Close
Close Language Selection
Health Articles

Agar Pandangan Selalu Prima

Rabu, 11 Des 2019
Agar Pandangan Selalu Prima

Meski dampak yang ditimbulkan terbilang tidak berbahaya, mata lelah dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas Anda. Menerapkan beberapa perilaku dapat menghindarkan kita dari kondisi ini.

Pekerjaan terkadang memaksa kita untuk menghabiskan waktu cukup lama menatap layar komputer. Atau, karena asyik bermedia sosial dan bermain game, tak terasa sudah berjam-jam menghabiskan waktu menatap layar ponsel. Akibatnya, mata mulai terasa pedih. Dan jika itu pernah Anda alami, berarti Anda mengalami mata lelah (asthenopia).

Mata lelah adalah kondisi tidak nyaman pada mata, nyeri kepala, yang disebabkan penggunaan mata secara berlebihan. Seperti halnya yang dialami otot saat bergerak secara berlebihan (misalnya saat berolahraga berat), otot-otot mata akan mengalami kelelahan karena bekerja terlalu lama. 

Mata lelah yang diakibatkan penggunaan komputer atau gadget dalam waktu lama disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS) atau Digital Eye Strain. CVS dapat terjadi karena:

  • Penggunaan monitor cathod ray tube (CRT) pada komputer atau televisi. Monitor jenis ini memiliki image flickering yang membuat mata lelah.
  • Posisi duduk yang terlalu membungkuk dalam durasi terlalu lama saat bekerja di depan komputer. Kondisi ini menyebabkan nyeri pada leher, punggung, dan kepala.
  • Angulasi monitor yang kurang tepat.
  • Debu pada monitor yang menyebabkan glare
  • Paparan hembusan AC atau kipas angin yang terlalu kencang dan mengarah langsung ke wajah.
  • Dehidrasi karena sering lupa minum air mineral sehingga mata menjadi lebih kering.

Ketika mata lelah, biasanya akan terjadi beberapa gejala yang menjadi indikasi. Gejala ini dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Gejala eksternal, timbul akibat terlalu lama membuka kelopak mata saat berkonsentrasi penuh pada suatu pekerjaan dengan jarak pandang dekat (misal membaca atau menjahit). Kondisi ini membuat penguapan (evaporasi) air mata menjadi lebih cepat, mata menjadi kering, terasa kasat atau berair, pedih, kemerahan, dan gatal.
  2. Gejala internal, timbul akibat akomodasi dan konvergensi mata yang berlebihan. Saat fokus pada penglihatan dekat, terjadi kontraksi pada otot siliar di bola mata yang diperlukan agar lensa mata menjadi lebih cembung. Selain itu, penglihatan dekat juga membuat kedua mata bergerak ke tengah dan jika terjadi dalam durasi yang lama akan membuat otot eksternal bola mata menjadi lelah. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri kepala, nyeri pada bola mata dan daerah sekitar mata, nyeri leher, mual, atau kedutan pada kelopak mata. 

Mata lelah pada taraf ringan dapat hilang dengan sendirinya. Tapi jika kondisi mata lelah terus berlangsung atau tidak ditangani dengan baik, gejala yang dialami dapat bertambah berat sehingga mengganggu aktivitas dan produktivitas. Apabila Anda mulai merasa terganggu akibat mata lelah, segera periksakan ke dokter spesialis mata. Dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi anatomi mata, lapisan air mata, serta jika diperlukan memeriksa retina Anda. Selain itu, dokter akan mencari tahu kebiasaan serta lingkungan Anda bekerja. Semua hasil pemeriksaan menentukan rekomendasi yang diberikan untuk mengatasi kondisi yang Anda keluhkan. Tapi, tentu akan lebih baik jika Anda menjaga kesehatan mata Anda agar jangan sampai menjadi lelah.

 Agar Mata Tidak Lelah

Di saat ini, sangat sulit terhindar dari interaksi dengan layar (baik komputer maupun ponsel). Meski begitu, beberapa perilaku berikut dapat menghindarkan kita dari mata lelah:

  • Berikan jeda istirahat di antara penggunaan komputer atau gawai. Gunakan prinsip 20-20-20 (setiap 20 menit bekerja dalam jarak pandang dekat, alihkan pandangan ke jarak 20 kaki/sekitar tiga meter selama 20 detik)
  • Duduk dengan jarak sepanjang lengan (sekitar 60 sentimeter) dari layar komputer
  • Sesuaikan posisi layar komputer agar pandangan sedikit mengarah ke bawah
  • Jika layar komputer terbuat dari kaca, gunakan filter layar yang matte untuk mengurangi glare pada layar komputer
  • Hindari pencahayaan yang langsung mengarah ke layar komputer
  • Rutin membersihkan layar komputer agar bebas debu
  • Sesuaikan pengaturan gambar pada komputer: tingkat keterangan, kontras, dan ukuran huruf, sehingga layar komputer lebih nyaman dilihat

dr. Dian Astriani, Sp.M

Ilmu Kesehatan Mata
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Rabu, 12 Mei 2021

Segera Atasi Nyeri pada Leher

Read More
Health Articles Jumat, 19 Peb 2021

Yuk, Simak 10 Cara Atasi Asam Lambung Naik!

Read More
Health Articles Senin, 05 Jul 2021

Kenal Lebih Dekat dengan Endometriosis

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor