Close
Close Language Selection
Health Articles

Inisiasi Menyusu Dini

Senin, 31 Okt 2016
Inisiasi Menyusu Dini

Kelahiran seorang bayi tentunya membawa kebahagiaan tersendiri, tak hanya bagi orang tua tapi juga seluruh anggota keluarga. Dan pastinya, kebahagiaan tersebut akan bertambah ketika bayi yang dilahirkan tumbuh menjadi anak yang sehat. Salah satu langkah awal yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan bayi yang sehat dan kuat adalah dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

Apa itu IMD?
IMD pada dasarnya adalah suatu tindakan setelah kelahiran di mana sang bayi akan diletakkan di dada ibu agar terjadi kontak kulit antara bayi dengan ibu. Proses ini bertujuan agar sang bayi merasa nyaman dan tenang ketika mendengar detak jantung ibu sehingga proses metabolisme badan bayi dapat berjalan optimal dan dapat saling menyeimbangkan suhu tubuhnya dengan ibu. Setelah persalinan, suhu tubuh bayi dapat turun; bayi kedinginan. Dengan kontak kulit yang terjadi antara ibu dan bayi, suhu tubuh bayi akan naik dan bayi tidak akan kedinginan. Inilah yang dinamakan thermal synchronize. Suhu tubuh ibu akan melakukan sinkronisasi dengan suhu tubuh bayi sehingga suhu tubuh bayi naik dan bayi tidak merasa kedinginan, demikian pula sebaliknya.

Tak sekadar kontak kulit semata, ternyata IMD juga memiliki peran yang sangat penting untuk proses produksi ASI bagi sang ibu. Dengan memandang bayi yang baru dilahirkan terbaring di atas dadanya, biasanya sang ibu akan merasakan kebahagiaan luar biasa sehingga memicu keluarnya hormon oksitosin yang akan masuk ke dalam aliran darah sehingga terjadi refleks oksitosin, menyebabkan terjadinya kontraksi otot di sekeliling saluran ASI. Oleh karena itu, ASI yang sudah berada di payudara sang ibu sejak usia kehamilan menginjak empat bulan pun dapat dikeluarkan dan siap diberikan pada sang bayi. Tidak sekadar kontak kulit semata, ternyata IMD memiliki peranan yang penting dalam menurunkan angka kematian bayi. Dari penelitian terbukti IMD dapat menurunkan 22 persen angka kematian bayi baru lahir.

Kapan IMD dilakukan?
IMD biasanya dilakukan segera setelah bayi dilahirkan dengan catatan kondisi ibu dan bayi memungkinkan untuk dilakukan IMD. Begitu bayi diletakkan di dada ibu, seringkali bayi tidak melakukan aktivitas apapun. Kebanyakan bayi membutuhkan waktu antara 20-50 menit untuk mau menyusu pada ibu. Namun bukannya tidak mungkin hingga dalam hitungan jam pun si bayi tidak kunjung menyusu. Untuk menyikapi hal ini, para ibu tidak perlu panik. Karena setiap bayi memiliki kebutuhan untuk menyusu yang berbeda-beda. Ada bayi yang tidak lama setelah lahir sudah mau menyusu ketika diletakkan di dada ibu, namun ada pula bayi lain yang membutuhkan waktu sampai berjam-jam untuk mau menyusu di payudara ibunya setelah melahirkan. Ketika pada kesempatan ini si bayi belum mau menyusu, ibu tak perlu khawatir, karena pada bayi lahir cukup bulan dengan berat badan 2.500 gram atau lebih, ia memiliki cadangan makanan di badan untuk kurang lebih tiga hari selama masa adaptasi, yang dikenal dengan lemak cokelat.

Bagaimana mengukur tingkat keberhasilan IMD?
Banyak yang menyangka jika tingkat keberhasilan IMD diukur dari menyusu atau tidaknya sang bayi saat diletakkan di dada ibu. Padahal, tujuan utama dari proses IMD adalah terjadinya kontak kulit antara ibu dan anak. Oleh karena itu, menyusu atau tidaknya sang bayi saat itu tidak menjadi tolok ukur gagal atau tidaknya proses IMD.

Proses IMD tidak dapat dilakukan bila terjadi:

  • Masalah pada ibu, antara lain perdarahan, muntah, atau mual hebat
  • Masalah pada bayi, seperti bayi terlihat biru sehingga memerlukan observasi lebih lanjut di ruang perawatan intensif

Solusi yang dapat dilakukan ketika sang ibu tidak dapat melakukan IMD adalah dengan menggunakan ayah sebagai peran pengganti. Perlu diketahui, suhu tubuh pria lebih tinggi satu derajat daripada suhu tubuh wanita. Alangkah bahagianya bila ayah dapat ikut berpartisipasi dalam kebahagiaan menyambut sang buah hati.

Apa saja persiapan yang harus dilakukan?
Ada hal yang harus dilakukan oleh para calon orang tua untuk mempersiapkan kelancaran proses IMD yang akan dilakukan kelak. Para orang tua disarankan untuk melakukan bimbingan atau edukasi laktasi pada tenaga-tenaga terlatih di bidang laktasi. WHO sendiri mencanangkan tujuh kontak ASI yang dimulai sejak seorang wanita hamil.

Kontak kedua dilakukan saat kelahiran dengan adanya tindakan IMD. Kontak ketiga serta keempat dilakukan saat ibu masih ada di rumah sakit/klinik bersalin, yaitu dalam 24 jam pertama serta di antara hari kedua sampai hari keempat. Kontak kelima dilakukan saat kontrol pertama kali setelah bersalin. Kontak keenam dan ketujuh dilakukan pada saat kontrol bulan pertama dan kedua, di mana khususnya ibu bekerja, perlu mengetahui hal-hal apa yang harus sudah dipersiapkan sebelum ibu meninggalkan bayi untuk bekerja.

Alangkah baiknya bila kontak awal pertama bisa diikuti bukan hanya oleh ibu tetapi juga ayah atau nenek bayi, sehingga saat ibu membutuhkan dukungan untuk kegiatan laktasi semua orang terdekat bisa membantu.

Tips

  • Ikutilah bimbingan atau edukasi laktasi sebelum ibu melahirkan
  • Bimbingan laktasi bukan hanya untuk ibu melainkan juga untuk orang terdekat ibu

dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI

Spesialis Anak Konselor Laktasi
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor