Flu Singapura Pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Thursday, 20 June 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Flu Singapura ditandai dengan demam, sakit tenggorokan dan muncul bintil berisi air di rongga mulut yang pecah menjadi sariawan. Kenali cara penyembuhannya.

Flu Singapura Pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Penyakit yang lebih sering dialami oleh anak dan balita ini sebenarnya sudah tidak asing lagi. Namun, flu Singapura bisa saja menginfeksi orang dewasa, terutama mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.


Gejala flu Singapura sebenarnya sangat khas, tetapi bisa saja menyerupai penyakit lain. Agar tidak salah, ketahui informasi mengenai flu Singapura dalam artikel ini.


Mengenal Flu Singapura

Meskipun dianggap sebagai penyakit baru, sebenarnya flu Singapura sudah lama ada dan dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD).


Hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit penyakit yang muncul di area tangan, kaki, dan mulut akibat infeksi virus menular. Meskipun dapat menginfeksi semua orang, terlepas daripada umur, penyakit ini paling sering menyerang anak di bawah usia 5 tahun.


Baca juga: Katakan Tidak untuk Dehidrasi pada Anak!



Penyebab Flu Singapura

Flu Singapore atau flu Singapura disebabkan oleh infeksi Enterovirus, khususnya virus Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71).


Virus penyebab flu Singapura ini menyebar ke mulut, sekitar amandel, dan kemudian masuk ke dalam sistem pencernaan. Selanjutnya, virus akan menyebar ke seluruh tubuh melalui sistem aliran darah.

Biasanya, sebelum penyakit flu Singapura menyerang organ vital dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan berusaha melawannya. Namun, hal ini menjadi berbahaya apabila sistem kekebalan penderita kurang kuat mengendalikannya.


Penularan Flu Singapura

Penularan flu Singapura lebih mudah terjadi pada anak maupun di daerah yang padat penduduk, karena penyakit ini ditularkan melalui udara (airborne disease). Jadi, ketika Anda maupun si kecil menghirup udara yang tercemar percikan dahak penderita flu Singapura, virus akan masuk dan menginfeksi tubuh. Terjadinya infeksi flu Singapore menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh telah kalah melawan infeksi virus penyebab flu Singapore. 


Cairan tubuh lain, seperti ingus, cairan dalam lepuhan yang pecah, maupun dari tinja yang telah terinfeksi virus penyebab flu Singapura juga bisa menjadi sumber penularan. Berbagai sumber penularan ini dapat menginfeksi ketika kita berbicara dalam jarak dekat dan berbagi alat makan dengan penderita, menyentuh benda, termasuk gagang pintu dan meja, yang telah terkontaminasi.


Baca juga: Si Kecil Mimisan, Berbahayakah?


Masa Inkubasi dan Gejala Flu Singapura

Masa inkubasi flu Singapura adalah selama 3-6 hari sejak terpapar dengan sumber infeksi.


Adapun gejala awal yang akan dikeluhkan penderita flu Singapura mencakup:


  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Ruam merah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Ada luka lepuhan atau sariawan di mulut
  • Badan pegal-pegal
  • Nyeri perut
  • Anak dan balita akan menjadi lebih rewel


Selain itu, sekitar 1-2 hari sejak terjadi demam akan muncul gejala lain, yakni bintil berisi air di rongga mulut yang kemudian akan pecah dan menjadi sariawan. Bintil ini pertama kali muncul di bagian pangkal tenggorok atau dekat amandel baru kemudian ke bagian depan.


Bersamaan dengan munculnya bintil dalam rongga mulut, penderita flu Singapura juga akan mengalami ruam merah pada telapak tangan, telapak kaki serta bokong atau bagian yang tertutup popok. Pada anak akan tampak lebih rewel. Kebanyakan pasien juga kurang nafsu makan, hingga tidak mau makan dan minum, karena sakit tenggorok yang dialami.


Meski tidak selalu parah, keluhan dari flu Singapura tetap bisa mengganggu. Jadi, tidak ada salahnya untuk memastikannya dengan memeriksakan sang buah hati ke dokter spesialis anak. Nantinya dokter akan memberikan penanganan yang sesuai, setelah memeriksa dan memastikan kondisi si kecil.


Baca juga: Waspada Pneumonia pada Anak


Cara Menyembuhkan Flu Singapura

Sebenarnya flu Singapura adalah penyakit yang cukup ringan dan tidak memerlukan penanganan khusus, karena infeksi oleh virus umumnya akan sembuh sendiri dalam waktu 10 hari. Namun, beberapa penanganan perlu dilakukan untuk meredakan gejala yang dialami, serta mencegah terjadinya komplikasi.


Untuk mempercepat penyembuhan flu Singapura, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:


  • Berikan makanan yang bertekstur lembek, tidak asam, dan tidak panas
  • Pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi
  • Berikan kompres untuk meredakan demam



Komplikasi Flu Singapura

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebenarnya flu Singapura bersifat cukup ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan munculnya komplikasi medis pada kasus yang lebih parah.


Komplikasi yang mungkin muncul mencakup:


  • Dehidrasi akibat sariawan yang membuat penderita sulit minum
  • Ensefalitis
  • Meningitis
  • Miokarditis


Baca juga: Mengenal dan Mencegah Cacar Air pada Anak


Kapan Flu Singapura Dianggap Berbahaya?

Apabila demam sudah terjadi selama 3 hari dan tidak ada perbaikan, bahkan mengalami gejala flu Singapura yang muncul lebih parah, memeriksakan diri ke dokter adalah hal yang penting dilakukan. Dengan berkonsultasi ke dokter, penanganan tepat dapat diberikan.


Penanganan yang dilakukan dokter meliputi peresepan obat penurun demam, yang juga bisa meredakan nyeri akibat sariawan dalam rongga mulut. Selain itu, dokter juga akan meresepkan obat kumur maupun oles atau semprot untuk meredakan dan mengatasi sariawan serta sakit tenggorokan.  


Baca juga: Vitamin Tambahan untuk Si Kecil, Perlukah?


Pencegahan Flu Singapura

Sayangnya, sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi flu Singapura, sehingga kemungkinan infeksi flu Singapura bisa berulang. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena ada beberapa pencegahan yang dapat diterapkan.


Beberapa upaya untuk mencegah infeksi flu Singapura, sekaligus penularannya, adalah dengan sering mencuci tangan, menerapkan etika batuk, tidak berbagi penggunaan peralatan makan, serta menghindari kontak dengan anak maupun orang dewasa yang sedang menderita kondisi ini.


Flu Singapura umumnya tidak berbahaya, tetapi kondisi ini tetap memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat. Jadi, jangan berpikir dua kali untuk memeriksakan si kecil ke Dokter Spesialis Anak atau memeriksakan diri Anda ke dokter jika menemukan beberapa keluhan yang menyerupai gejala Flu Singapore. Pemeriksaan terutama diwajibkan jika keluhan dialami oleh bayi yang belum genap berusia 6 bulan maupun keluhan tidak membaik dalam 10 hari.