena itu, diperlukan juga recovery dan pemulihan psikologis.

dr. Grace Joselini Corlesa, Sp.K.O

Kedokteran Olahraga
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Selasa, 28 Okt 2014

Penanganan Saat Cedera Olahraga

Read More
Health Articles Kamis, 05 Des 2019

Gadget dan Kesehatan Mental

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor