ISK pada Ibu Hamil: Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Thursday, 11 July 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

ISK pada ibu hamil disebabkan karena tekanan janin yang semakin membesar dan menekan kandung kemih di bawah rahim, sehingga menimbulkan infeksi bakteri.

ISK pada Ibu Hamil: Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya

ISK atau urinary tract infection (UTI) pada ibu hamil memang sering terjadi, bahkan hal yang lumrah. Namun, mengingat berbagai komplikasi yang disebabkannya, upaya pencegahan perlu dilakukan. ISK selama kehamilan sendiri sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko komplikasi seperti kelahiran prematur, preeklampsia, dan infeksi neonatal.


Mengandung sang buah hati adalah anugerah bagi setiap perempuan. Selama proses kehamilan akan terjadi berbagai perubahan pada tubuh, yang tak jarang berdampak bagi kesehatan ibu hamil. Salah satu masalah kesehatan akibat perubahan tubuh saat kehamilan adalah Infeksi Saluran Kemih (ISK). Setidaknya sekitar 10% ibu hamil terkena kondisi ini.


Mengenal Apa Itu Urinary Tract Infection During Pregnancy

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi di mana sistem kemih mengalami infeksi. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai bagian dari sistem kemih, termasuk bagian ureter, ginjal, kandung kemih, dan uretra.

ISK sendiri dapat menyerang siapa saja. Tetapi, infeksi ini lebih rentan terjadi pada wanita, terutama wanita hamil. Umumnya, infeksi saluran kemih pada ibu hamil menyerang dua bagian, yaitu uretra dan juga kandung kemih.


Penyebab ISK pada Ibu Hamil

Perubahan tubuh yang terjadi selama masa kehamilan memang merupakan penyebab umum terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Selain itu, ada beberapa kondisi yang juga menjadi penyebab ISK pada ibu hamil. Berikut ini adalah penjelasannya:


1. Perubahan Hormon

Perubahan hormon pada bumil, khususnya peningkatan kadar hormon progesteron, akan menyebabkan relaksasi otot polos yang ditandai dengan pelebaran ureter, peningkatan kapasitas kandung kemih yang disertai dengan penurunan tonus otot kandung kemih. Perubahan ini menyebabkan urine stasis dan mengalir kembali dari kandung kemih ke saluran kemih atas. 


Perubahan hormon juga meningkatkan kecepatan penyaringan darah di ginjal. Sehingga sering ditemukan adanya glukosa pada urine (glucosuria), yang mempermudah pertumbuhan bakteri. 


2. Penekanan Kepala Janin

Penekanan kepala janin merupakan perubahan mekanikal selama masa kehamilan yang dapat menghambat drainase darah dan limfe dari dasar kandung kemih, sehingga daerah tersebut dapat mengalami pembengkakan dan rentan mengalami cedera.


3. Kesulitan Menjaga Kebersihan Organ Intim

Kesulitan menjaga kebersihan organ intim akibat ukuran perut yang semakin membuncit juga bisa memicu terjadinya ISK pada ibu hamil. 


4. Panjang Uretra Wanita

Faktor lain yang menyebabkan ISK pada ibu hamil adalah panjang uretra pada wanita, hanya 3-4 sentimeter, yang mana lebih pendek daripada uretra pria. 


Baca juga: Kandung Kemih Sehat, Bebas Infeksi



Ciri-ciri ISK pada Ibu Hamil

ISK pada ibu hamil dapat terjadi kapan saja, dan tidak selalu bergejala. Saat menimbulkan gejala, berikut ini adalah ciri-ciri ISK pada ibu hamil yang sering dikeluhkan:


  • Sering buang air kecil 
  • Nyeri saat buang air kecil 
  • Sensasi terbakar atau perih saat buang air kecil 
  • Kram perut bagian bawah
  • Kram di punggung bawah 
  • Urine menjadi keruh atau berbau lebih menyengat 
  • Demam, menggigil 
  • Sakit pinggang, jika infeksi menjalar hingga ke ginjal 
  • Mual muntah 
  • Nyeri punggung 


Saat trimester pertama, pemeriksaan urine menjadi salah satu pemeriksaan wajib yang disarankan. Sebab ISK yang tidak bergejala (bakteriuria asimtomatik) hanya dapat dipastikan melalui dua sampel pemeriksaan urine.


Baca juga: Disuria (Nyeri Berkemih), Gejala dari Berbagai Gangguan Saluran Kemih


Apakah ISK pada Ibu Hamil Berbahaya?

Screening rutin urinary tract infections sangat disarankan, karena jika tidak diterapi kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi bagi kesehatan ibu maupun janin, termasuk cystitis atau pyelonephritis.


Komplikasi yang juga dapat terjadi pada kehamilan antara lain anemia, hipertensi, peradangan selaput korio-amnion yang menyelubungi janin (korioamnionitis), bahkan sepsis jika bakteri menyebar ke seluruh tubuh ibu dan menyebabkan infeksi hingga membuat organ tubuh gagal berfungsi.


Sementara, komplikasi ISK pada ibu hamil terhadap janin, antara lain meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan lain sebagainya. Karenanya, penting untuk menjaga kebersihan tubuh selama hamil dan mencukupi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi setidaknya 8 gelas air per hari untuk cegah ISK.


Baca juga: Jangan Sampai Saluran Kemih Terinfeksi



Cara Mengatasi ISK pada Ibu Hamil


1. Konsultasi dengan Dokter

  • Konsultasi Dokter: Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala ISK. Dokter akan meresepkan antibiotik yang aman untuk ibu hamil dan janin.
  • Pemantauan Teratur: Ikuti semua instruksi dan jadwal kontrol yang diberikan oleh dokter untuk memastikan infeksi benar-benar teratasi.


2. Pengobatan Medis

  • Antibiotik Aman untuk Kehamilan: Dokter akan meresepkan antibiotik yang tidak membahayakan janin, seperti amoxicillin, cephalexin, atau nitrofurantoin.
  • Obat Pereda Nyeri: Obat pereda nyeri seperti acetaminophen dapat membantu meredakan ketidaknyamanan.


3. Perawatan di Rumah

  • Minum Banyak Air: Mengonsumsi banyak cairan membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
  • Kompres Hangat: Menggunakan kompres hangat di perut bagian bawah dapat meredakan nyeri dan tekanan.


4. Praktik Kebersihan yang Baik

  • Kebersihan Pribadi: Bersihkan area genital dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke uretra.
  • Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seksual: Ini dapat membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke saluran kemih selama aktivitas seksual.
  • Gunakan Pakaian Dalam yang Terbuat dari Katun: Pakaian dalam katun memungkinkan area genital untuk bernafas dan tetap kering, mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.


5. Perubahan Gaya Hidup

  • Hindari Menahan Buang Air Kecil: Buang air kecil secara teratur untuk mencegah penumpukan bakteri dalam kandung kemih.
  • Hindari Produk yang Mengiritasi: Hindari penggunaan produk wangi seperti sabun, bedak, atau semprotan higienis di area genital yang dapat menyebabkan iritasi.


Cara Mencegah ISK pada Ibu Hamil

Selain itu, beberapa langkah berikut juga disarankan untuk mencegah terjadinya ISK pada ibu hamil:


  • Minum air putih agar kebutuhan cairan sehari-hari terpenuhi
  • Jangan biasakan menunda atau menahan buang air kecil 
  • Setelah buang air kecil, bersihkan vagina secara perlahan dari depan ke belakang, bukan sebaliknya 
  • Ganti pakaian dalam secara teratur dan gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun atau yang menyerap keringat 
  • Ganti pakaian dalam saat sudah merasa tidak nyaman, termasuk sudah basah 
  • Hindari memakai celana yang terlalu ketat 
  • Non-antimicrobial treatment atau mengonsumsi jus cranberry, guna mencegah bakteri E-coli menempel pada dinding saluran kemih


Bila mencurigai atau ingin memastikan apakah memang mengalami ISK pada ibu hamil, jangan segan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan. Selain memastikan kondisi, dokter juga dapat memberikan saran untuk menjaga kehamilan tetap sehat, sesuai dengan kebutuhan ibu dan janin.