CT Scan Jantung Tangkas Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner

Thursday, 04 July 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

CT scan untuk jantung koroner mampu memberikan informasi berupa morfologi anatomi maupun fungsionalnya, hingga memberikan struktur jantung beserta variasinya.

CT Scan Jantung Tangkas Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner yang dialami oleh golongan dewasa muda sering kali terjadi akibat penerapan pola hidup yang tidak sehat. Kematian yang merupakan kemungkinan komplikasi terburuk dari penyakit jantung koroner bahkan sering kali terjadi karena penderitanya abai terhadap tanda-tanda yang dialami.


Padahal, teknologi terkini untuk mendeteksi adanya penyakit jantung dengan cepat dan tepat telah tersedia. Salah satu teknologi tersebut adalah mesin CT-scan yang dapat memindai pembuluh darah koroner dengan akurat.


Seorang laki-laki, 49 tahun, penderita tekanan darah tinggi, kolesterol, dan perokok, akhir-akhir ini mengeluh dada terasa tidak nyaman saat beraktivitas olahraga. Saat melakukan medical check-up rutin, dilakukan treadmill test, hasilnya negatif (tidak menunjukkan kecurigaan iskemia).


Namun, karena ada keluhan, maka dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menganjurkan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, yaitu pemeriksaan CT-scan jantung. Selain itu, merekam aktivitas listrik jantung dengan menggunakan elektrokardiogram (ECG) juga dilakukan untuk memantau kondisi jantung pasien. Ternyata dicurigai ada penyempitan di arteri koroner.


Akhirnya dilakukan tindakan kateterisasi koroner, dan pemasangan cincin (stent) pada pasien. Pasien pun terhindar dari serangan jantung, karena deteksi yang cepat dan tepat.

Kemajuan teknologi alat diagnostik yang pesat saat ini sudah sangat dirasakan manfaatnya dalam mendiagnosis adanya gangguan struktur morfologi organ tubuh.


Diharapkan dengan adanya alat diagnostik yang baik, maka dapat dilakukan diagnosis secara tepat dan cepat, sehingga dapat membantu pasien mendapat penanganan yang cepat, tepat, dan efisien.

Dalam mendiagnosis struktur morfologi organ tubuh sangat diperlukan modalitas radiologi sesuai dengan kemampuan alat dan karakteristik organ yang akan dinilai. Salah satu modalitas yang digunakan untuk deteksi penyakit jantung koroner adalah CT-scan jantung.


Baca juga: Hasil CT-Scan Jantung, Berapa Lama Bisa Keluar?


Diagnosis Menyeluruh dengan CT-Scan Jantung

Saat ini penggunaan pemeriksaan CT-scan jantung makin banyak dilakukan dan telah dijadikan sebagai salah satu pilihan pemeriksaan rutin jantung. CT-scan jantung dipilih karena tidak invasif dan dapat memberikan informasi tentang struktur morfologi anatomi organ jantung dan pembuluh darahnya dengan begitu maksimal.


Pemeriksaan lebih lanjut dengan CT-scan jantung, terutama 64 slice, mampu memberikan data informasi baik berupa morfologi anatomi maupun fungsionalnya, juga dapat memberikan detail data struktur jantung berikut variasinya, dan struktur organ di mediastinum (terutama pembuluh darah).


Analisis dari hasil pencitraan CT-scan jantung yang sering digunakan saat ini berupa penilaian morfologi jantung, calcium score arteri koronaria, dan CT-angiografi koronaria. Calcium score, merupakan teknik penilaian perluasan kalsifikasi di arteri koronaria dengan menggunakan angka.


Telah terbukti bahwa ada korelasi langsung banyaknya calcium score dengan risiko penyakit jantung koroner (atherosclerosis and plaque formation).


Semakin tinggi calcium score, maka semakin tinggi kemungkinan adanya stenosis a. koronaria. CT calcium score nol (0), belum dapat menyingkirkan adanya soft plaques, tetapi secara statistik dapat menyingkirkan adanya penyakit jantung koroner bermakna (dapat terlihat lebih baik dengan CT angiogram).


Dengan ditemukannya calcium score yang tinggi, dan disertai adanya soft plaque yang pecah, maka akan menyebabkan serangan jantung akut.

Indikasi pemeriksaan umum yang sering dilakukan pada CT-scan jantung antara lain:


  • Adanya risiko penyakit jantung.
  • Evaluasi anatomi jantung/selaput jantung, adanya massa/tumor, bekuan darah/trombus.
  • Kasus-kasus nyeri dada.
  • Evaluasi setelah bypass grafts dan pemasangan ring jantung.
  • Evaluasi gerakan dinding jantung dan fungsi katup.
  • Mendeteksi adanya anomali/kelainan jantung.


Baca juga: CT Scan Jantung: Cara Kerja, Indikasi, dan Prosedurnya



Persiapan Pasien 

Sebelum menjalani CT scan di rumah sakit, pasien biasanya harus berpuasa, melepas benda logam, dan mengenakan pakaian yang disediakan oleh rumah sakit.

Agar dapat dihasilkan kualitas gambar yang baik, pasien perlu melakukan berbagai persiapan sebelum dilakukan pemeriksaan, meliputi:


  • Denyut jantung kurang dari 70 kali per menit, bila perlu diberi obat beta blocker. Beberapa keadaan kontraindikasi pemberian beta blocker, antara lain: asthma bronchiale, gangguan listrik jantung (AV block), hipotensi berat, gagal jantung berat, dan tidak toleransi terhadap beta blocker.
  • Pasien diharuskan berpuasa selama empat jam sebelum pemeriksaan
  • Hindari minum kopi, dan obat-obatan yang meningkatkan denyut jantung
  • Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum/kreatinin darah), karena menggunakan injeksi cairan kontras


Baca juga: Mengenal Penyakit Jantung Koroner: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan


CT Scan Flash with Dual Source, Teknologi Terkini CT Scan Jantung

RS Pondok Indah – Pondok Indah saat ini sudah menggunakan CT-Scan dengan teknologi terbaru, berupa CT-scan flash with dual source 256 slices, dengan keuntungan antara lain:


  • Resolusi yang lebih baik, sehingga dapat dilakukan pada pasien dengan denyut jantung yang tinggi, tanpa memerlukan obat beta blocker
  • Banyaknya potongan gambar (slice) yang dihasilkan, sehingga dapat mengambil gambar yang lebih luas jangkauannya
  • Kualitas gambar lebih stabil pada dosis radiasi yang relatif lebih kecil


Jadi, tunggu apa lagi? Segera buat janji pemeriksaan CT-Scan jantung dengan Executive Health Check Up di RS Pondok Indah sekarang juga. Sebab kesehatan Anda adalah prioritas kami! Demikian pula kesehatan jantung Anda!