Close
Close Language Selection
Health Articles

Nyeri Punggung, Si Pengganggu Aktivitas

Jumat, 04 Nov 2016
Nyeri Punggung, Si Pengganggu Aktivitas

Nyeri punggung menjadi keluhan yang paling sering dialami oleh penderita yang datang ke dokter. Paling tidak, orang mengalami serangan nyeri punggung sekali dalam tiga tahun. Masalah nyeri punggung menjadi perhatian yang sangat serius karena dampaknya begitu hebat, mengakibatkan penurunan produktivitas seseorang dan ketidaknyamanan. Bahkan yang paling berat, sampai menyebabkan kecacatan dan kematian.

Penyebab nyeri punggung yang paling sering adalah karena cedera pada otot atau ligamen oleh karena posisi mengangkat barang atau duduk yang tidak benar. selain itu, nyeri punggung bisa diakibatkan oleh struktur tulang belakang itu sendiri yang terdiri dari tulang, sendi, diskus, otot dan ligamen, dan saraf. Nyeri punggung juga dapat diakibatkan oleh organ di luar struktur tulang belakang, seperti organ-organ intim dalam wanita, organ sistem saluran kemih, organ sistem pencernaan, penyebaran tumor ganas dari organ lain, seperti payudara pada wanita dan prostat pada laki-laki.

Jenis nyeri punggung
Berdasarkan lokasinya, nyeri pada tulang belakang dibedakan menjadi nyeri leher (neck pain), nyeri pungung atas (terjadi pada daerah di bawah leher sampai bahu), nyeri thorakal (terjadi di antara bahu ke bawah sampai batas iga bawah), dan nyeri punggung bagian bawah (terjadi antara iga bawah sampai panggul). Jenis nyeri pada punggung kadang disertai nyeri yang menjalar (ischialgia), kesemutan, gatal, panas, serta kelemahan pada anggota gerak tangan dan kaki, selain itu, ada pula nyeri pada sakrum dan nyeri pada tulang ekor (coccydynia).

Berdasarkan waktu kejadian dan lamanya, nyeri punggung dibedakan menjadi akut dan kronik. Apabila nyeri punggung pertama kali dan berlangsung selama kurang dari enam minggu, dikatakan nyeri punggung akut. Sedangkan bila keluhannya sudah lebih dari enam minggu, dikatakan sebagai nyeri punggung kronik.

Penyebab nyeri pada punggung dapat berasal dari otot, ligamen, sendi facet, bantalan antar tulang vertebra, serta tulang vertebra atau sarafnya. Bisa juga berasal dari tempat lain seperti bahu, dada (pada daerah punggung atas), dan pada punggung bawah bisa berasal dari organ saluran cerna, organ saluran kemih, dan organ-organ genital dalam pada wanita. Nyeri punggung dapat juga disebabkan karena faktor risiko seperti kegemukan, ibu hamil, pekerjaan angkat berat, serta yang mengharuskan duduk lama. Bisa juga akibat skoliosis, tumor, serta osteoporosis.

Diagnosis keluhan nyeri punggung ditegakkan berdasarkan hasil anamnesis; pemeriksaan fisik seperti laseque test dan hofner test; refleks saraf dan dermatoma saraf, serta pemeriksaan penunjang medik seperti x-ray foto, CT-scan, MRI, atau EMG.

Penanganan nyeri punggung
Pengobatan pada nyeri punggung terdiri dari medikamentosa (obat-obatan), exercise, alat bantu korset yang disesuaikan dengan keadaan nyeri punggung, terapi fisik, program penurunan berat badan bagi penderita obesitas, olahraga yang dianjurkan seperti berenang, pilates, dan yoga, pola hidup sehat, dan menghindari kebiasaan buruk merokok serta minum alkohol.

Modalitas lain untuk mengatasi nyeri punggung adalah dengan tindakan suntikan steroid pada daerah yang menyebabkan nyeri, misalnya bila nyerinya akibat kelainan pada sendi facet maka dapat lakukan facet block. Sedangkan kalau nyeri akibat spinal stenosis, dapat dilakukan injeksi steroid pada daerah epidural. Bila akibat penekanan saraf spinal, dapat dilakukan tindakan selective nerve block lewat foraminal sesuai saraf yang diinginkan.

Modalitas yang terakhir adalah operasi. Operasi pada kasus nyeri punggung bisa dengan cara operasi konvensional atau operasi invasif minimal (menggunakan endoskopi-mikroskop). Jenis operasi konvensional dapat berupa dekompressi lubang saraf  dengan cara laminotomi, laminektomi foraminotomi, flavektomi, dan kadang disertai stabilisasi posterior dengan pemasangan plate dan screw. Operasi invasif minimal saat ini digemari oleh penderita nyeri punggung, terutama nyeri punggung bawah akibat HNP (hernia nukleus pulposus) pada usia 30-50 tahun, atau spinal stenosis pada usia lanjut. Prosedur minimalis dilakukan microdisectomi dengan menggunakan bantuan endoskopi atau mikroskopi.
 

dr. Muki Partono, Sp.OT

Spesialis Bedah Ortopedi
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Rabu, 21 Okt 2015

Vaksin Hepatitis A untuk Anak

Read More
Health Articles Sabtu, 19 Jan 2019

Bebaskan Pergelangan Tangan dari Nyeri

Read More
Health Articles Sabtu, 25 Jun 2016

Teknik Pemeriksaan Payudara

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor