Kehamilan Trimester 2 dan Berbagai Perubahan yang Dialami Ibu Hamil

Oleh Tim RS Pondok Indah

Senin, 08 Juli 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Kehamilan trimester 2 merupakan masa paling nyaman bagi ibu hamil. Sebab pada masa ini nafsu makan mulai membaik dan ibu hamil akan merasa lebih bersemangat.

Kehamilan Trimester 2 dan Berbagai Perubahan yang Dialami Ibu Hamil

Normalnya kehamilan berlangsung selama 40 minggu, yang dibagi menjadi 3 trimester. Umumnya perubahan tubuh yang dialami ibu hamil baru akan terlihat signifikan ketika kehamilan memasuki trimester 2. Berbagai perubahan fisik maupun psikologis pada ibu hamil trimester 2 bisa menyebabkan keluhan yang tidak selalu bisa diabaikan.


Trimester kedua kehamilan dimulai dari usia kehamilan 14 minggu dan akan berakhir pada usia kehamilan 27 minggu. Secara umum, janin akan mematangkan organ-organ tubuhnya ketika kehamilan memasuki trimester 2.


Perkembangan janin juga berarti bahwa ukuran janin akan semakin besar. Penambahan ukuran janin ini tentu akan menyebabkan perubahan pada fisik maupun psikis ibu hamil.


Perubahan Fisik pada Ibu Hamil Trimester 2

Penambahan berat badan yang dialami ibu hamil secara tidak langsung bisa menjadi indikator perkembangan janin. Normalnya, peningkatan berat badan yang dialami ibu hamil trimester 2 setiap bulannya adalah sebanyak 1,5 - 2 kg. Kondisi ini juga dibarengi dengan perubahan ukuran perut ibu hamil. 


Berikut ini adalah beberapa perubahan fisik pada ibu hamil trimester 2 beserta penjelasan singkatnya:


1. Mulai Nafsu Makan

Adaptasi selama trimester 1 terhadap berbagai perubahan akan membuat ibu hamil mulai bisa menikmati makanan. Meski ada juga beberapa ibu hamil yang tetap mengalami hingga bayi dilahirkan, mual muntah umumnya akan mulai berkurang ketika kehamilan memasuki trimester 2.


2. Perut Makin Membesar

Seiring dengan pertambahan usia kehamilan, ukuran janin juga makin bertambah. Kondisi ini diikuti dengan peregangan rahim, yang dikenali sebagai perut yang makin membuncit. Perubahan ini terlihat paling signifikan pada usia kehamilan 20 minggu, karena tinggi fundus uteri (bagian teratas rahim) adalah setinggi pusar.


Pada beberapa kasus, membesarnya ukuran perut disertai dengan keluhan gatal karena adanya peregangan kulit. Selain perut, payudara dan puting pun makin besar, dengan bagian areola (lingkaran berwarna hitam di sekitar puting) makin gelap. 


3. Nyeri Perut Bagian Bawah

Membesarnya ukuran perut yang ibu alami di trimester 2 juga akan menyebabkan nyeri di perut bawah. Keluhan ini bisa saja terjadi karena adanya peregangan pada ligamen penyokong rahim. Nyeri akan makin parah ketika ibu hamil mengubah posisi dan membaik dengan mengompres hangat. Namun, ibu tidak usah khawatir, karena nyerinya tidak parah, bahkan kebanyakan hanya mengeluhkan rasa tidak nyaman saja.


Baca juga: Cara Mengatasi Badan Pegal-pegal pada Ibu Hamil


4. Nyeri Pinggang atau Panggul

Penambahan berat badan dan membuncitnya perut akan memberikan beban tambahan pada tulang punggung yang merupakan penopang utama tubuh. Untuk meredakannya, ibu hamil bisa melakukan peregangan serta olahraga ringan untuk menguatkan otot punggung.


5. Pergerakan Janin

Makin sempurnanya tubuh janin dalam kandungan berarti pergerakannya pun akan makin nyata ibu rasakan. Perubahan ini terutama dirasakan saat usia kehamilan mencapai minggu ke-20 pada kehamilan pertama, atau bisa lebih cepat pada kehamilan berikutnya.



6. Kulit Jadi Lebih Gelap

Memasuki usia kehamilan di bulan ke-4, ibu hamil mungkin akan melihat munculnya bintik hitam di wajah, garis gelap dari pusar sampai tulang kemaluan, bahkan warna kulit jadi lebih gelap. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan hormon selama kehamilan trimester kedua.


Meski mengganggu penampilan, perubahan pada tubuh ibu hamil trimester 2 yang terjadi di kulit ini hanya sementara. Beberapa saat setelah melahirkan, umumnya kondisi kulit akan kembali seperti sebelum hamil.


7. Hidung Tersumbat

Perubahan kadar hormon saat hamil akan menyebabkan pembengkakan pembuluh darah serta produksi lendir di hidung, akibatnya ibu hamil akan merasakan hidung tersumbat. Kondisi yang dikenal juga dengan istilah rhinitis kehamilan ini akan membaik setelah proses persalinan dan tidak membahayakan janin. 


Namun, ketika hidung tersumbat yang ibu alami disertai dengan demam maupun tanda infeksi lain, segera periksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan, ya!


8. Pusing atau Sakit Kepala

Perubahan pembuluh darah untuk mengoptimalkan kehamilan salah satunya adalah pelebaran pembuluh darah. Akibat perubahan ini, ibu hamil akan mengeluhkan pusing maupun sakit kepala. Untuk mengatasinya, ibu sebaiknya istirahat secukup mungkin dan tidak langsung berdiri dari posisi duduk maupun tidur.


9. Gusi Berdarah dan Gigi Sensitif

Peningkatan aliran darah sebagai salah satu bentuk perubahan pembuluh darah akibat proses kehamilan juga bisa menyebabkan gusi menjadi bengkak. Kondisi ini menyebabkan gusi menjadi lebih mudah berdarah dan lebih sensitif.


Selain itu, mual muntah yang mungkin ibu alami di trimester 1 akan membuat enamel (lapisan terluar gigi) terkikis, sehingga gigi pun menjadi lebih sensitif.


Baca juga: Berbahayakah Tensi Tinggi Saat Hamil?


10. Peningkatan Asam Lambung

Peningkatan kadar hormon progesteron selama hamil bertujuan untuk memperlambat pergerakan usus, sehingga proses penyerapan nutrisi makanan lebih maksimal. Namun, kondisi ini juga menyebabkan katup penyekat lambung melemah.


Akibatnya, asam lambung berpotensi naik sampai ke kerongkongan dan menyebabkan ibu hamil mengalami heartburn (nyeri yang terasa seperti terbakar atau panas di kerongkongan). 

Selain itu, ukuran rahim yang membesar juga akan menekan lambung, yang kemudian mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.


11. Kram pada Kaki Maupun Tangan

Penambahan berat badan, perubahan kadar hormon selama hamil, dehidrasi maupun kelelahan yang ibu hamil alami, bisa menyebabkan kram. Kaki kram lebih sering dikeluhkan oleh ibu hamil trimester 2, tetapi tangan juga bisa mengalami keluhan serupa. 


12. Kontraksi Palsu

Pada trimester kedua ibu hamil, khususnya di minggu-minggu akhir, kontraksi palsu dapat dirasakan. Terjadinya peregangan pada otot rahim merupakan pemicu terjadinya kondisi yang dikenal dengan Braxton Hicks ini. Waktu munculnya kontraksi tidak bisa diprediksi, tetapi keluhan akan membaik ketika ibu beristirahat dan mengubah posisi. Meski jarang, kondisi ini juga bisa memicu mual, kram, maupun sesak napas. 


Namun, kontraksi ini bukan merupakan tanda bahwa waktu persalinan sudah dekat, ya! Ibu perlu membedakan kontraksi palsu dan kontraksi yang merupakan tanda persalinan.


Selain itu, beberapa ibu hamil juga bisa mengalami perubahan pada organ intim, berupa keputihan. Kondisi ini terjadi karena adanya peningkatan aliran darah ke bagian panggul. Selain itu, keputihan yang dialami oleh ibu hamil trimester 2 juga bisa terjadi karena perubahan kadar hormon kehamilan.


Penekanan pada kandung kemih akibat meregangnya rahim akan membuat ibu hamil sulit menahan BAK. Akibatnya, ibu hamil lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih, terutama menjelang akhir trimester 2.


Baca juga: Anyang-anyangan Saat Hamil, Berbahayakah?


Perubahan Psikologis Ibu Hamil Trimester 2

Memasuki akhir trimester 2, ibu hamil juga makin merasakan komunikasi dengan janin melalui gerakan-gerakan yang dilakukan sebagai responnya. Kemungkinan terjadinya keguguran juga jauh berkurang saat memasuki kehamilan trimester 2, sehingga beberapa ibu merasa lebih lega dan tenang.


Namun, berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bahkan menurunkan kepercayaan diri.


Selain itu, memasuki trimester 2 artinya waktu untuk persalinan pun makin dekat. Tak jarang ibu merasakan kekhawatiran tentang proses persalinan yang akan berlangsung nantinya, kelancaran proses menyusui, hingga menjalankan peran baru sebagai seorang ibu.


Sebenarnya perubahan psikologis ibu hamil trimester 2 wajar saja terjadi, tetapi kondisi ini perlu dikomunikasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan ketika kontrol rutin kehamilan. Konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan bisa memberikan solusi untuk mengatasi kekhawatiran yang Anda rasakan, maupun perubahan psikologi lain yang terjadi.



Kebutuhan Ibu Hamil Trimester 2

Untuk memastikan kehamilan berjalan lancar, ibu hamil diharapkan memenuhi keutuhannya. Yang dimaksud sebagai kebutuhan ibu hamil trimester 2 tidak hanya dari asupan nutrisi, melainkan juga beberapa hal yang bisa mengurangi keluhan maupun menjaga kesehatan. Berikut ini adalah beberapa kebutuhan ibu hamil trimester 2 yang sebaiknya Anda penuhi:


1. Nutrisi Ibu Hamil Trimester 2

Meski perkembangan pesat janin terjadi di trimester pertama, bukan berarti ibu hamil bisa makan bebas pada trimester 2. Asupan nutrisi untuk ibu hamil trimester 2 juga perlu diperhatikan untuk memastikan tumbuh kembang janin terjadi sesuai usia kehamilan. Ibu tetap perlu mengonsumsi berbagai gizi penting seperti zat besi, kalsium, magnesium, omega 3, vitamin, hingga asam folat untuk mengoptimalkan mengoptimalkan perkembangan tubuh janin serta mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin.


Selain itu, makanan bergizi juga diperlukan untuk menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, sekaligus mengupayakan penambahan berat badan sesuai dengan yang dianjurkan.


Baca juga: Ibu Hamil Harus Makan untuk Dua Orang, Mitos atau Fakta?


2. Pakaian yang Nyaman

Perubahan pada tubuh biasa mulai dirasa signifikan saat memasuki trimester 2. Beberapa pasang pakaian kerja, pakaian santai, maupun gaun baru mungkin perlu ibu beli agar lebih nyaman dengan kondisi tubuh saat ini. Menggunakan baju hamil yang sesuai dengan kondisi tubuh saat ini juga akan mendukung ibu hamil untuk lebih nyaman ketika beraktivitas.


3. Posisi Tidur yang Nyaman

Sulitnya menemukan posisi yang nyaman merupakan salah satu alasan ibu hamil trimester 2 kesulitan tidur. Untuk mengatasinya, ibu hamil bisa tidur dengan posisi miring ke kiri dengan mengganjal punggung menggunakan guling. Selain menjadi posisi tidur yang nyaman, miring ke kiri akan melancarkan peredaran darah ke plasenta dan janin sekaligus mengurangi bengkak yang dialami ibu hamil.


4. Losion Tubuh

Selain menjaga kelembaban kulit, mengoleskan losion juga disarankan untuk meredakan gatal pada kulit perut yang dirasakan oleh ibu hamil trimester 2. Sebagai alternatif, ibu hamil juga bisa mengoleskan minyak nabati atau minyak alami yang tidak mengandung pewangi, untuk mendapatkan manfaat serupa.


5. Kebersihan dan Kesehatan Rongga Mulut

Perubahan pada gusi yang terjadi pada ibu hamil trimester 2 akan meningkatkan risiko terjadinya radang gusi (gingivitis). Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan janin. Agar janin bisa terus tumbuh dan berkembang dengan optimal, sudah selayaknya ibu hamil menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut dengan menggosok gigi setidaknya 2 kali dalam sehari.


6. Senam Kegel

Adanya peregangan pada otot penyangga rahim bisa menyebabkan ibu hamil mengompol. Senam kegel disarankan untuk menguatkan otot panggul sekaligus mencegah ibu hamil mengompol. Rutin melakukan senam kegel juga dipercaya dapat membantu proses persalinan normal menjadi lebih lancar.


Baca juga: Jaga Postur Saat Hamil


7. Kelas Ibu Hamil

Acara yang biasa diadakan oleh rumah sakit, termasuk RS Pondok Indah, ini bertujuan untuk memberikan informasi seputar kesehatan ibu hamil dan persiapan persalinan, maupun hal-hal yang perlu diketahui saat menyusui nanti. Salah satu sesi dalam kelas ini adalah senam hamil, termasuk yoga, yang dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. 


Selain memenuhi beberapa kebutuhan ibu hamil trimester 2, kontrol rutin kehamilan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan juga perlu dilakukan. Sebab, dokter akan memantau tumbuh kembang janin, memeriksa kesehatan ibu, serta melakukan skrining penyulit kehamilan. 


Dokter kandungan bisa saja menyarankan ibu untuk mengonsumsi suplemen atau vitamin ibu hamil, jika kebutuhan nutrisi tidak bisa dipenuhi melalui makanan sehari-hari. Beberapa obat juga bisa diresepkan sesuai dengan keluhan dan kondisi medis masing-masing ibu. Bila memang diperlukan penanganan lebih lanjut, dokter spesialis kebidanan dan kandungan bisa merujuk ibu ke dokter yang sesuai.


Hal tersebut akan lebih mudah dilakukan dalam satu rumah sakit, seperti RS Pondok Indah. Rumah sakit kami telah dilengkapi dengan fasilitas terkini dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpengalaman, bahkan hampir semua subspesialis kebidanan dan kandungan yang diperlukan untuk mendukung kehamilan telah berpraktik di RS Pondok Indah. 


Anda pun tidak perlu khawatir lagi dengan perubahan yang terjadi selama kehamilan, baik di trimester 2 maupun trimester lain. RS Pondok Indah akan memberikan pelayanan maksimal demi menjaga kesehatan ibu dan janin, sehingga proses kehamilan lancar hingga proses persalinan selesai dilakukan.



Referensi: 

  1. Gil-Montoya JA, Rivero-Blanco T, et al,. Oral and general health conditions involved in periodontal status during pregnancy: A prospective cohort study. Archives of Gynecology and Obstetrics. 2023. (https://link.springer.com/article/10.1007/s00404-022-06843-3). Diakses pada 27 Juni 2024. 
  2. Farias PM, Marcelino G, et al,. Minerals in pregnancy and their impact on child growth and development. Molecules. 2020. (https://www.mdpi.com/1420-3049/25/23/5630). Diakses pada 27 Juni 2024.
  3. The American College of Obstetricians and Gynecologists. Changes During Pregnancy. (https://www.acog.org/womens-health/infographics/changes-during-pregnancy). Diakses pada 27 Juni 2024.
  4. Cleveland Clinic. Pregnancy: Second Trimester. (https://my.clevelandclinic.org/health/articles/16092-pregnancy-second-trimester). Direvisi terakhir 8 November 2021. Diakses pada 27 Juni 2024.
  5. Johns Hopkins. The Second Trimester. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-second-trimester). Diakses pada 27 Juni 2024.
  6. Mayo Clinic. 2nd trimester pregnancy: What to expect. (https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20047732). Direvisi terakhir 9 Maret 2022. Diakses pada 27 Juni 2024.