Artificial Ligament, Solusi Efektif Mengatasi Cedera Ligamen Kronis

Oleh Tim RS Pondok Indah

Senin, 29 Juni 2026

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Artificial ligament adalah salah satu solusi untuk mengatasi robekan ligamen kronis. Ketahui informasi terkait ligamen buatan dengan membaca artikel di bawah ini!

Artificial Ligament, Solusi Efektif Mengatasi Cedera Ligamen Kronis

Ligamen adalah salah satu jaringan ikat dalam tubuh yang berbentuk seperti pita elastis dan kuat, yang berfungsi sebagai penghubung antar tulang sekaligus menjaga sendi tetap stabil. Namun, tak jarang juga bagian ini mengalami cedera, mulai dari tarikan hingga robek total, yang kebanyakan terjadi akibat olahraga.


Memang tidak semua cedera ligamen memerlukan operasi. Namun, pada kasus cedera ligamen yang parah, bahkan terjadi robekan total, satu-satunya penanganan yang efektif adalah dengan operasi rekonstruksi. Untuk mengembalikan fungsi ligamen, dokter pun akan memasangkan ligamen buatan atau artificial ligament.


Tak hanya efektif, masa pemulihan setelah prosedur pemasangan ligamen buatan ini lebih cepat, karena tidak mengambil ligamen dari bagian tubuh lain. Kenali informasi lebih lanjut terkait artificial ligament pada penjelasan di bawah ini!


Apa itu Artificial Ligament?

Ligamen buatan atau atau artificial ligament adalah suatu implan berupa serat buatan, yang dibuat untuk menggantikan maupun memperkuat ligamen yang cedera. Ligamen yang paling sering digantikan atau diperkuat adalah ACL atau Anterior Cruciate Ligament, yang berada di lutut.


Operasi artificial ligament adalah suatu prosedur bedah atau operasi penggantian ligamen yang bertujuan untuk menjaga sendi tetap stabil, mempercepat pemulihan, sekaligus merangsang pertumbuhan jaringan pada lokasi terjadinya cedera. Yang mana gangguan pada ligamen akan menyebabkan penderitanya mengeluhkan nyeri, tidak stabil dan tidak bisa menopang atau menahan berat tubuh maupun beraktivitas menggunakan sendi lokasi terjadinya cedera. 


Untuk itu, dokter spesialis ortopedi akan melakukan prosedur operasi dengan menggunakan artificial ligament. Dengan demikian, Anda dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.


Baca juga: Cedera ACL, yang Dapat Memengaruhi Karir dan Performa Atlet


Indikasi Artificial Ligament

Tidak semua pasien dengan akan disarankan untuk menjalani prosedur pemasangan artificial ligament. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang menjadi indikasi dilakukannya operasi artificial ligament, yakni:


  • Berusia 30-35 tahun
  • Cedera ligamen kronis
  • Pasien merupakan seorang atlet atau cukup aktif, khususnya dalam melakukan aktivitas fisik (penggemar olahraga)
  • Cedera pada beberapa ligamen pada lokasi yang sama
  • Keterbatasan ligamen pengganti
  • Memaksimalkan operasi menggunakan ligamen yang didapatkan dari bagian lain dari tubuh pasien, agar proses ligamenisasi lebih stabil (Ligament Advanced Reinforcement System - LARS)
  • Operasi revisi, ketika operasi dengan ligamen dari tubuh pasien sendiri tidak memberikan hasil yang optimal


Baca juga: Getting Back On Track: Mengatasi Cedera Olahraga Pada Kaki



Manfaat Artificial Ligament 

Prosedur operasi artificial ligament bisa saja menjadi solusi untuk Anda yang sudah mengalami cedera ligamen berulang, maupun telah terjadi untuk waktu yang lama (kronis). Selain itu, dokter ortopedi bisa memanfaatkan prosedur artificial ligament untuk mengoptimalkan pemulihan operasi dengan menggunakan ligamen donor dari tubuh pasien sendiri. 


Namun, dibandingkan dengan operasi menggunakan ligamen asli yang didapatkan dari bagian lain di tubuh pasien sendiri, operasi artificial ligament memiliki beberapa kelebihan, meliputi:


  • Lebih nyaman, karena tidak memerlukan donor ligamen dari bagian tubuh pasien
  • Proses penyembuhannya lebih cepat, yang memungkinkan pasien untuk kembali beraktivitas dengan lebih cepat
  • Proses operasi lebih singkat
  • Hasil operasi yang lebih optimal dengan ketahanan ligamen yang lebih lama


Baca juga: Apakah Cedera ACL Bisa Diatasi? Ini Jawabannya


Persiapan Artificial Ligament

Ketika sudah diputuskan bahwa operasi artificial ligament adalah tindakan yang sesuai, Anda perlu memperhatikan beberapa hal, seperti berikut ini:


  • Informasikan kondisi medis dan pengobatan yang sedang Anda lakukan 
  • Hentikan konsumsi obat-obatan, suplemen, jamu maupun herbal yang memberikan efek mengencerkan darah
  • Lakukan puasa 8 jam sebelum prosedur dilakukan
  • Pastikan ada pendamping sebelum, selama dan setelah prosedur dilakukan, terutama untuk mendampingi Anda saat keluar dari rumah sakit setelah operasi artificial ligament 


Dokter spesialis ortopedi juga mungkin menyarankan beberapa persiapan spesifik yang akan disesuaikan dengan kondisi Anda, yang akan disampaikan oleh tenaga medis lain. Jika ragu, Anda bisa menanyakan persiapan lebih lanjut ke petugas medis di rumah sakit.


Prosedur Artificial Ligament

Setelah dipastikan kondisi Anda sesuai dan semua persiapan telah dilakukan, dokter akan melakukan operasi artificial ligament yang akan memakan waktu selama 1-3 jam, tergantung lokasi, keparahan dan kondisi masing-masing pasien. Namun, secara umum, berikut ini adalah langkah prosedur operasi artificial ligament yang biasa dilakukan:


  1. Pemberian anestesi atau pembiusan, baik umum maupun spinal
  2. Setelah bius bekerja, dokter akan melakukan beberapa sayatan kecil untuk memasukkan alat bedah, umumnya berupa artroskop 
  3. Masuknya alat inilah yang akan menangkap dan kemudian ditampilkan di layar monitor sebagai gambaran sendi secara real time, sekaligus mengganti ligamen yang rusak
  4. Ketika sudah dipastikan bahwa ligamen yang rusak sudah teratasi, dokter akan mengeluarkan artroskop
  5. Bila sudah selesai, dokter akan menutup lokasi sayatan dengan jahitan kecil 


Baca juga: Tangani Cedera Ligamen Bahu Kronis dengan Artificial Ligament Bahu


Setelah Artificial Ligament

Setelah prosedur operasi artificial ligament selesai dilakukan, Anda akan dibawa ke ruang pemulihan sebelum diperbolehkan pulang, maupun dipindahkan ke kamar rawat inap untuk pemantauan lebih lanjut. 

Umumnya, Anda bisa kembali untuk beraktivitas dalam waktu beberapa hari hingga minggu, tergantung dari kondisi masing-masing pasien. Namun, untuk memaksimalkan masa pemulihan, dokter akan memberikan:


  • Peresepan obat-obatan, termasuk obat antinyeri
  • Fisioterapi, untuk memastikan Anda bisa kembali melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri  


Meski relatif aman, prosedur artificial ligament tetap memiliki risiko menyebabkan komplikasi, baik berupa nyeri, perdarahan, maupun infeksi. Beberapa efek samping lain juga mungkin terjadi, tetapi hal ini akan diinformasikan lebih lanjut oleh dokter saat Anda melakukan konsultasi persiapan tindakan. 


Selain itu, kemungkinan terjadinya efek samping ini juga sebenarnya bisa diminimalkan dengan tindakan yang dilakukan langsung oleh dokter spesialis bedah ortopedi yang sudah terlatih dan berpengalaman.

RS Pondok Indah menyediakan layanan operasi artificial ligament yang ditangani langsung oleh dokter spesialis ortopedi, dengan didukung teknologi medis terkini. Jadi, tunggu apa lagi? Segera buat janji temu dengan dokter ortopedi di RS Pondok Indah untuk konsultasi mengenai kondisi Anda. Dapatkan solusi terbaik untuk mengatasi nyeri sendi bersama RS Pondok Indah


Baca juga: Perbedaan Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi yang Perlu Dipahami


.

FAQ


Apakah Rekonstruksi Ligamen Pasti Menggunakan Ligamen Buatan?

Rekonstruksi ligamen bisa menggunakan ligamen buatan atau artificial ligament, tetapi tidak selalu. Ligament reconstruction bisa menggunakan beberapa jenis graft, seperti:


  • Autograft: Jaringan dari tubuh pasien sendiri (biasanya tendon hamstring, patella, atau quadriceps)
  • Allograft: Jaringan donor (manusia), dipilih jika pasien tidak cocok autograft atau untuk operasi revisi.
  • Ligamen buatan: Implan berupa serat buatan, yang biasanya dipertimbangkan pada kasus khusus, misalnya cedera kronis.


Dokter spesialis ortopedi akan menentukan jenis graft terbaik berdasarkan usia, aktivitas, kondisi pasien, dan preferensi.



Apakah Operasi Artificial Ligament Termasuk Operasi Besar?

Operasi rekontsruksi ligamen menggunakan artificial ligament umumnya dikategorikan sebagai operasi besar. Meskipun sering dilakukan secara minimal invasif (artroskopi), prosedur ini tetap melibatkan perbaikan struktur sendi, penggunaan anestesi, dan membutuhkan waktu pemulihan serta rehabilitasi yang cukup lama.



Referensi:

  1. Feng X, Luo Z, et al,. Advances in artificial ligament biomaterials for anterior cruciate ligament reconstruction: material innovation, surface modification, and novel adjuvant methods. Advanced Composites and Hybrid Materials. 2025. (https://link.springer.com/article/10.1007/s42114-025-01307-z). Diakses pada 25 Februari 2026.
  2. Peng Z, Feng X, et al,. Artificial ligaments in anterior cruciate ligament reconstruction: Coating strategies for PET-based materials. Journal of orthopaedic translation. 2025. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12799539/). Diakses pada 25 Februari 2026.
  3. Moretti L, Garofalo R, et al,. Anterior Cruciate Ligament Reconstruction with LARS Synthetic Ligament: Outcomes and Failures. Journal of clinical medicine. 2024. (https://www.mdpi.com/2077-0383/14/1/32). Diakses pada 25 Februari 2026.
  4. Cleveland Clinic. ACL Tear. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16576-acl-tear). Direvisi terakhir 2 Agustus 2023. Diakses pada 25 Februari 2026.
  5. National Health Services. What is ACL (anterior cruciate ligament) surgery? (https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/acl-anterior-cruciate-ligament-surgery/what-it-is/). Direvisi terakhir 17 Juli 2025. Diakses pada 25 Februari 2026.