Close
Close Language Selection
Health Articles

Manfaat Aktivitas Fisik Untuk Pertumbuhan Tulang Anak

Rabu, 22 Nov 2023
Manfaat Aktivitas Fisik Untuk Pertumbuhan Tulang Anak

Masa anak-anak hingga remaja jadi masa krusial bagi pertumbuhan dan kepadatan tulang. Sebab, pada periode ini ukuran dan kekuatan tulang meningkat secara signifikan.

Masa kanak-kanak hingga remaja merupakan periode krusial untuk pertumbuhan tulang. Pada masa inilah pertumbuhan tulang meningkat pesat hingga mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Agar pertumbuhan tulang pada anak terjadi secara optimal, maka anak sangat dianjurkan untuk aktif dalam melakukan aktivitas fisik atau bahkan olahraga. Terutama pada usia 9-12 tahun di mana periode ini menjadi periode emas pertumbuhan tulang anak.

Secara umum, aktivitas fisik yaitu segala sesuatu kegiatan, yang menyebabkan anggota badan seseorang bergerak, karena adanya kontraksi otot, otot-otot rangka yang juga berefek mengeluarkan energi. Sementara olahraga adalah bagian dari aktivitas fisik. Hanya saja, olahraga memiliki durasi, gerakan, dan pola yang terstruktur dan dilakukan secara berulang.

Jika pada usia anak belum cukup komitmen untuk berolahraga secara rutin, maka aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, duduk, berdiri, membereskan tempat tidur, juga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan kepadatan massa tulang.

Aktivitas Fisik Merangsang Pertumbuhan Tulang Anak
Di masa serba praktis dan digital, kecenderungan perilaku setiap orang, termasuk anak-anak, turut bergeser. Aktivitas fisik pada anak dapat dikatakan menurun akibat banyak menghabiskan waktu untuk bermain gawai. Padahal, menurunnya durasi aktivitas fisik dapat menyebabkan pertumbuhan tulang pada anak terhambat.

Durasi aktivitas fisik anak-anak dalam sehari setidaknya berdurasi 60 menit perhari. Aktivitas ini mencakup aktivitas fisik atau olahraga dengan intensitas sedang hingga kuat, sebagian besar aktivitas harus bersifat aerobik seperti jogging atau bersepeda. Selain itu aktivitas yang memperkuat otot dan tulang juga sangat diperlukan. Pertumbuhan tulang dipengaruhi karena adanya tekanan dan tarikan. Berikut beberapa aktivitas fisik yang dapat membantu pertumbuhan tulang pada anak.

  1. Sepak bola
    Aktivitas atau olahraga ini dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular, memperkuat otot, fleksibilitas, koordinasi mata dan kaki, keseimbangan tubuh, dan kontrol berat badan. Sementara dalam sisi mental anak dapat belajar disiplin sportivitas dan kerja sama.
  2. Gimnastik
    Senam akan melatih kekuatan dan kelenturan tubuh, termasuk perkembangan fisik dan stamina anak. Latihan ini juga bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuh agar tetap kokoh dan tidak mudah terjatuh.
  3. Berenang
    Berenang dapat menambah keahlian anak tentang keamanan di air atau water safety, berenang juga dapat membantu mengukur stamina, pernapasan, dan melatih kerja otot pada tubuh anak.
  4. Bersepeda
    Bersepeda akan sangat bermanfaat karena melatih keseimbangan tubuh anak. Bersepeda juga akan meningkatkan kekuatan kaki dan menjaga otot jantung si kecil agar tetap bugar.
  5. Lari
    Aktivitas lari dapat diberikan variasi gerakan misalnya dengan mengombinasikan lari sambil melompat, atau mencoba berlari di tempat dengan langkah kaki yang sangat dekat dengan tanah. Hal ini bermanfaat untuk memperkuat otot melatih perkembangan otak dan meningkatkan koordinasi tubuh anak.
  6. Melompat
    Melompat dapat menjadi aktivitas fisik yang menyenangkan bagi anak. Terdapat beberapa gerakan lompatan yang dapat dilakukan anak, salah satunya jumping jacks.

Cedera Tulang pada Anak
Cedera bisa terjadi pada anak, mulai dari cedera ringan hingga berat. Secara umum, bentuk cedera fisik seperti berjalan, berlari, duduk, berdiri, pada anak dengan dewasa, sama. Namun, ada cedera yang hanya terjadi pada anak yaitu cedera pada lempeng pertumbuhan.

Jika anak mengalami cedera pada lempeng pertumbuhan seperti di tibia (tulang kering), dokter akan sangat serius melakukan observasi dampak dari cedera tersebut untuk memastikan apakah akan mengganggu pertumbuhan bentuk tulang pada anak, berdampak pada bentuk menjadi bengkok atau pendek sebelah.

Kemudian, cedera yang paling sering terjadi pada anak adalah overuse karena aktivitas tinggi dan mengenai ligamen yang menempel pada tulang. Cedera tersebut dapat menyebabkan tulang kering bagian atas mengalami penonjolan.

Selain itu, ada juga cedera pada daerah kaki dan tumit. Di titik itu merupakan tempat-tempat menempelnya ligamen atau otot pada tulang yang masih tulang rawan. Jika cedera ini dialami oleh anak, penanganan awal yaitu membatasi aktivitas, atau bahkan berhenti melakukan aktivitas pemicu cedera, selama satu hingga dua minggu. Penanganan selanjutnya adalah memberikan obat anti nyeri pada anak.

dr. Faisal Mi`raj, Sp.OT (K)

Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak, Limb Lengthening, and Reconstruction
RS Pondok Indah - Pondok Indah
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Rabu, 27 Mei 2015

Berbagai Cara Deteksi Kanker Leher Rahim

Read More
Health Articles Jumat, 29 Nov 2019

Relaksasi Otot dengan Fisioterapi

Read More
Health Articles Kamis, 21 Nov 2019

Jaga Kesehatan Telinga di Usia Produktif

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor