Penyebab HMPV dan Kelompok yang Rentan Terinfeksi

Oleh Tim RS Pondok Indah

Senin, 26 Mei 2025

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Kenali penyebab HMPV: penularan udara, kontak langsung, daya tahan lemah & kebersihan buruk. Waspadai kelompok rentan & cara pencegahan efektif!

Penyebab HMPV dan Kelompok yang Rentan Terinfeksi

Human Metapneumovirus (HMPV) adalah salah satu virus pernapasan yang sering menimbulkan gejala mirip flu, mulai dari batuk, pilek, hingga sesak napas. Virus ini mudah menular, terutama melalui udara dan kontak langsung dengan penderita, sehingga penting untuk memahami berbagai penyebabnya agar kita bisa lebih waspada dan melakukan pencegahan dengan tepat. Simak penjelasan lengkapnya!


Faktor-faktor Penyebab HMPV


1. Penularan Lewat Udara

HMPV menyebar melalui percikan air liur atau lendir saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Anda bisa tertular jika menghirup udara yang sudah terkontaminasi, terutama di ruangan tertutup atau tempat ramai. Selain itu, virus ini juga dapat menempel pada permukaan benda, sehingga risiko penularan semakin besar.


2. Kontak Langsung dengan Orang yang Terinfeksi

Berinteraksi dekat dengan penderita, seperti berjabat tangan atau berbagi alat makan, dapat mempermudah penularan. Virus ini mudah berpindah melalui sentuhan, terutama jika Anda tidak segera mencuci tangan setelah kontak.


3. Daya Tahan Tubuh yang Lemah

Bayi, lansia, atau orang dengan kondisi medis tertentu (seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes) lebih rentan mengalami infeksi parah. Begitu pula dengan mereka yang sedang menjalani pengobatan yang melemahkan sistem imun, seperti kemoterapi.


4. Kebersihan yang Kurang Terjaga

Kurangnya kebiasaan mencuci tangan atau sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko tertular HMPV. Tempat-tempat seperti sekolah, rumah sakit, atau transportasi umum menjadi lokasi yang perlu diperhatikan kebersihannya.



Siapa yang Paling Rentan Terkena Virus HMPV?

Kelompok usia yang paling rentan terkena Human Metapneumovirus (HMPV) adalah anak-anak kecil (di bawah 5 tahun) dan lansia (di atas 65 tahun). Sistem kekebalan tubuh mereka cenderung lebih lemah, sehingga virus lebih mudah menginfeksi saluran pernapasan. Selain itu, bayi prematur atau anak dengan riwayat asma juga berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat seperti sesak napas atau bronkiolitis. Penularan sering terjadi di tempat ramai seperti sekolah, tempat penitipan anak, atau panti jompo, di mana kontak fisik dan udara yang tercemar virus lebih sulit dihindari.


Orang dengan penyakit kronis seperti PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), asma, atau gangguan imun (misalnya pasien kemoterapi atau HIV) juga termasuk kelompok rentan. Kebiasaan jarang mencuci tangan, tinggal di lingkungan padat, atau sering terpapar polusi udara dapat memperbesar risiko infeksi. Untuk mengurangi penularan, penting bagi kelompok rentan untuk menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, memakai masker di keramaian, dan menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk atau pilek. Jika gejala memburuk, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan tepat.


Jika Anda atau keluarga mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk terus-menerus, atau sesak napas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis paru dan pernapasan. Deteksi dini membantu mencegah kondisi yang lebih serius. Dengan mengetahui cara penularan HMPV, kita bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan.


FAQ


Apakah HMPV Menular Seperti Flu Biasa?

Ya, penularannya mirip flu—melalui percikan air liur atau lendir saat penderita batuk/bersin. Bedanya, HMPV lebih berisiko pada balita dan lansia karena sistem imun mereka belum atau sudah tidak optimal.


Apakah Anak-anak Lebih Mudah Tertular HMPV?

Ya, karena sistem imun anak masih berkembang. Penularan sering terjadi di sekolah atau tempat bermain melalui mainan atau peralatan yang dipakai bersama.


Bisakah Hewan Peliharaan Menularkan HMPV?

Tidak. HMPV hanya menginfeksi manusia, jadi penularan selalu terjadi antar orang. Namun, hewan bisa membawa virus di bulu/ tubuh jika terkena percikan dari penderita.


Apa yang Membuat Seseorang Lebih Rentan Kena HMPV?

Faktor utamanya adalah daya tahan tubuh lemah (misalnya karena sakit kronis, usia lanjut, atau kurang gizi), kebiasaan jarang cuci tangan, dan sering berada di kerumunan tanpa masker.


Apakah HMPV Bisa Menular Sebelum Gejala Muncul?

Ya, masa inkubasi HMPV sekitar 3–6 hari. Seseorang bisa menularkan virus sebelum menyadari gejalanya, terutama jika aktif bersin/batuk ringan.


Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Human Metapneumovirus (HMPV). (https://www.cdc.gov/ncird/human-metapneumovirus.html). Diakses pada 25 Mei 2024.
  2. Mayo Clinic. Human Metapneumovirus (HMPV) Infection. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/human-metapneumovirus/symptoms-causes/syc-20378501). Diakses pada 25 Mei 2024.
  3. Johns Hopkins Medicine. Human Metapneumovirus (HMPV). (https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/human-metapneumovirus-hmpv). Diakses pada 25 Mei 2024.
  4. National Institutes of Health (NIH). Human Metapneumovirus: Epidemiology and Clinical Impact. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7125834/). Diakses pada 25 Mei 2024.
  5. World Health Organization (WHO). Respiratory Syncytial Virus (RSV) and Human Metapneumovirus (HMPV). (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/respiratory-syncytial-virus-(rsv)-and-human-metapneumovirus-(hmpv)). Diakses pada 25 Mei 2024.
  6. American Lung Association. Human Metapneumovirus (HMPV). (https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/human-metapneumovirus-hmpv). Diakses pada 25 Mei 2024.
  7. Cleveland Clinic. Human Metapneumovirus (HMPV). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22044-human-metapneumovirus-hmpv). Diakses pada 25 Mei 2024.
  8. MedlinePlus. Human Metapneumovirus Infections. (https://medlineplus.gov/humanmetapneumovirusinfections.html). Diakses pada 25 Mei 2024.