Sariawan Atau Kanker Mulut? Menengok Perbedaan Sariawan dan Kanker Mulut

Senin, 13 Mei 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Sariawan banyak di mulut? Bisa saja menjadi gejala munculnya kanker mulut. Kenali gejala serta perbedaan sariawan dan kanker mulut di sini.

Sariawan Atau Kanker Mulut? Menengok Perbedaan Sariawan dan Kanker Mulut

Sariawan mungkin sering dianggap sebagai kondisi yang tidak berbahaya. Padahal, penyakit mulut yang satu ini bisa jadi salah satu tanda awal terjadinya keganasan dalam mulut. Lalu, bagaimana ciri sariawan yang perlu diwaspadai?


Mengenal Apa itu Sariawan

Penyakit mulut yang paling sering terjadi adalah sariawan. Kondisi ini tepatnya terjadi berupa luka (ulser) pada mukosa mulut, yang terdiri dari gusi, langit-langit, lidah, dasar mulut, bibir bagian dalam (mukosa labial), bagian dalam pipi (mukosa bukal). Beberapa ciri sariawan adalah sebagai berikut ini:


  • Luka tunggal 
  • Berbentuk bulat atau oval, dengan bagian tepi berwarna merah
  • Terjadi tanpa didahului maupun disertai dengan demam 
  • Sembuh dalam 7–14 hari, tetapi luka ini bisa kambuh (rekuren)


Sariawan atau stomatitis aftosa rekuren (SAR)/aftae perlu dibedakan dengan kelainan mukosa mulut lain, yang dapat terjadi karena infeksi virus, bakteri, jamur, penggunaan obat-obatan, serta karena penyakit sistemik maupun kelainan autoimun. 


Baca juga: Mulut Terasa Kering dan Panas, Mungkinkah Burning Mouth Syndrome?


Mengenal Kanker Mulut dan Karakteristiknya

Sariawan bukan hal yang berbahaya bila sembuh dalam 14 hari. Namun, bila sariawan tidak sembuh setelah lebih dari 4 minggu, Anda perlu mewaspadainya. Sebab bisa jadi kondisi ini adalah gejala awal dari kanker mulut (oral cancer) yang merupakan jenis kanker ke-6 tersering di dunia. 


Kanker mulut sendiri adalah kanker yang memengaruhi bagian dalam atau rongga mulut. Bagian yang dapat terkena kanker mulut mencakup bibir, gingiva, lidah, langit rongga mulut, rahang, dasar mulut, orofaringeal, kelenjar ludah, sinus maksilaris dan kanker yang terjadi di anterior selaput lendir kulit.


Salah satu gejala kanker mulut adalah sariawan yang tidak kunjung membaik dan bercak putih atau luka yang berdarah pada bibir atau mulut.


Risiko terjadinya kanker mulut juga lebih besar pada beberapa kondisi berikut:


  • Merokok aktif
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Kurang menjaga kebersihan rongga mulut



4 Perbedaan Sariawan dan Kanker Mulut

Sariawan merupakan salah satu gejala dari kanker mulut, tetapi bagaimana cara membedakan sariawan biasa dengan gejala awal kanker mulut? Mari melihat perbedaan sariawan dan kanker mulut berikut ini:


1. Waktu Penyembuhan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu gejala kanker mulut awal adalah mengalami sariawan yang tidak kunjung membaik.


Pada umumnya, sariawan bisa sembuh dengan sendirinya dalam 5-14 hari. Sementara kanker mulut ditandai dengan luka yang tidak kunjung membaik setelah beberapa pekan atau bahkan bulan.


2. Rasa Sakit

Rasa sakit yang dialami saat mengalami sariawan pun berbeda dengan rasa sakit yang ditimbulkan oleh gejala awal kanker mulut.


Biasanya, sariawan akan menyebabkan munculnya rasa sakit hanya pada daerah di mana sariawan itu timbul. Tetapi, kanker mulut justru tidak menimbulkan rasa sakit yang parah. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, luka tersebut justru akan semakin parah dan menimbulkan rasa sakit yang hebat.


Baca Juga: Ke Dokter Gigi, Siapa Takut?


3. Bentuk

Selanjutnya, bentuk sariawan dan luka gejala kanker mulut pun berbeda. Pada umumnya, sariawan berbentuk datar dan memiliki warna keputihan atau kekuningan di area tengah. Sebaliknya, luka gejala kanker mulut biasanya terasa menonjol dan memiliki warna putih atau merah.


4. Gejala Lain

Kanker mulut seringkali ditandai dengan gejala lain yang muncul. Jadi, selain patut mewaspadai sariawan yang tak kunjung sembuh, Anda juga perlu memerhatikan beberapa gejala kanker mulut yang lain, seperti:


  • Perubahan warna, berupa bercak putih atau merah pada mukosa mulut
  • Munculnya benjolan tidak normal
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Gigi goyang, bahkan tanggal, tanpa sebab
  • Gusi mudah berdarah
  • Kesulitan mengunyah maupun menelan
  • Lidah kaku


Kanker mulut termasuk kanker yang ganas dengan kemungkinan hidup dalam 5 tahun setelah terdiagnosis sebesar 50–63%. Maka dari itu, pencegahan dan deteksi dini secara rutin sangat penting untuk dilakukan.



Langkah Awal Mendeteksi Kanker Mulut


Langkah awal deteksi dini kanker mulut bisa dilakukan dengan menerapkan SAMURI, yakni perikSA MUlut sendiRI. Deteksi dini untuk memeriksa kondisi mulut bisa dilakukan dengan bantuan cermin, dan dilakukan secara rutin, setidaknya sebulan sekali. Sebelum melakukan pemeriksaan, pastikan Anda telah mencuci tangan, lalu lakukan SAMURI dengan langkah sebagai berikut:


  1. Periksalah bibir, bagian dalam, atas, dan bawah
  2. Periksa gusi bagian atas dan bawah
  3. Periksa juga pipi bagian dalam, sebelah kanan dan kiri
  4. Jangan lupa memeriksa lidah, mulai dari bagian atas dan lidah, serta sisi kanan dan kirinya 
  5. Pastikan juga untuk memeriksa kondisi langit-langit mulut
  6. Kelincahan lidah juga tak boleh terlewatkan dari pemeriksaan mandiri


Baca Juga: Mengenal Penyakit HFMD yang Mengintai Anak


Tips Pencegahan Kanker Mulut

Guna mencegah terjadinya kanker mulut, Anda disarankan untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Selain sebagai upaya pencegahan terjadinya kanker mulut, upaya tersebut juga bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan sariawan. Berikut ini adalah upaya menjaga kesehatan mulut yang dianjurkan:


  • Jaga kebersihan mulut dengan rajin menggosok gigi, dan gunakan dental floss
  • Sikat gigi perlahan menggunakan bulu sikat gigi yang lembut, dan pasta gigi bebas detergen
  • Hindari konsumsi makanan pedas atau asam yang dapat menyebabkan iritasi dan nyeri
  • Konsumsi makanan bergizi dengan tekstur yang lunak, sehingga lebih mudah ditelan
  • Konsumsi air mineral, hindari minuman bersoda, dan beralkohol
  • Hindari menyentuh luka sariawan dengan tangan yang tidak bersih


Bila beberapa tips tersebut tidak juga membuat sariawan yang Anda alami menghilang, sudah waktunya untuk memeriksakan diri ke Dokter Gigi dan Mulut di RS Pondok Indah. Pemeriksaan ini perlu Anda lakukan, agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk penggunakan obat sariawan sesuai anjuran dokter.