Oleh Tim RS Pondok Indah
DEXA scan digunakan untuk mengukur kepadatan tulang serta komposisi lemak dan otot tubuh. Prosedur ini berlangsung singkat dengan akurasi tinggi. Simak selengkapnya!

Selama ini DEXA scan lebih umum dikenal sebagai pemeriksaan baku untuk mengukur kepadatan mineral tulang. Namun, alat yang memanfaatkan radiasi sinar-X ini juga dapat digunakan untuk mengukur komposisi lemak dan otot, bahkan distribusinya dalam tubuh.
Karena dapat mengukur komposisi lemak dan otot, DEXA scan tidak hanya mampu mendeteksi risiko osteoporosis, tetapi juga cocok untuk orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan, maupun untuk menilai kebugaran atlet. Hasil pemeriksaan status gizi dari DEXA scan juga dinilai lebih akurat dibandingkan dengan yang menggunakan timbangan BIA (bioelectrical impedance analysis).
Prosedur pemeriksaan dengan DEXA scan sangat cepat, hanya sekitar 10–30 menit. Dengan paparan radiasi yang relatif rendah, dibandingkan dengan Rontgen, sehingga aman dilakukan secara berkala.
DEXA scan (dual-energy X-ray absorptiometry) adalah alat untuk mengukur kepadatan mineral tulang serta komposisi lemak dan otot. Alat medis ini menggunakan 2 jenis sinar-X dengan tingkat energi berbeda. Penggunaan dua jenis sinar-X dimaksudkan untuk membedakan tulang dan jaringan lemak atau otot di sekitarnya, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat untuk setiap variabel yang diukur.
Dalam melakukan pemeriksaan dengan DEXA scan, ahli radiologi akan mengoperasikan alat DEXA scan untuk memeriksa seluruh tubuh pasien, mulai dari kepala hingga kaki.
Khusus untuk pengukuran kepadatan tulang dan skrining osteoporosis, ahli radiologi biasanya akan mengarahkan ‘lengan’ DEXA scan ke beberapa titik sampel, yakni tulang belakang bagian bawah, tulang pinggul, dan lengan.
Sementara untuk pemeriksaan komposisi lemak dan otot, hasil yang akan ditampilkan adalah berupa distribusi secara visual serta kuantitatif.
Baca juga: Cegah Osteoporosis Sejak Dini
Secara umum, DEXA scan direkomendasikan untuk individu dengan kondisi-kondisi berikut ini:
Pasien osteoporosis juga dapat menjalani pemeriksaan dengan DEXA secara berkala. Tujuannya adalah untuk memantau hasil pengobatan osteoporosis, seperti melihat apakah kepadatan tulang meningkat, menetap, atau menurun.
Selain untuk memeriksa kepadatan tulang seseorang, DEXA scan juga dapat direkomendasikan bagi mereka yang perlu diperiksa komposisi tubuhnya, seperti:
Baca juga: Cara Pencegahan Osteoporosis pada Lansia
Manfaat utama DEXA scan adalah untuk mengukur kepadatan tulang (bone density) guna mendiagnosis osteoporosis, menilai risiko patah tulang, dan memantau efektivitas pengobatan bagi tulang.
Selain untuk mengukur kepadatan tulang, DEXA scan juga bermanfaat untuk mengukur kepadatan tulang serta komposisi lemak dan otot dalam tubuh. Namun, hasil pengukuran ini tidak hanya bisa memberikan informasi mengenai kesehatan saja. Hasil pemeriksaan ini juga bisa dijadikan acuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan ataupun menentukan rencana pengobatan.
Berikut ini adalah beberapa manfaat DEXA scan:
Sebelum menjalani prosedur DEXA scan, dokter akan mengevaluasi riwayat medis pasien, termasuk penyakit yang memengaruhi kondisi tulang, lemak, dan otot tubuh, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Setelah itu, dokter akan menentukan waktu pemeriksaan dengan DEXA scan.
Penjadwalan ini penting karena DEXA scan tidak boleh dilakukan dalam waktu 7 hari setelah pasien menjalani pemeriksaan radiologi menggunakan zat kontras, seperti CT scan atau MRI. Pasien juga perlu menghentikan konsumsi suplemen kalsium, 24 jam sebelum prosedur dilakukan, agar tindakan DEXA scan memberikan hasil yang optimal.
Jika sedang hamil, penting untuk menginformasikannya ke dokter agar prosedur tidak dilaksanakan. DEXA scan tidak direkomendasikan bagi ibu hamil karena tetap menggunakan radiasi meskipun paparannya sangat rendah.
Baca juga: DEXA Scan untuk Sports Enthusiasts, Langkah Awal untuk Tingkatkan Performa Olahraga
Sebelum menjalani DEXA scan, pasien dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar, serta tanpa resleting, ikat pinggang, atau kancing. Pasien juga tidak diperkenankan membawa barang berbahan logam, seperti kunci atau uang koin.
Setelah siap, pasien akan dipersiapkan untuk kemudian menjalani prosedur DEXA scan yang dipandu oleh tim medis khusus. Berikut ini adalah tahapan DEXA scan secara umum:
Setelah tindakan, pasien bisa langsung pulang dan beraktivitas seperti biasa. Hasil pengukuran kepadatan tulang serta komposisi lemak dan otot dengan DEXA scan akan dianalisis oleh dokter spesialis radiologi.
Nantinya, hasil pengukuran dengan DEXA scan yang telah dianalisis oleh dokter spesialis radiologi akan dijelaskan dokter spesialis terkait ke pasien, seperti dokter spesialis gizi klinik.
Dengan hasil analisis DEXA, dokter dapat menentukan langkah selanjutnya, termasuk merekomendasikan program diet yang tepat ataupun pengobatan medis yang sesuai dengan kondisi pasien.
Hasil tes DEXA scan untuk komposisi lemak dan otot tubuh akan berupa laporan kuantitatif dan visual yang menunjukkan proporsi lemak (total fat mass), otot (total lean mass), tulang (bone mineral mass), persentase lemak, serta distribusi lemak tubuh.
Baca juga: Apakah Osteoarthritis Bisa Sembuh? Lindungi Lutut Anda dari Osteoarthritis!
DEXA scan merupakan prosedur pemeriksaan yang relatif aman dilakukan dan jarang sekali menimbulkan komplikasi. Sebab DEXA scan bukanlah tindakan invasif sehingga tidak melukai jaringan tubuh, serta sinar radiasi yang digunakan sangat rendah.
Namun, pastikan bahwa Anda telah menginformasikan kondisi kesehatan Anda, termasuk riwayat penyakit dan kehamilan, saat dokter melakukan pemeriksaan, untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Mengetahui kepadatan tulang serta komposisi lemak dan otot tubuh sangat penting, terlebih jika Anda sedang mencari program diet yang tepat. Oleh karena itu, prosedur DEXA scan bisa dijalani untuk mencapai goals yang Anda inginkan dengan maksimal. Agar optimal, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis gizi klinik di RS Pondok Indah cabang terdekat untuk mendapatkan informasi DEXA scan secara rinci.
Dokter spesialis gizi klinik berpengalaman akan memberikan pelayanan yang optimal dengan dukungan fasilitas medis terkini dan canggih. Dokter gizi di rumah sakit kami juga akan membantu memahami hasil DEXA scan sekaligus merekomendasikan program terbaik untuk membantu mencapai berat badan ideal, sekaligus meningkatkan kualitas hidup Anda.
Baca juga: Patah Tulang Pinggul ke Dokter Apa?
Dokter dapat menyarankan pemindaian DEXA untuk mengukur kepadatan mineral tulang, mendeteksi osteoporosis, maupun untuk mengukur komposisi tubuh. Pemeriksaan ini dianjurkan karena cepat, tidak invasif, dan menghasilkan data yang akurat untuk diagnosis dan pengelolaan kondisi kesehatan tubuh.
Tidak, DEXA Scan tidak hanya digunakan untuk pemeriksaan osteoporosis. Selain digunakan untuk menilai kepadatan tulang dan risiko patah tulang (fraktur), DEXA Scan juga dapat digunakan untuk mengukur komposisi tubuh, seperti persentase lemak dan massa otot.
Jadi, DEXA Scan juga bisa membantu proses penilaian kesehatan metabolik, program penurunan berat badan, dan pengelolaan berbagai kondisi medis, seperti obesitas atau gangguan terkait massa otot.
Pemeriksaan DEXA Scan untuk skrining osteoporosis umumnya dianjurkan sejak usia 50 tahun. Akan tetapi, sebenarnya tidak ada batasan usia tertentu untuk menjalani DEXA Scan, terutama bila digunakan untuk mengukur komposisi lemak dan massa otot tubuh.
Pemeriksaan komposisi tubuh memiliki bermanfaat dalam memantau kesehatan dan kebugaran tubuh seseorang. Dengan mengetahui proporsi lemak, otot, dan air dalam tubuh seseorang, dokter dapat mengetahui gambaran kesehatan metabolik, mengidentifikasi risiko penyakit tertentu, ataupun memantau kemajuan program penurunan berat badan atau pembentukan otot orang tersebut.
DEXA Scan adalah salah satu tes paling akurat untuk mengukur komposisi tubuh. Sebab pemeriksaan ini mampu membedakan antara lemak, otot, dan tulang dalam tubuh secara detail, baik secara visual maupun kuantitatif. Tidak hanya demikian, DEXA Scan juga non-invasif dan dapat dilakukan dengan cepat sehingga pasien tetap nyaman selama dan setelah pemeriksaan.
Ditinjau oleh:
dr. Ida Gunawan, MS, Sp. G.K, Subsp. K.M., FINEM
Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
Referensi: