Close
Close Language Selection
Health Articles

MRI Jantung, Pemeriksaan Mendetail Kondisi Jantung

Sabtu, 28 Mar 2020
MRI Jantung, Pemeriksaan Mendetail Kondisi Jantung

Pemanfaatan gelombang radiofrekuensi mampu menghasilkan gambaran dan struktur jantung yang komprehensif. Pemeriksaan kondisi jantung yang dilakukan pun menjadi lebih akurat.

Seiring perkembangan teknologi kesehatan, saat ini terdapat pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung Anda. Dengan memanfaatkan medan magnet dan gelombang radiofrekuensi, Magnetic Resonance Imaging (MRI) mampu mendapatkan gambaran (dua dimensi maupun tiga dimensi) organ dan struktur di dalam tubuh. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memeriksa jantung, pembuluh darah, dan mengidentifikasi area otak yang terkena stroke. Pemeriksaan ini tidak memerlukan perlukaan (non-invasif) dan tanpa radiasi.

Untuk pemeriksaan jantung, MRI dapat membantu dokter mendiagnosis berbagai kondisi yang dialami jantung, seperti:

  • Kerusakan jaringan akibat serangan jantung. Penurunan aliran darah ke otot jantung untuk membantu memastikan apakah nyeri dada yang dialami pasien disebabkan penyempitan atau penyumbatan aliran darah ke otot jantung
  • Masalah di aorta (arteri utama yang keluar dari jantung) seperti sobekan, aneurisma, atau penyempitan
  • Penyakit perikardium (selaput pelapis luar otot jantung), seperti perikarditis konstriktif
  • Penyakit otot jantung, seperti gagal jantung atau pembesaran jantung, serta pertumbuhan abnormal seperti tumor atau kanker
  • Penyakit katup jantung, seperti regurgitasi atau stenosis
  • Penyakit jantung kongenital dan evaluasi pasca koreksi penyakit jantung kongenital

Dengan begitu banyak kemampuan yang dimiliki, MRI dapat menjadi pilihan di samping tes lain yang menggunakan radiasi atau cairan kontras, seperti X-ray (katerisasi) atau tomografi komputer (multislice CT).

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk tiga kelompok pasien yang mengalami permasalahan pada jantung.

  1. Pasien yang sudah diketahui mengalami penyempitan atau penyumbatan arteri koroner dari hasil MSCT koroner atau kateterisasi. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan ada-tidaknya kekurangan aliran darah ke otot jantung
  2. Pasien dengan gangguan irama jantung. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyakit infiltratif otot jantung sebagai pertimbangan pemasangan alat cardioverter defibrilator terimplan
  3. Untuk mencari penyebab gagal jantung selain penyempitan atau penyumbatan koroner. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu adatidaknya penyakit miokarditis.

Secara umum, pemeriksaan MRI aman dan bebas nyeri. Hanya saja, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sehingga pasien perlu berkonsultasi lebih lanjut atau menghindari pemeriksaan ini.

  • Pasien dengan alat implan, kecuali yang tersertifikasi MRI Safe
  • Pasien yang memiliki kecurigaan terdapat serpihan besi di dalam tubuh. Serpihan besi di dalam bola mata, misalnya, dapat menyebabkan kebutaan karena magnet dapat menggerakkan serpihan tersebut selama pemeriksaan berlangsung
  • Beberapa pemeriksaan MRI memerlukan kontras gadolinium (kontras yang tidak menggunakan iodin). Pasien dengan riwayat gagal ginjal tidak dapat menjalani pemeriksaan ini
  • Memiliki stent/ring, katup jantung buatan, atau baru saja menjalani operasi jantung terbuka
  • Hamil (terutama usia kehamilan trimester pertama)
  • Memiliki tato atau make-up permanen (dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di kulit)
  • Memiliki riwayat alergi

Selain itu, perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini menggunakan dobutamin yang dapat menyebabkan jantung berdegup lebih kuat atau lebih cepat. Aliran darah pun meningkat dan rasa tidak nyaman seperti sesak. Karenanya, selama pemeriksaan, listrik jantung dan tekanan darah harus selalu dimonitor dan diawasi oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, perhatikan persiapan sebelum melakukan pemeriksaan.

  • Puasa setidaknya empat jam sebelum pemeriksaan
  • Memiliki data kadar kreatinin paling lama dua minggu sebelum pemeriksaan
  • Melepas pakaian dan semua barang bawaan
  • Membawa sertifikat alat implan yang terpasang di tubuh untuk ditunjukkan sebelum persiapan pemeriksaan.

Pemeriksaan MRI berlangsung sekitar 45 menit. Selama pemeriksaan, pasien tidak boleh bergerak karena dapat mempengaruhi kualitas gambar yang dihasilkan. Pasien akan diberi headphone dan mikrofon sebagai alat berkomunikasi dan penghalang suara bising saat pemeriksaan berlangsung. Setelah pemeriksaan, pasien dapat membuat jadwal konsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk mendapatkan penjelasan hasil MRI.

dr. Sony Hilal Wicaksono, Sp. JP, Subsp. PKV (K), FIHA

Jantung & Pembuluh Darah Subspesialis Jantung dan Pembuluh Darah Pencitraan Kardiovaskular
RS Pondok Indah - Pondok Indah
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Selasa, 02 Jun 2015

Waspada Perubahan Warna Gigi

Read More
Health Articles Selasa, 24 Mar 2020

Pentingnya Vaksin Influenza

Read More
Health Articles Kamis, 16 Jan 2020

Kaki Sehat Tanpa Varises

Read More
Health Articles Selasa, 07 Mei 2019

Mitos-Fakta Kehamilan

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor