Sayatan Minimal Atasi Tennis & Golfers Elbow

Tuesday, 05 March 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Kemajuan teknologi memungkinkan penanganan mutakhir untuk mengatasi nyeri siku akibat tennis elbow dan golfers elbow

Sayatan Minimal Atasi Tennis & Golfers Elbow

Kemajuan teknologi memungkinkan penanganan mutakhir untuk mengatasi nyeri siku akibat tennis elbow dan golfer’s elbow.


Meski sama-sama terjadi di area siku, keduanya dibedakan oleh lokasi yang spesifik. Golfer’s elbow atau medial epicondylitis merupakan istilah untuk iritasi pada tendon yang menempel di epikondilus (lempeng tulang) sisi dalam siku (medial).


Sedangkan tennis elbow atau lateral epicondylitis adalah kondisi iritasi tendon di epikondilus sisi luar siku (lateral).


Tennis elbow dan golfer’s elbow muncul karena pemakaian tendon berlebihan. Tendon mengalami kelebihan beban akibat gerakan berulang pada lengan dan pergelangan tangan.


Kondisi ini bisa disebabkan oleh gerakan mengayun atau menekuk pergelangan tangan yang sering dilakukan pada olahraga tenis, golf, dan bisbol. Namun, bisa pula muncul akibat rutinitas menggunakan tangan dalam posisi tertentu, seperti mengetik dan mencangkul.


Tarikan konstan otot pada siku dan lengan ini mengakibatkan robekan kecil (micro tear) yang diikuti iritasi atau peradangan tendon (tendinitis) dan nyeri. Robekan ini juga menyebabkan munculnya jaringan baru (angio fibrotic tissue), yang sensitif terhadap nyeri.


Sensasi nyeri pada bagian luar dan dalam siku ini terjadi berulang saat menggerakkan tangan dan menyebar ke lengan dan jari.


Selain mengganggu aktivitas, nyeri ini dapat mengurangi kualitas hidup. Apalagi, dalam beberapa kasus golfer’s elbow dan tennis elbow didapati pula gangguan lain yang bisa membuatnya bertambah parah.


Pada kasus golfer's elbow misalnya, ada yang disertai saraf terjepit di siku sisi dalam atau dikenal sebagai cubital tunnel syndrome, yaitu kondisi peregangan atau penekanan pada saraf ulnaris di lengan bawah dekat dengan siku.


Cubital tunnel syndrome umumnya menimbulkan gejala kebas pada jari dan kelemahan otot tangan. Sementara itu, pada tennis elbow tak sedikit juga yang disertai dengan robekan ligamen.


Sebelum menangani tennis elbow dan golfer’s elbow, pasien dianjurkan untuk melakukan sejumlah pemeriksaan. Selain pemeriksaan fisik, pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG) dan magnetic resonance imaging (MRI) sangat diperlukan dalam mendiagnosis kedua gangguan ini.


Dengan kemampuan memindai MRI akan dapat diperoleh pencitraan dan informasi secara detail mengenai jenis peradangan, jenis robekan, di mana robekan itu terjadi, bahkan mampu mengidentifikasi robekan lainnya yang terjadi di sekitar bagian siku.


Metode non-bedah dan bedah dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dan memperbaiki jaringan otot yang rusak pada siku. Kedua metode ini disesuaikan dengan tingkat keluhan yang dialami pasien. Tindakan non-bedah biasanya dimulai dari pemberian obat-obatan minum, fisioterapi, injeksi kortikosteroid, hingga pemberian Platelets Rich Plasma.


Sedangkan pada tindakan bedah, penanganan tennis elbow dan golfer’s elbow dapat dilakukan dengan teknik bedah minimal invasive. Melalui sayatan minimal tersebut, dokter akan mengambil jaringan tendon yang mati dan menghubungkan kembali otot yang sehat ke tulang.


Usai tindakan, umumnya pasien harus mengistirahatkan siku selama beberapa waktu dan dilanjutkan dengan rehabilitasi fungsi dan fleksibilitas siku.


Teknik bedah minimal invasive umum digunakan dalam penanganan tennis elbow, tapi cukup jarang pada golfer’s elbow mengingat keberadaan saraf ulnaris di sisi dalam siku yang menjadikannya sedikit berisiko. Pada kasus golfer’s elbow, biasanya tetap dilakukan small incision.


Tindakan bedah minimal invasive ini hanya membuat perlukaan yang sangat kecil, sehingga pasien dapat pulih lebih cepat. Selain itu, teknik ini efektif dalam menangani pasien tennis elbow dan golfer's elbow yang disertai cubital tunnel syndrome.