Hiperkalemia, Kondisi Kalium Tinggi Berlebih dalam Tubuh

Tuesday, 09 July 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Hiperkalemia adalah kondisi dimana kadar kalium dalam tubuh lebih tinggi dibanding yang diperlukan, yakni >5 mEq/L. Perhatikan cara mencegah dan penangannnya.

Hiperkalemia, Kondisi Kalium Tinggi Berlebih dalam Tubuh

Hiperkalemia adalah kondisi di mana kadar kalium melebihi nilai normal. Tingginya kadar kalium akan mengganggu kesehatan, mengingat peran pentingnya untuk beberapa organ. Untuk itu, sudah sewajarnya mengetahui penyebab kalium tinggi, agar bisa melakukan pencegahan. Selain itu, penanganan kalium tinggi juga perlu diketahui, supaya kondisi ini bisa teratasi sebelum menyebabkan komplikasi. 


Mineral memang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga fungsi sel saraf, otot, dan organ tubuh bekerja dengan semestinya Namun, hati-hati kekurangan dan kelebihan kadar mineral ini dalam tubuh, justru dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satunya adalah ketika terjadi peningkatan kadar kalium dalam tubuh, yang dikenal juga dengan hiperkalemia.


Apa itu Hiperkalemia?

Kalium merupakan salah satu mineral yang berperan penting dalam fungsi sel saraf, otot, fungsi jantung, ekskresi dan stabilisasi hormon, serta perpindahan cairan. Meski memiliki peran penting, tingginya kadar kalium dalam darah justru dapat mengganggu kesehatan.


Hiperkalemia adalah kondisi ketika kadar kalium dalam darah terlalu tinggi daripada batas normal. Normalnya, kadar kalium dalam plasma darah adalah 3.5-5 mEq/L. Dikatakan hiperkalemia, jika kadar kalium dalam darah >5 mEq/L.


Memang tubuh secara alami akan membuang kelebihan kalium melalui urin. Namun, pada beberapa kasus, kelebihan kalium tidak dapat dikeluarkan melalui urin yang kemudian mengganggu kesehatan, bahkan membahayakan nyawa.


Klasifikasi Hiperkalemia

Berdasarkan tingginya kadar kalium dalam darah, hiperkalemia terbagi menjadi beberapa kalsifikasi, yaitu:


  • Hiperkalemia ringan, dengan kadar kalium dalam darah 5,1ꟷ6,0 mEq/L
  • Hiperkalemia sedang, dengan kadar kalium dalam darah 6,1ꟷ7,0 mEq/L
  • Hiperkalemia berat, dengan kadar kalium dalam darah di atas 7,0 mEq/L


Baca juga: Kenali DBD, mulai dari Penyebab hingga Penanganannya 



Penyebab Hiperkalemia

Secara umum, peningkatan kalium dalam tubuh bisa disebabkan oleh kegagalan tubuh dalam membuang kelebihan mineral ini, asupan yang tinggi kalium, maupun kombinasi dari beberapa faktor tersebut. Berikut ini adalah penjelasan dan contoh penyebab kalium tinggi:


1. Peningkatan Asupan Kalium

Peningkatan asupan kalium bisa menyebabkan hiperkalemia. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan kadar kalium dalam darah meningkat.


  • Konsumsi obat tertentu, termasuk obat hipertensi dengan kandungan ACE-inhibitor atau angiotensin receptor blocker (ARB), terutama pada pasien dengan penyakit ginjal, termasuk penderita gagal ginjal kronik. 
  • Konsumsi makanan tinggi kalium, seperti ubi jalar, pisang, bayam, kacang-kacangan, kerang, dan kentang goreng.


2. Gangguan pada Proses Pembuangan Kelebihan Kalium

Selanjutnya, hiperkalemia juga dapat disebabkan oleh gangguan yang menyebabkan tubuh tidak dapat membuang kelebihan kalium, seperti yang terjadi pada kondisi berikut ini:


  • Penderita gagal ginjal, yang mengalami ketidakseimbangan hormon (sindrom hiperaldosteronisme-hiporeninemik). 
  • Dehidrasi


Baca juga: Penyakit GERD: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya


Gejala Hiperkalemia

Gejala hiperkalemia yang terjadi bergantung pada keparahan atau klasifikasi hiperkalemia, yang diketahui dari kadar kalium dalam darah. Pada kasus hiperkalemia ringan, penderitanya bisa saja tidak merasakan gejala apapun.


Namun, saat kadar kalium dalam darah terus meningkat, bahkan diklasisikasikan sebagai hiperkalemia berat, penderitanya dapat merasakan berbagai gejala hiperkalemia, seperti berikut ini:


  • Mual dan muntah
  • Lemas atau lemah otot
  • Kesemutan maupun mati rasa
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar



Komplikasi Hiperkalemia

Hiperkalemia dapat menyebabkan komplikasi berupa terjadinya aritmia atau gangguan irama jantung. Kondisi ini menyebabkan jantung tetap berdetak, tetapi lebih cepat dan tidak teratur, akibatnya darah tidak dapat dipompa dengan optimal.


Selain aritmia, kondisi hiperkalemia berat juga dapat menyebabkan kelumpuhan, bahkan henti jantung yang dapat menyebabkan kematian.


Baca juga: Hindari Penyakit Ginjal Kronis


Diagnosis Hiperkalemia

Untuk mengetahui Anda mengalami hiperkalemia atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan terlebih dahulu menanyakan riwayat kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Selain menanyakan riwayat kesehatan dan gejala atau keluhan yang dirasakan, dokter juga akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ke orang yang diduga mengalami hiperkalemia:


  • Keluhan yang dirasakan pasien penderita hiperkalemia, seperti kelemahan otot, nyeri perut, jantung berdebar-debar, kejang, bahkan penurunan kesadaran 
  • Riwayat mengonsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Riwayat penyakit yang diderita, termasuk gagal ginjal


Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis hiperkalemia. Pada proses pemeriksaan dapat ditemukan peningkatan detak jantung, bahkan penurunan kesadaran pada beberapa pasien. 


Kedua hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dokter akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan penunjang berupa peningkatan kadar kalium dalam darah. Hiperkalemia yang diikuti dengan peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah menunjukkan adanya gangguan ginjal sebagai penyebab kalium tinggi. Sedangkan pada pemeriksaan rekam jantung (elektrokardiogram/EKG), hiperkalemia akan memberikan gambaran tall-T (lihat gambar).


Pencegahan Hiperkalemia

Anda bisa mencegah terjadinya peningkatan kadar kalium dengan melakukan beberapa tips berikut:


  • Melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin untuk pasien yang menderita penyakit metabolik, seperti hipertensi dan diabetes mellitus
  • Menghindari konsumsi obat yang berpotensi memperberat fungsi ginjal, terutama pasien yang menderita gagal ginjal
  • Menghindari konsumsi makanan yang tinggi kalium


Baca juga: Diabetes: Penyebab, Gejala, dan Penanganan


Cara Mengatasi Hiperkalemia

Dokter akan memberikan beberapa penanganan untuk menurunkan kadar kalium berlebih, maupun mengatasi keluhan yang menyertai kondisi ini. Beberapa upaya pengobatan hiperkalemia tersebut meliputi:


  • Suntik insulin dan glukosa 
  • Terapi uap atau nebulisasi ventolin (agonis-beta 2)
  • Furosemide
  • Suntik kalsium, untuk menurunkan risiko terjadinya aritmia
  • Jaga pola makan, terutama pastikan untuk menerapkan diet rendah kalium serta hindari konsumsi makanan yang tinggi kalium


Meskipun mineral diperlukan oleh tubuh, tetapi pastikan kadarnya dalam tubuh tetap dalam batas normal. Sebab kelebihan salah satu kadar mineral justru dapat membahayakan kesehatan Anda, terutama bagi yang menderita penyakit kronis maupun penyakit metabolik.


Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin sesuai arahan dokter untuk memastikan bahwa penyakit yang Anda derita tetap terkontrol. Pemeriksaan ini juga bisa mengurangi risiko Anda mengalami hiperkalemia maupun kemungkinan terjadinya komplikasi akibat penyakit yang Anda derita.


Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam di RS Pondok Indah akan membantu Anda dalam mengontrol kondisi medis yang diderita. Dokter juga akan memberikan saran diet untuk mencegah terjadinya hiperkalemia, pada pasien yang memiliki faktor risiko terjadinya peningkatan kadar kalium, seperti penderita gagal ginjal. Tunggu apa lagi, tingkatkan kesehatan Anda dengan mengunjungi RS Pondok Indah cabang terdekat!