Pengobatan Miom dengan Prosedur Bedah Robotik

Oleh Tim RS Pondok Indah

Senin, 26 Oktober 2026

•
RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Salah satu pilihan penanganan miom adalah miomektomi dengan bedah minimal invasif, termasuk teknologi robotik da Vinci Xi yang kini tersedia di RS Pondok Indah.

Pengobatan Miom dengan Prosedur Bedah Robotik

Miom merupakan pertumbuhan jaringan jinak pada rahim yang dapat muncul tanpa gejala, tetapi pada sebagian perempuan dapat menyebabkan menstruasi berlebihan, nyeri panggul, rasa tertekan, hingga gangguan kesuburan.


Pengobatan miom disesuaikan dengan ukuran, lokasi, jumlah miom, gejala, serta ada/tidaknya rencana kehamilan. Salah satu pilihan tindakannya adalah penanganan miom dengan laparoskopi, yaitu teknik bedah minimal invasif dengan sayatan kecil. Tidak berhenti pada bedah laparoskopi konvensional, RS Pondok Indah kini juga menghadirkan penanganan miom melalui bedah robotik yang didukung oleh da Vinci Xi Surgical System.


Diagnosis Miom

Miom adalah pertumbuhan jaringan pada rahim yang umumnya bersifat jinak. Ukurannya dapat bervariasi dan lokasinya dapat berada di dalam dinding otot rahim, di bawah lapisan rahim, atau di permukaan luar rahim.


Tidak semua miom membutuhkan tindakan bedah atau operasi. Namun, pengobatan miom dapat dipertimbangkan apabila miom menimbulkan keluhan seperti menstruasi yang sangat banyak, perdarahan di luar siklus menstruasi, nyeri atau rasa tertekan di panggul, nyeri punggung, hingga sering buang air kecil. Miom pada lokasi tertentu juga dapat memengaruhi kesuburan atau fertilitas.


Diagnosis biasanya dilakukan melalui konsultasi dan pemeriksaan ginekologi, kemudian dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk mengetahui ukuran, jumlah, dan lokasi miom. Data-data tersebut membantu dokter spesialis kebidanan dan kandungan menentukan pilihan penanganan yang sesuai dengan keadaan pasien.


Baca juga: 5 Penyebab Miom yang Sering Diabaikan Wanita!


Penanganan Miom dengan Bedah Robotik

Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengangkat miom adalah miomektomi, yaitu operasi untuk mengangkat miom dengan tetap mempertahankan rahim. Berbeda dari histerektomi yang mengangkat rahim secara keseluruhan, miomektomi dapat menjadi pilihan bagi pasien yang masih ingin mempertahankan fungsi rahim dan memiliki rencana kehamilan.


Berkat perkembangan teknologi medis, miom juga dapat ditangani dengan pendekatan robotik menggunakan da Vinci Xi Surgical System. RS Pondok Indah kini telah menggunakan teknologi da Vinci Xi untuk mendukung prosedur bedah robotik, termasuk dalam bidang ginekologi. Dengan visualisasi tiga dimensi beresolusi tinggi dan instrumen robotik yang dapat bergerak secara presisi, dokter dapat melakukan tindakan pada area yang membutuhkan ketelitian tinggi.


Cara Kerja Sistem Bedah Robotik

Penting untuk dipahami bahwa meskipun diberi nama bedah robotik, yang melakukan operasi tetap sepenuhnya dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Sistem bedah robotik bukanlah alat yang bekerja secara otomatis dengan sendirinya, melainkan instrumen yang dikendalikan sepenuhnya oleh dokter sehingga tingkat presisi, stabilitas, dan visualisasinya jauh melampaui teknik laparoskopi konvensional.

Da Vinci Xi Surgical System terdiri dari tiga komponen utama yang dapat membantu dokter dalam proses pembedahan, yakni:


  • Konsol kendali, yang digunakan oleh dokter bedah untuk mengendalikan seluruh instrumen bedah sambil melihat area operasi dengan visualisasi yang high-definition.
  • Lengan robotik, yakni instrumen bedah yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui beberapa sayatan kecil. Instrumen ini memiliki rentang gerak yang sangat baik, sehingga memungkinkan manuver presisi tinggi.
  • Sistem visualisasi 3D, menghadirkan gambaran area operasi beresolusi tinggi untuk memberikan dokter bedah visualisasi yang jauh lebih jelas dan detail dibandingkan pendekatan bedah terbuka maupun laparoskopi konvensional.


Keunggulan Miomektomi Robotik

Secara umum, beberapa keunggulan miomektomi dengan pendekatan bedah robotik dibandingkan operasi terbuka antara lain:


  • Sayatan berukuran lebih kecil.
  • Trauma pada jaringan dan nyeri pascaoperasi dapat lebih minimal.
  • Risiko perdarahan dapat lebih rendah pada kasus yang sesuai.
  • Masa pemulihan cenderung lebih singkat.
  • Pasien dapat lebih cepat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.


Namun, tidak semua miom dapat ditangani dengan laparoskopi. Keputusan mengenai metode operasi mempertimbangkan ukuran, jumlah dan lokasi miom, kondisi rahim, serta kondisi kesehatan dan rencana kehamilan pasien. Pada miom yang sangat besar atau berjumlah banyak, operasi terbuka dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.


Baca juga: Gangguan Haid dan Nyeri Panggul? Waspada Gejala Miom Mengintai!


Miom Uteri dengan Bedah Robotik dan Potensi Kehamilan

Salah satu pertimbangan penting dalam penanganan miom adalah keinginan pasien untuk memiliki anak. Miomektomi mempertahankan rahim sehingga peluang untuk hamil tetap dapat dipertahankan. Pada sebagian pasien, pengangkatan miom yang mengganggu rongga rahim juga dapat membantu memperbaiki kondisi yang berkaitan dengan gangguan kesuburan.


Setelah prosedur, dokter akan memberikan rekomendasi mengenai masa pemulihan dan waktu yang tepat untuk kembali merencanakan kehamilan. Pada miomektomi yang melibatkan sayatan pada otot rahim, terdapat pertimbangan khusus terkait kehamilan dan persalinan berikutnya sehingga diperlukan pemantauan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan.


Penanganan miom perlu disesuaikan dengan situasi setiap pasien. Pemeriksaan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan membantu menentukan apakah miom cukup dipantau, memerlukan terapi tertentu, atau perlu diangkat melalui prosedur seperti bedah ginekologi robotik.


Konsultasikan kondisi dan pilihan penanganan miom Anda bersama dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RS Pondok Indah untuk mendapatkan rekomendasi yang terbaik.


Dengan kehadiran da Vinci Xi Surgical System, RS Pondok Indah berkomitmen untuk terus menghadirkan standar penanganan bedah ginekologi yang optimal dengan akses terhadap teknologi bedah paling mutakhir tanpa pasien perlu mencari penanganan ke luar negeri.


Jangan biarkan kekhawatiran mengenai operasi besar menghalangi Anda mendapatkan penanganan miom yang tepat waktu. Segera jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RS Pondok Indah cabang terdekat, dan cari tahu apakah bedah robotik dengan da Vinci Xi Surgical System bisa menjadi opsi yang tepat untuk kondisi Anda.




Referensi:

  1. Levy L, Tsaltas J. Recent advances in benign gynecological laparoscopic surgery. 2021. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8361750/). Diakses pada 19 Agustus 2026.
  2. Andou M, Yanai S, et al. Laparoscopic Myomectomy. 2020. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7214085/). Diakses pada 19 Agustus 2026.
  3. Medscape. Gynecologic Laparoscopy. (https://emedicine.medscape.com/article/265201-overview). Direvisi terakhir 17 Maret 2023. Diakses pada 19 Agustus 2026.
  4. Johns Hopkins Medicine. Myomectomy. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/myomectomy-hysteroscopic-laparoscopic-abdominal). Diakses pada 19 Agustus 2026.
  5. Mayo Clinic. Uterine fibroids. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/diagnosis-treatment/drc-20354294). Direvisi terakhir 15 September 2023. Diakses pada 19 Agustus 2026.
  6. Cleveland Clinic. Uterine Fibroids. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9130-uterine-fibroids). Direvisi terakhir 8 Juni 2026. Diakses pada 19 Agustus 2026.