Close
Close Language Selection
Health Articles

Jaga Semangat Makan Anak

Rabu, 14 Sep 2022
Jaga Semangat Makan Anak

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua agar tidak menghadapi situasi anak yang menolak makan.

Bagi sebagian orang tua, anak yang enggan makan mungkin menjadi permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Secara umum, penyebab Gerakan Tolak Makan/GTM (refuse feeding) dapat digolongkan menjadi dua, yaitu organik (masalah pada organ untuk makan, seperti lidah, bibir, gigi, tenggorokan, lambung, dan lainnya) serta fungsional (masalah psikologis, seperti trauma makan, depresi, kecemasan, Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)), dan lainnya.

Pola makan yang keliru sejak awal menjadi penyebab pada sebagian besar kasus GTM. Kekeliruan yang kerap terjadi sebagai berikut: 

  • Memaksa anak makan secara berlebihan yang menyebabkan trauma makan; 
  • Memberikan ancaman untuk makan, apalagi dengan kekerasan; 
  • Makan sambil melakukan aktivitas lain, seperti berjalan-jalan, menonton televisi, dan lainnya. Hal ini membuat aktivitas makan menjadi hal sampingan; 
  • Terlalu menargetkan makanan harus habis sehingga makan dilakukan berjam-jam; 
  • Minum terlalu banyak dan manis sehingga membuat cepat kenyang; serta 
  • Kebiasaan memberi hadiah (reward) jika anak mau makan. 

Meski begitu, pemeriksaan terhadap GTM lebih dulu difokuskan pada penyebab organik.

Tingkat kejadian GTM sangat bervariasi, tergantung pada geografi, genetik, lingkungan, pendidikan, dan lainnya. Umumnya, angka kejadian GTM pada anak berkisar 20 hingga 30 persen. Penerapan waktu makan yang teratur dapat mencegah anak mengalami GTM. Batasi pula waktu makan. Meski makanan belum habis, hentikan makan saat durasi waktu yang ditetapkan berakhir.

GTM dapat terjadi pada usia berapapun meski biasanya dimulai pada usia satu tahun. Pada usia ini, otonomi anak mulai muncul sehingga anak coba menolak segala sesuatu yang bukan keinginannya. GTM yang tidak ditangani dengan baik dan terus berlanjut, dapat menyebabkan beragam kondisi yang tidak baik terutama bagi proses pertumbuhan anak. Berat badan anak tidak sesuai grafik pertumbuhan, tinggi badan tidak optimal, menurunkan imunitas (sehingga anak mudah terkena infeksi seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Infeksi Saluran Kemih (ISK), dan lainnya) yang pada akhirnya semakin menurunkan nafsu makan anak dan memperberat GTM. 

Karenanya, ketika anak mengalami GTM, terlebih jika sampai memengaruhi berat badan, segera periksakan kondisi anak ke dokter spesialis anak atau dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi hepatologi anak.

Dr. dr. Muzal Kadim, Sp. A, Subsp. GH

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Subspesialis Kesehatan Anak Gastrohepatologi
RS Pondok Indah - Pondok Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Senin, 19 Jun 2017

Atasi Fobia dengan Hipnoterapi

Read More
Health Articles Kamis, 21 Jul 2022

Dampak COVID-19 pada Sistem Pernapasan

Read More
Health Articles Senin, 16 Sep 2019

Tanda Saluran Cerna Anak yang Sehat

Read More
Health Articles Kamis, 16 Jan 2020

Jangan Sampai Saluran Kemih Terinfeksi

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor