Radang Amandel, Kapan Harus Dibuang?

Tuesday, 04 June 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Radang amandel (Tonsillitis) merupakan infeksi pada amandel atau tonsil yang menyebabkan demam dan sakit tenggorokan. Simak penyebab, gejala dan pengobatannya.

Radang Amandel, Kapan Harus Dibuang?

Radang amandel atau tonsilitis, merupakan infeksi pada amandel yang umumnya menyebabkan demam dan sakit tenggorokan. Amandel adalah sepasang organ limfoid yang terletak di kiri dan kanan panggal tenggorokan. 


Organ ini berfungsi sebagai pertahanan tubuh dari infeksi maupun penyakit, terutama pada anak-anak. Seiring dengan bertambahnya usia, peran amandel sebagai sistem kekebalan tubuh akan mulai tergantikan secara bertahap, hingga akhirnya menyusut.


Apa Itu Radang Amandel Atau Tonsilitis?

Radang amandel, atau tonsilitis adalah kondisi peradangan dan pembengkakan kelenjar lunak kecil pada bagian belakang kiri dan kanan tenggorokan.


Kondisi ini dapat menyerang siapa saja pada usia berapapun. Akan tetapi, tonsilitis lebih sering menyerang anak-anak dan remaja.


Penyebab Radang Amandel

Radang amandel, atau tonsilitis, seringkali disebabkan oleh infeksi virus atau infeksi bakteri. Biasanya, penularan virus dan bakteri ini diakibatkan oleh kontak erat dengan penderita.


Beberapa virus yang menjadi penyebab radang amandel adalah sebagai berikut:


  • Rhinovirus: Virus penyebab pilek.
  • Influenza: Virus penyebab flu.
  • Enterovirus: Virus penyebab penyakit mulut, tangan, dan kaki.
  • Adenovirus: Virus penyebab diare.
  • Rubella: Virus penyebab campak.


Baca juga: Sakit Tenggorokan, Ketahui Penyebab dan Penanganannya



Gejala Radang Amandel

Saat terinfeksi, amandel akan membengkak dan menyebabkan rasa nyeri saat menelan (odinofagi). Pada kasus yang parah, pembengkakan bahkan bisa sampai menyumbat jalan nafas atau kesulitan menelan (disfagia) yang dinamakan radang amandel.


Kondisi nyeri menelan dan demam biasanya terjadi pada peradangan akut. Pada kasus yang menahun, kesulitan menelan atau mendengkur biasanya tidak disertai dengan rasa nyeri.


Gejala radang amandel akut yang lain, antara lain:


  1. Sakit telinga saat menelan
  2. Sakit tenggorokan
  3. Sulit menelan makanan
  4. Bau mulut
  5. Demam, panas dingin, yang disertai badan terasa sakit
  6. Amandel tampak merah dan/atau bengkak
  7. Pada amandel dapat terlihat ada bercak putih atau kuning


Selain gejala di atas, radang amandel pada anak juga dapat disertai gejala lain seperti penurunan nafsu makan, rewel, dan air liur yang berlebihan.


Gejala tonsillitis akibat infeksi virus biasanya lebih ringan daripada yang disebabkan oleh bakteri. Umumnya gejala tonsilitis akibat infeksi virus akan membaik dalam 3-4 hari. Bila penderita memiliki gejala tonsilitis yang masih terjadi selama lebih dari 4 hari menandakan perlunya pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dari dokter spesialis bedah Telinga, Hidung, Tenggorokan, bedah Kepala, dan Leher.


Baca juga: Radiofrekuensi untuk Tonsilektomi Cara Modern Operasi Amandel


Pengobatan Radang Amandel

Untuk mengurangi ketidaknyamanan karena gejala tonsillitis, dokter biasanya akan memberikan obat antinyeri maupun penurun demam, atau anti-inflamasi, seperti parasetamol dan ibuprofen.


Dokter akan meresepkan antibiotik maupun obat kumur untuk meringankan sakit tenggorokan akan dilakukan bila infeksi disebabkan oleh bakteri. Untuk mempercepat proses pemulihan, istirahat cukup dan makan bergizi juga diperlukan, selain konsumsi obat yang sesuai.


Apakah Radang Amandel Bisa Sembuh?

Jawabannya adalah ya, radang amandel bisa sembuh, baik secara alami dengan perawatan yang tepat maupun melalui intervensi medis jika diperlukan.


Pertimbangan Operasi untuk Radang Amandel

Pasien yang mengalami radang amandel tidak selalu membutuhkan operasi pembuangan amandel (tonsilektomi). Keputusan untuk melakukan tonsilektomi dibuat berdasarkan pertimbangan berikut:


1. Absolut, atau harus dibuang

  • Adanya abses atau nanah pada amandel
  • Menyebabkan sleep apnea, yaitu kondisi mendengkur saat tidur yang bisa mengakibatkan napas terhenti
  • Obstruksi atau sumbatan jalan napas
  • Curiga keganasan dari hasil biopsi
  • Radang amandel terjadi secara kronis atau berulang


2. Relatif, atau sebaiknya dibuang, meski tidak harus segera

  • Peradangan akut yang terjadi lebih dari 3 kali dalam 6 bulan, atau 7 kali dalam setahun
  • Menyebabkan mendengkur saat tidur, tetapi tidak sampai mengakibatkan napas terhenti
  • Menyebabkan penderita sulit menelan (disfagia)


Baca juga: Sendawa Berlebihan Buat Anda Tak Nyaman? Tangani Yuk!


Perbedaan Radang Amandel dengan Kanker Tonsil

Meski sulit dibedakan, radang amandel dan kanker tonsil memiliki beberapa hal yang khas. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara keduanya:


1. Rentang usia penderitanya

Radang amandel lebih banyak dialami oleh anak-anak, sedangkan kanker tonsil diderita oleh orang dewasa, khususnya dalam rentang usia 50-70 tahun.


Hal ini disebabkan ukuran dan peran amandel yang lebih besar sistem kekebalan tubuh anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Pada anak-anak, amandel memiliki peran yang lebih besar dalam mencegah infeksi penyakit, oleh sebab itu pula radang amandel lebih sering terjadi pada anak-anak.


2. Penyebab terjadinya

Radang tonsil kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Sedangkan, kanker tonsil berhubungan erat dengan merokok dan konsumsi alkohol, juga infeksi virus HPV (Human Papiloma Virus), yang juga menjadi penyebab kanker leher rahim (serviks) pada wanita, hanya saja strain-nya berbeda. Kanker tonsil karena infeksi virus ini memiliki angka harapan hidup yang lebih baik.


3. Pembengkakannya

Pembengkakan karena radang amandel biasanya terjadi pada kedua amandel, sedangkan kanker tonsil biasa menyebabkan pembengkakan di salah satu sisi saja yang dapat disertai dengan luka dan titik-titik perdarahan. Rasa nyeri biasanya menjalar hingga ke leher, tetapi ada juga yang tidak merasa nyeri sama sekali. Kanker tonsil juga dapat menyebar ke kelenjar getah bening di area leher.


4. Penanganannya

Bila radang amandel tidak selalu memerlukan operasi, penanganan kanker tonsil dilakukan dengan tonsilektomi, untuk dilakukan biopsi. Setelah itu, penanganan dilanjutkan dengan radiasi (penyinaran) untuk mematikan sel-sel kanker yang terdapat pada tonsil dan leher. Pada stadium dan jenis kanker tertentu, kemoterapi juga diperlukan.



Meski tidak selalu membutuhkan penanganan segera, radang amandel tetap perlu diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas Anda maupun buah hati. Pemeriksaan oleh dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan dan bedah kepala-leher di RS Pondok Indah cabang terdekat akan membantu Anda mendapatkan penanganan yang efektif dan berkualitas.