Histerektomi Robotik di Jakarta: Operasi Angkat Rahim Minimal Invasif di RS Pondok Indah

Oleh Tim RS Pondok Indah

Senin, 26 Oktober 2026

•
RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Histerektomi robotik merupakan salah satu pilihan operasi pengangkatan rahim dengan teknik minimal invasif. Dapatkan layanan histerektomi robotik di Jakarta dengan RS Pondok Indah!

Histerektomi Robotik di Jakarta: Operasi Angkat Rahim Minimal Invasif di RS Pondok Indah

Beberapa gangguan pada rahim dapat menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul berkepanjangan, miom, endometriosis, atau kondisi keganasan tertentu. Ketika terapi lain tidak memberikan hasil yang diharapkan atau kondisi tertentu memang memerlukan pembedahan, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dapat mempertimbangkan histerektomi atau operasi pengangkatan rahim.


Mendengar istilah operasi angkat rahim tentu dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun, perkembangan teknologi bedah memungkinkan pengangkatan rahim dilakukan dengan teknik yang semakin minimal invasif pada pasien yang memenuhi kriteria.


Salah satunya adalah histerektomi robotik, yaitu prosedur pengangkatan rahim dengan bantuan sistem robotik yang dikendalikan sepenuhnya oleh dokter bedah. Teknik ini merupakan pengembangan dari bedah laparoskopik dan dilakukan melalui 3-4 sayatan kecil pada perut. 


Sekilas Mengenal Histerektomi Robotik

Histerektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat rahim, baik seluruhnya maupun sebagian. Tindakan ini dapat disertai pengangkatan struktur lain di sekitar rahim, tergantung pada kondisi yang ditangani. 

Jenis-jenis histerektomi meliputi:


  • Histerektomi total: Mengangkat seluruh rahim, termasuk leher rahim (serviks). Ini merupakan jenis yang paling sering dilakukan.
  • Histerektomi subtotal: Mengangkat badan rahim dengan mempertahankan leher rahim. Pilihan ini dipertimbangkan pada kasus tertentu sesuai penilaian dokter.
  • Histerektomi dengan salpingo-ooforektomi: Mengangkat rahim bersama satu atau kedua tuba falopi dan ovarium. 


Histerektomi sendiri dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan. Pada operasi terbuka, dokter membuat sayatan yang lebih besar pada perut untuk mencapai rahim. Ada pula histerektomi vaginal, yaitu pengangkatan rahim melalui vagina tanpa membuat sayatan besar pada perut. Sementara itu, histerektomi laparoskopik dilakukan melalui beberapa sayatan kecil menggunakan kamera dan instrumen bedah khusus (laparoskop). 


Berkat perkembangan teknologi medis, pendekatan operasi minimal invasif telah berkembang dan menciptakan metode bedah robotik. Histerektomi robotik merupakan pengembangan dari pendekatan laparoskopik. 


Histerektomi dengan Metode Robotik

RS Pondok Indah menggunakan da Vinci Xi Surgical system untuk mendukung berbagai prosedur bedah robotik, termasuk histerektomi robotik. Penting dipahami bahwa sistem robot da Vinci Xi tidak melakukan operasi secara mandiri. Seluruh tindakan tetap direncanakan dan dikendalikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang sudah tersertifikasi untuk mengoperasikan sistem robot bedah.


Sistem robotik da Vinci Xi memberikan visualisasi tiga dimensi beresolusi tinggi dan lengan robot dengan rentang gerak yang luas, sehingga dapat membantu dokter melakukan tindakan secara lebih terkontrol pada area panggul yang sulit dijangkau. Kombinasi ini membantu menjaga akurasi dan presisi tindakan, bahkan di ruang operasi yang terbatas, termasuk saat menjahit bagian puncak vagina (vaginal cuff) setelah rahim diangkat. 


Sebagai teknik minimal invasif, histerektomi robotik pada pasien yang sesuai dapat memberikan beberapa keuntungan dibandingkan operasi terbuka, antara lain sayatan yang lebih kecil, kehilangan darah yang cenderung lebih sedikit, masa rawat yang lebih singkat, dan proses penyembuhan yang lebih cepat. 


Baca juga: Kapan Histerektomi Robotik Diperlukan? Kenali Waktu yang Tepat!


Bedah Robotik Angkat Rahim di RS Pondok Indah

Tidak semua pasien yang membutuhkan histerektomi memerlukan teknik robotik. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan akan terlebih dahulu menilai kondisi secara menyeluruh untuk menentukan apakah operasi diperlukan dan metode mana yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing pasien.


Histerektomi dapat dipertimbangkan pada kondisi seperti:


  • Miom atau fibroid rahim yang menimbulkan keluhan berat atau tidak membaik dengan terapi lain
  • Kista ovarium yang berukuran sangat besar dan sudah menekan atau mengganggu rahim
  • Perdarahan rahim yang tidak normal dan sulit dikendalikan
  • Endometriosis atau nyeri panggul tertentu yang memerlukan tindakan pembedahan
  • Rahim turun (prolaps uteri)
  • Keganasan rahim atau kondisi prakanker tertentu 
  • Pasien dengan perlengketan di area panggul dan/atau abdomen
  • Pasien dengan BMI tinggi


Pada kondisi tertentu, terutama kasus dengan rahim berukuran besar, perlengketan jaringan akibat operasi sebelumnya, atau penyakit yang kompleks, pendekatan minimal invasif dapat menjadi pertimbangan. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi Anda.


Di RS Pondok Indah, perkembangan teknologi bedah robotik menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pembedahan dengan dukungan teknologi modern. Untuk tindakan histerektomi robotik dengan sistem da Vinci Xi, teknologi robotik digunakan sebagai alat bantu bagi dokter dalam melakukan operasi secara minimal invasif.


Sistem tersebut memungkinkan dokter memperoleh visualisasi area operasi yang diperbesar dan tiga dimensi serta mengendalikan instrumen dengan gerakan yang lebih fleksibel. Hal ini dapat membantu dokter melakukan pembedahan secara presisi, terutama ketika bekerja pada struktur anatomi yang berada di area panggul yang relatif sempit. 


Apabila Anda sedang mempertimbangkan histerektomi atau ingin mengetahui apakah pendekatan robotik sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RS Pondok Indah sekarang juga! Bagi Anda yang memiliki keluhan atau kondisi pada rahim yang memerlukan tindakan pengangkatan rahim, segera jadwalkan janji temu dengan dr. Putri Deva Karimah, Sp. O.G di RS Pondok Indah - Pondok Indah. Beliau dapat memastikan penyebab keluhan Anda serta memberikan saran penanganan yang sesuai, termasuk rencana histerektomi robotik dengan da Vinci Xi Surgical System, sesuai dengan kondisi Anda.



Referensi

  1. Lenfant, L, Canlorbe, G, et al. Robotic-assisted benign hysterectomy compared with laparoscopic, vaginal, and open surgery: a systematic review and meta-analysis. J Robotic Surg 17, 2647–2662. 2023. (https://doi.org/10.1007/s11701-023-01724-6). Diakses pada 22 September 2026.
  2. Bahadur A, Zaman R, et al. Robotic-assisted Versus Conventional Laparoscopic Hysterectomy for Benign Gynecological Conditions: A Systematic Review and Meta-analysis. Journal of Midlife Health. 2024. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39145271/). Diakses pada 22 September 2026. 
  3. Arslan S, Vehviläinen-Julkunen K, Parviainen A. How does robotic surgery affect gynecology patient care? Journal of Robotic Surgery. 2024. Jurnal Journal of Robotic Surgery Diakses pada 22 September 2026.
  4. Cleveland Clinic. Robotic-Assisted Hysterectomy. (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21057-robotic-assisted-hysterectomy). Diakses pada 22 September 2026.
  5. John Hopkins Medicine.Robotic Hysterectomy. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/robotic-hysterectomy). Diakses pada 22 September 2026.
  6. Mayo Clinic. "Robotic hysterectomy" (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/robotic-hysterectomy/about/pac-20384544). Diakses pada 22 September 2026.
  7. Lundin E, Carlsson P, et al. Cost-effectiveness of robotic hysterectomy versus abdominal hysterectomy in early endometrial cancer. International Journal of Gynecological Cancer, 30, 1719-1725. Diakses pada 22 September 2026.