PFA (Pulsed Field Ablation): Teknologi Ablasi Jantung Inovatif dengan Pemulihan Lebih Cepat

Oleh Tim RS Pondok Indah

Rabu, 26 Agustus 2026

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

PFA adalah prosedur ablasi jantung untuk menangani gangguan irama jantung dengan memanfaatkan medan listrik berkekuatan tinggi. Simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini!

PFA (Pulsed Field Ablation): Teknologi Ablasi Jantung Inovatif dengan Pemulihan Lebih Cepat

Gangguan irama jantung atau aritmia tidak hanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga bisa meningkatkan risiko stroke serta gagal jantung apabila tidak ditangani dengan tepat. Kondisi ini umumnya perlu dikendalikan dengan konsumsi obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Namun, jika kondisi ini sudah tidak bisa dikontrol dengan terapi farmakologis saja, dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani prosedur medis lanjutan.


Selama ini, ablasi kateter menjadi salah satu pilihan utama untuk mengatasi aritmia yang tidak membaik dengan obat-obatan. Kini, hadir metode bernama pulsed field ablation (PFA) yang memiliki efektivitas tinggi dan lebih minim efek samping dari teknik ablasi jantung konvensional.


Apa Itu Pulsed Field Ablation (PFA)?

PFA (pulsed field ablation) adalah prosedur ablasi jantung yang menggunakan medan listrik berkekuatan tinggi dalam durasi sangat singkat untuk menonaktifkan jaringan jantung yang memicu atau menyebabkan gangguan irama. 


Berbeda dengan ablasi jantung radiofrekuensi yang menggunakan panas atau cryoablation yang menggunakan suhu dingin, PFA merupakan metode minimal invasif yang tidak menggunakan teknik elektroporasi, yakni penggunaan medan listrik untuk membentuk pori-pori kecil pada membran sel jantung yang bermasalah. 


Karena tidak mengandalkan panas maupun dingin, PFA disebut sebagai teknik ablasi nontermal. Berkat metode ini, dokter spesialis jantung dapat lebih lebih selektif dalam menargetkan jaringan jantung yang bermasalah, khususnya pada kasus fibrilasi atrium, tanpa merusak struktur penting di sekitar jantung.


Baca juga: Pahami Pentingnya Pacemaker untuk Penderita Aritmia


Manfaat PFA

Ablasi jantung konvensional memang efektif dalam menangani gangguan irama jantung, terutama fibrilasi atrium. Akan tetapi, teknik ablasi konvensional seperti radiofrekuensi dan cryoablation berpotensi merusak struktur di sekitar jaringan jantung yang bermasalah.


Di sini, PFA hadir sebagai metode ablasi jantung inovatif yang menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya:


  • Akurasi tinggi dalam menargetkan jaringan jantung yang bermasalah
  • Risiko kerusakan struktur sekitar jantung lebih minimal
  • Risiko efek samping lebih minim
  • Durasi tindakan lebih singkat
  • Proses pemulihan relatif lebih cepat


Indikasi PFA

PFA umumnya dipertimbangkan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk menangani beberapa kondisi berikut:


  • Fibrilasi atrium paroksismal, yaitu fibrilasi atrium yang muncul secara episodik dan dapat kembali normal dengan sendirinya
  • Fibrilasi atrium persisten yang tidak membaik dengan terapi obat antiaritmia
  • Pasien dengan gejala aritmia yang sudah mengganggu kualitas hidup, seperti sakit kepala ekstrem dan nyeri dada yang sering kambuh
  • Pasien yang sebelumnya pernah menjalani ablasi jantung konvensional namun mengalami kekambuhan
  • Pasien yang berisiko tinggi mengalami komplikasi dari ablasi konvensional 


Baca juga: Penyakit Jantung Koroner: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan


Kontraindikasi PFA

Meski menawarkan berbagai keunggulan, PFA tidak dapat dilakukan pada semua pasien dengan gangguan irama jantung. Beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan dokter untuk menunda atau tidak menganjurkan PFA meliputi:


  • Adanya trombus atau bekuan darah di dalam jantung
  • Infeksi aktif yang belum tertangani
  • Gangguan pembekuan darah yang tidak terkontrol
  • Kondisi jantung struktural berat yang memerlukan penanganan lain terlebih dahulu
  • Kondisi umum pasien yang belum cukup stabil untuk menjalani tindakan medis


Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah akan melakukan evaluasi menyeluruh terlebih dahulu untuk memastikan PFA merupakan pilihan yang aman dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.


Persiapan Sebelum PFA

Sebelum menjalani PFA, pasien akan melalui serangkaian pemeriksaan untuk memastikan kondisi jantung dan kesehatan secara umum siap menjalani prosedur. Beberapa persiapan yang umumnya dilakukan meliputi:


  • Pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah
  • Pemeriksaan penunjang, seperti elektrokardiografi (EKG), ekokardiografi, dan pencitraan jantung lainnya untuk menilai struktur dan fungsi jantung
  • Pemeriksaan laboratorium darah, termasuk fungsi pembekuan darah
  • Informasikan riwayat alergi pada tim medis
  • Bila sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani Anda
  • Berpuasa setidaknya 4-8 jam sebelum prosedur jantung dilakukan


Beberapa pasien juga dapat diberikan instruksi yang spesifik oleh tim medis atau dokter beberapa hari atau minggu sebelum jadwal prosedur. Sebagai contoh, dokter dapat menganjurkan penyesuaian atau penghentian konsumsi obat pengencer darah 3 sampai 7 hari sebelum PFA dilaksanakan.


Baca juga: Pulsed Field Ablation di Jakarta dan Tangerang dengan RS Pondok Indah: Prosedur Singkat dan Pemulihan Lebih Cepat


Prosedur PFA

Prosedur PFA akan dilakukan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berpengalaman dalam bidang elektrofisiologi. 


Ablasi dengan teknik PFA umumnya berdurasi sekitar 1 hingga 2 jam, lebih singkat ketimbang ablasi jantung konvensional yang dapat memakan waktu 3 hingga 4 jam. Namun, perlu diketahui bahwa estimasi durasi tindakan dapat bervariasi, tergantung kompleksitas kondisi masing-masing pasien.


Berikut ini adalah tahapan umum prosedur PFA:


  1. Pasien akan diberikan anestesi lokal pada area masuknya kateter, disertai sedasi agar lebih nyaman selama tindakan berlangsung.
  2. Dokter memasukkan kateter khusus melalui pembuluh darah di area selangkangan menuju jantung, dipandu dengan pencitraan fluoroskopi.
  3. Dokter menempatkan ujung kateter pada titik jaringan jantung yang menjadi sumber gangguan irama.
  4. Energi listrik dialirkan dalam hitungan detik untuk menonaktifkan jaringan jantung yang bermasalah melalui proses elektroporasi.
  5. Tahapan ini diulang pada beberapa titik yang diperlukan hingga seluruh area target selesai ditangani.
  6. Dokter melakukan evaluasi ulang untuk memastikan jaringan yang menjadi sumber gangguan irama sudah berhasil dinonaktifkan.
  7. Setelah selesai prosedur dilakukan, kateter akan dikeluarkan dan akses kateter akan ditutup.


Pemulihan Pasca PFA

Setelah prosedur PFA selesai, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan untuk pemantauan sebelum diperbolehkan pulang atau menjalani rawat inap singkat. Pasien hanya akan diperbolehkan pulang setelah dokter menilai kondisinya sudah cukup stabil.


Sebelum pulang, dokter biasanya akan memberikan beberapa instruksi untuk mendukung proses pemulihan pasca PFA. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan setelah menjalani PFA:


  • Batasi aktivitas fisik berat selama beberapa hari 
  • Hindari mengangkat beban berat selama setidaknya seminggu
  • Konsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter untuk mencegah pembentukan bekuan darah
  • Segera hubungi dokter apabila muncul gejala seperti nyeri dada, sesak napas berat, atau perdarahan yang tidak kunjung berhenti di area penyuntikan


Selain itu, dokter juga biasanya akan menjadwalkan kontrol rutin untuk memeriksa hasil prosedur PFA. Ikutilah jadwal kontrol rutin ini dengan teratur agar dokter dapat menilai efektivitas prosedur dan dampaknya pada kondisi kesehatan Anda. 


Gangguan irama jantung atau aritmia adalah kondisi yang tidak bisa disepelekan. Kondisi ini sering kali berkembang pelan-pelan, namun dapat menimbulkan dampak serius apabila dibiarkan tanpa penanganan, seperti stroke dan gagal jantung.


Jangan biarkan gangguan irama jantung terus mengganggu kesehatan Anda. Dengan hadirnya PFA, gangguan irama jantung kini dapat ditangani dengan pendekatan yang lebih presisi dan risiko efek samping yang lebih rendah.


Segera buat janji temu dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Heart Centre RS Pondok Indah - Pondok Indah untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cari tahu apakah PFA bisa menjadi pilihan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.


Baca juga: Orbital Atherectomy, Bedah Minimal Invasif untuk Mengatasi Sumbatan Pembuluh Darah



FAQ


Apa Itu Tindakan PFA?

PFA (Pulsed Field Ablation) adalah teknologi terbaru dalam prosedur ablasi jantung yang digunakan untuk menangani aritmia, terutama fibrilasi atrium (AF). PFA bekerja menggunakan energi listrik bertegangan tinggi dalam durasi sangat singkat untuk menghancurkan jaringan jantung yang menjadi sumber sinyal listrik abnormal penyebab aritmia. 


Prosedur PFA dilakukan melalui kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di selangkangan tanpa perlu operasi terbuka. Selain itu, prosedur ini juga memiliki tingkat efektivitas yang tinggi serta relatif lebih singkat dan minim risiko efek samping bila dibandingkan dengan ablasi jantung konvensional.


Apakah Ablasi Jantung PFA Sakit?

Selama menjalani ablasi jantung PFA, pasien akan diberikan bius lokal dan sedasi sehingga tidak merasa sakit. Beberapa pasien mungkin merasakan sedikit tidak nyaman pada area masuknya kateter, namun proses ablasi jantung PFA sendiri tidak menyakitkan. 


Setelah prosedur selesai dan efek anestesi berkurang, pasien mungkin akan merasakan sedikit nyeri atau tidak nyaman, namun hal ini umumnya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang menangani Anda.


Berapa Lama Pemulihan Setelah Ablasi Jantung PFA?

Sebagian besar pasien dapat kembali menjalani aktivitas ringan dalam beberapa hari setelah menjalani PFA. Setelah prosedur, biasanya pasien hanya memerlukan rawat inap selama 1-2 hari. Setelah diperbolehkan pulang, kebanyakan pasien juga bisa kembali beraktivitas ringan dalam 2-3 hari. 


Meski demikian, aktivitas berat olahraga intensif, dan mengangkat benda berat sebaiknya tetap dihindari selama 1-2 minggu. Selain itu, pasien juga tetap dianjurkan untuk menjalani kontrol rutin dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah pada 1, 3, dan 6 bulan setelah prosedur untuk memantau irama jantung dan menilai keberhasilan prosedur PFA.



Referensi:

  1. Schiavone M, & Tondo C. Pulsed field ablation in atrial fibrillation ablation: where are we and where are we going?. European Heart Journal Supplements: Journal of the European Society of Cardiology. 2025. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11836714/). Diakses pada 19 Agustus 2026. 
  2. Ezzeddine F, et al,. Pulsed Field Ablation: A Comprehensive Update. Journal of Clinical Medicine. 2024. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11396515/). Diakses pada 19 Agustus 2026. 
  3. Füting A, Neven K, et al,. Pulsed Field Ablation as First-Line Therapy for Atrial Fibrillation: A Substudy of the EU-PORIA Registry. Circulation: Arrhythmia and Electrophysiology. 2024. (https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/CIRCEP.124.013088). Diakses pada 19 Agustus 2026.  
  4. Verma A, Haines D, et al,. Pulsed Field Ablation for the Treatment of Atrial Fibrillation: PULSED AF Pivotal Trial. Circulation. 2023. (https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/CIRCULATIONAHA.123.063988). Diakses pada 19 Agustus 2026. 
  5. Cleveland Clinic. Pulsed-Field Ablation: A New, Highly Selective Catheter Ablation Method for Heart Arrhythmias. (https://consultqd.clevelandclinic.org/pulsed-field-ablation-a-new-highly-selective-catheter-ablation-method-for-heart-arrhythmias). Direvisi terakhir 17 Januari 2024. Diakses pada 19 Agustus 2026. 
  6. Cleveland Clinic. Persistent Atrial Fibrillation. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23446-persistent-atrial-fibrillation). Direvisi terakhir 1 Juli 2022. Diakses pada 19 Agustus 2026.   
  7. Mayo Clinic. Novel pulsed field ablation offers patients safer and faster atrial fibrillation ablation. (https://www.mayoclinic.org/medical-professionals/cardiovascular-diseases/news/novel-pulsed-field-ablation-offers-patients-safer-and-faster-atrial-fibrillation-ablation/mac-20567834). Direvisi terakhir 29 Mei 2024. Diakses pada 19 Agustus 2026.