DEXA Scan untuk Sports Enthusiasts, Langkah Awal untuk Tingkatkan Performa Olahraga

Oleh Tim RS Pondok Indah

Selasa, 07 April 2026

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

DEXA scan untuk sports enthusiasts disarankan guna memberikan hasil pengukuran komposisi tubuh yang akurat. Sehingga program latihan dan nutrisi bisa lebih optimal.

DEXA Scan untuk Sports Enthusiasts, Langkah Awal untuk Tingkatkan Performa Olahraga

Tubuh manusia terdiri dari berbagai komponen, termasuk otot, lemak, tulang, dan air. Pada sports enthusiasts, komponen ini harus seimbang agar performa tetap optimal dan risiko terjadinya cedera dapat diminimalkan. Jadi, bukan sekadar berat badan yang harus dijaga, komposisi tubuh pun harus menjadi prioritas utama. 


Akan tetapi, komposisi tubuh yang seimbang ini berbeda-beda untuk setiap cabang olahraga. Misalnya, pegiat angkat besi membutuhkan massa otot yang besar dengan tulang yang kuat, sedangkan pelari jarak jauh membutuhkan persentase lemak tubuh yang rendah dan massa otot yang efisien. 


Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan komposisi tubuh, salah satunya dengan DEXA scan (dual-energy X-ray absorptiometry). Tes ini dapat memberikan hasil pencitraan yang akurat, yang membantu Anda menyusun program latihan serta nutrisi yang dibutuhkan. 


Apa Itu DEXA Scan?

DEXA scan adalah tes pencitraan untuk mengukur kepadatan mineral tulang serta komposisi lemak dan otot. Alat medis ini memanfaatkan 2 jenis sinar-X dengan tingkat energi yang berbeda. Perbedaan sinar-X ini bertujuan untuk membedakan tulang, massa otot, dan jaringan lemak di sekitarnya, sehingga hasilnya lebih akurat. 


Nantinya, pasien akan berbaring di tempat tidur dan ahli radiologi akan menggerakkan lengan pemindai di atas tubuh untuk mendapatkan gambaran kepadatan tulang serta komposisi otot dan lemak.

 

Fungsi DEXA Scan untuk Sports Enthusiasts 

DEXA scan penting dilakukan oleh sports enthusiasts demi mendukung performa yang optimal. Berikut ini adalah beberapa fungsi DEXA scan untuk sports enthusiasts:


  • Mengevaluasi efektivitas program latihan dan nutrisi
  • Memeriksa kepadatan tulang pada sports enthusiasts yang berisiko tinggi mengalami patah tulang atau osteoporosis, seperti pelari jarak jauh
  • Mencegah risiko terjadinya cedera 
  • Memantau pemulihan massa otot setelah cedera


Karena tingkat akurasinya yang sangat tinggi, DEXA scan juga telah dianggap sebagai gold standard untuk analisis komposisi tubuh.


Oleh sebab itu, DEXA scan sangat disarankan bagi pegiat olahraga yang ingin mengevaluasi perubahan tubuhnya dari waktu ke waktu. Dengan begitu, proges latihan pun bisa diukur dengan lebih akurat.


Baca juga: Kenali Langkah Pencegahan Cedera Olahraga



Persiapan DEXA Scan 

Persiapan DEXA scan untuk sports enthusiasts tidak serumit tes pencitraan lainnya. Dokter umumnya akan menanyakan riwayat pemeriksaan radiologi, seperti CT scan atau MRI, yang menggunakan zat kontras sebelum menjadwalkan DEXA scan. Sebab, tingkat akurasi hasil pemeriksaan DEXA scan bisa saja berkurang bagi Anda yang baru saja melakukan tes tersebut. 


Selain itu, dokter juga akan menyarankan Anda untuk menghentikan konsumsi suplemen kalsium, 24 jam sebelum prosedur dilakukan, agar tidak memengaruhi hasil pemeriksaan.  


Prosedur DEXA Scan untuk Sports Enthusiasts 

Sebelum prosedur DEXA scan dimulai, petugas medis akan menganjurkan Anda untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar, serta tidak mengandung logam, seperti resleting, ikat pinggang, atau kancing.


Rumah sakit juga mungkin akan menyediakan pakaian khusus yang dapat digunakan selama prosedur DEXA scan berlangsung. Anda juga tidak diperkenankan membawa barang berbahan logam, seperti kunci atau uang koin. 


Setelah dinyatakan siap, Anda akan dipersiapkan untuk menjalani prosedur DEXA scan yang dipandu oleh ahli radiologi. Berikut ini adalah tahapan DEXA scan secara umum:


  1. Pasien dipersilakan berbaring di ranjang khusus dan diposisikan oleh tenaga medis terlatih.
  2. Radiolog akan menggerakkan ‘lengan’ DEXA scan yang diposisikan di atas tubuh, untuk memindai bagian tubuh, mulai dari kepala hingga ujung kaki.
  3. Hasil pemindaian tubuh, termasuk kepadatan mineral tulang, massa otot, dan massa lemak, akan langsung diterjemahkan oleh komputer menjadi gambar dan grafik. 


Baca juga: Yuk, Simak Tips Persiapan Sebelum Maraton!


Setelah DEXA Scan

Setelah DEXA scan dilakukan, Anda tidak perlu menjalani rawat inap di rumah sakit dan dapat beraktivitas seperti biasa. Hasil pengukuran komposisi otot rangka, lemak, dan tulang dengan DEXA scan akan dianalisis oleh dokter radiologi, sebelum nantinya diserahkan kepada dokter spesialis kedokteran olahraga untuk diinformasikan ke Anda. 


Anda akan mendapatkan penjelasan lebih detail dari dokter spesialis kedokteran olahraga mengenai hasil pemeriksaan komposisi tubuh. Selain itu, dokter juga dapat menentukan langkah selanjutnya, seperti merekomendasikan program diet ataupun latihan yang tepat sesuai kebutuhan. 


Hasil tes DEXA scan untuk komposisi lemak dan otot akan berupa laporan kuantitatif dan visual yang menunjukkan proporsi lemak (total fat mass), otot (total lean mass), massa tulang (bone mineral mass), persentase kadar lemak, serta distribusi lemak tubuh. 


DEXA scan secara umum aman untuk sports enthusiasts, karena paparan radiasi dari tes pencitraan ini sangat rendah. Bahkan, dosis radiasinya jauh lebih kecil dibandingkan rontgen dada ataupun CT scan, sehingga umumnya tidak menimbulkan efek samping apa pun pada individu yang sehat. Namun, sebelum menjalani pemindaian, pastikan untuk menginformasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter, termasuk riwayat penyakit, kondisi medis, dan kehamilan.


DEXA scan menjadi tes yang sangat penting dilakukan agar Anda bisa menentukan porsi latihan serta asupan nutrisi yang tepat untuk menjaga performa tubuh ideal. Oleh karena itu, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kedokteran olahraga di SMIRC RS Pondok Indah - Bintaro Jaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. 


Dokter spesialis kedokteran olahraga kami yang berpengalaman akan memberikan pelayanan terbaik dengan dukungan fasilitas medis terkini dan canggih untuk hasil pemeriksaan DEXA scan yang akurat. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi SMIRC melalui kontak WhatsApp ini dan jadwalkan janji temu Anda sekarang juga untuk memaksimalkan performa atletik Anda. 


Saat ini, SMIRC RS Pondok Indah - Bintaro Jaya juga sedang mengadakan promo pemeriksaan komposisi tubuh dengan DEXA Scan. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan jangan lewatkan penawaran istimewa ini!


Baca juga: Panduan Olahraga yang Benar untuk Hasil Maksimal dan Kesehatan Optimal



FAQ


Bagaimana Cara Memeriksa Komposisi Tubuh?

Terdapat banyak metode untuk memeriksa komposisi tubuh, seperti:


  • Pengukuran rasio pinggang-pinggul
  • Kaliper lipatan kulit (skinfold calipers)
  • Analisis impedansi bioelektrik (BIA)
  • DEXA scan


Pengukuran rasio pinggang-pinggul dan kaliper lipatan kulit merupakan metode yang paling cepat dan mudah, tetapi hasilnya tidak akurat dan kurang menyeluruh. Di sisi lain, BIA adalah metode yang lumayan populer untuk mengukur komposisi tubuh, tetapi hasilnya bisa dipengaruhi oleh hidrasi dan waktu pengukuran. Di antaranya keempatnya, DEXA scan adalah metode yang paling akurat untuk mengukur massa lemak, massa otot, dan kepadatan mineral tulang.


Apa Tes yang Paling Akurat untuk Komposisi Tubuh?

DEXA scan adalah tes yang paling akurat untuk komposisi tubuh. Pemindaian ini dianggap sebagai gold standard yang mampu memberikan data yang sangat detail mengenai komposisi tubuh, termasuk persentase lemak tubuh, massa otot, distribusi lemak, serta kepadatan mineral tulang.


Selain itu, prosedurnya juga mudah, cepat, dan non-invasif. Anda hanya perlu berbaring di ranjang khusus selama mesin DEXA scan melakukan pemindaian.


Apa Perbedaan DEXA Scan dan BIA?

Perbedaan DEXA scan dan BIA terletak pada metode pemeriksaan dan akurasi hasilnya. DEXA scan bekerja dengan menggunakan sinar X-ray tingkat rendah, sedangkan BIA bekerja dengan mengirimkan arus listrik kecil melalui tubuh dan mengukur resistensi listrik yang dihasilkan.


Hasil DEXA scan jauh lebih akurat dibandingkan hasil pemeriksaan dengan BIA. Sebab hasil pemeriksaan BIA dapat dipengaruhi oleh kondisi hidrasi tubuh, asupan makanan, dan aktivitas fisik yang baru dilakukan. Di sisi lain, DEXA scan tidak akan dipengaruhi faktor-faktor tersebut, bahkan dianggap sebagai gold standard dalam pemeriksaan komposisi tubuh.


Apakah Atlet Perlu Menjalani DEXA Scan?

Meskipun bukan sebuah keharusan yang mutlak, menjalani DEXA scan bisa memberikan banyak manfaat bagi atlet, seperti:


  • Memeriksa kesehatan dan kepadatan tulang pada atlet yang berisiko tinggi mengalami patah tulang atau osteoporosis
  • Menunjukkan distribusi otot dan lemak tubuh agar program latihan bisa disesuaikan dengan kebutuhan atlet
  • Mengukur peningkatan massa otot dan penurunan lemak secara akurat
  • Mengevaluasi perubahan tubuh dan progres latihan atlet



Referensi:

  1. Ahmad A, Crawford CH, et al,. Correlation between bone density measurements on CT or MRI versus DEXA scan: A systematic review. North American Spine Society Journal. 2023. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37090222). Diakses pada 4 Oktober 2025. 
  2. Dallman J, Herda A, et al,. A Brief Review of the Literature for Published Dual-Energy X-Ray Absorptiometry Protocols for Athletes. Sports Health. 2023. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11346236/). Diakses pada 4 OKtober 2025.  
  3. Chavez LG, Gonçalves TJ, et al,. Assessment of body composition by whole-body densitometry: what radiologists should know. Radiologia Brasileira. 2022. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9620846/). Diakses pada 4 Oktober 2025.  
  4. Alawi M, Begum A, et al,. Dual-Energy X-Ray Absorptiometry (DEXA) Scan Versus Computed Tomography for Bone Density Assessment. Cureus. 2021. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33717764/). Diakses pada 4 Oktober 2025. 
  5. Cleveland Clinic. DXA Scan (Bone Density Test). (https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/10683-dexa-dxa-scan-bone-density-test#test-details). Direvisi terakhir 28 Mei 2024. Diakses pada 4 Oktober 2025. 
  6. Mayo Clinic. Bone density test. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/bone-density-test/about/pac-20385273). Direvisi terakhir 21 September 2022. Diakses pada 4 Oktober 2025.