Penyebab Mioma Uteri, Gejala dan Penanganannya

Thursday, 20 June 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Mioma uteri umumnya disebabkan oleh faktor genetik, indeks massa tubuh, menarche terlalu dini, hingga konsumsi alkohol. Simak gejala dan perawatannya di sini.

Penyebab Mioma Uteri, Gejala dan Penanganannya

Mioma uteri merupakan salah satu gangguan pada organ reproduksi wanita yang sering terjadi. Angka kejadiannya mencapai 70-80% pada wanita berusia 50 tahun, dengan usia puncak terjadinya pada usia 40 tahun. 


Tumor jinak ginekologi ini terbentuk oleh otot polos dari rahim (uterus) dan berbagai jaringan ikat. Meskipun bersifat jinak, gangguan pada rahim ini tetap perlu diwaspadai karena potensi komplikasi yang ditimbulkannya.


Mengenal Mioma Uteri

Miom, leiomyoma, atau mioma uteri, adalah suatu kondisi medis di mana terjadi pertumbuhan jaringan tidak normal (tumor) yang bersifat jinak pada rahin. Meski bisa tumbuh di bagian dalam maupun luarnya. tumor jinak rahim ini lebih banyak ditemukan pada bagian dinding dan permukaan rahim.


Terjadinya mioma uteri sering kali tidak menyebabkan penderitanya mengalami keluhan apa pun. Bahkan kebanyakan wanita mengetahui bahwa dirinya mengalami mioma uteri secara tidak sengaja, misalnya ketika melakukan pemeriksaan rutin ginekologi atau ultrasonografi (USG). Hal ini biasanya terjadi pada kasus mioma uteri yang ukurannya masih kecil. 


Namun, saat ukurannya bertambah besar, wanita yang mengalami mioma uteri biasanya akan mulai merasakan keluhan maupun komplikasi, seperti perdarahan menstruasi yang tidak normal, gangguan berkemih, dan infertilitas (mandul).


Terbentuknya mioma uteri bisa saja hanya 1 atau banyak (multiple). Ukuran dan letaknya pun bervariasi. Berdasarkan letak kemunculannya, mioma uteri dikelompokkan menjadi: 


  • Submukoum (tumbuh di dalam dekat dinding rahim)
  • Subserosum (menonjol keluar dari rahim)
  • Intra mural (berada di tengah)


Baca juga: Prolaps Organ Panggul, Turunnya Posisi Rahim dan Organ Panggul Lainnya



Penyebab Mioma Uteri

Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron menjadi penyebab utama terjadinya mioma urteri. Peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron menjadi penyebab mioma uteri terbentuk. Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena mioma uteri dan mempercepat pertumbuhan mioma uteri, seperti: 


  • Genetik
  • Status gizi, termasuk indeks massa tubuh (BMI) yang melebihi normal
  • Usia menstruasi pertama (menarche) yang terlalu dini
  • Belum memiliki anak pada usia produktif
  • Usia lebih dari 40 tahun
  • Pengobatan terapi hormon saat menopause
  • Ras (terutama pada ras Afrika)
  • Pola hidup tidak sehat, terutama kebiasaan konsumsi alkohol berlebih


Dari daftar faktor risiko yang dapat mempercepat pertumbuhan mioma, terlihat jelas bahwa faktor lingkungan dan budaya sangat mempengaruhi terbentuknya mioma uteri.

Mioma uteri bisa disebabkan oleh berbagai faktor, pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan dapat membantu memastikan penyebab dari keluhan yang Anda rasakan saat ini.


Baca juga: Nyeri Panggul Hilang Timbul? Telusuri Penyebabnya!


Gejala Mioma Uteri

Kebanyakan wanita tidak mengeluhkan adanya gejala mioma uteri yang spesifik, terutama jika ukurannya kecil. Gejala mioma uteri baru akan dirasakan ketika ukuran mioma uteri sudah besar.


Gejala utama mioma uteri yang paling banyak dikeluhkan adalah keluarnya darah dari vagina (perdarahan pervaginam) dalam jumlah yang sangat banyak, lebih lama, serta lebih sering.


Jika terjadi dalam jangan waktu yang lama, kondisi ini dapat menyebabkan anemia atau kurang darah yang terkadang membuat penderita mioma uteri membutuhkan transfusi darah. Selain itu, ada pula beberapa gejala mioma uteri lain yang kerap dikeluhkan, yakni:


  • Perut terasa penuh atau begah
  • Nyeri perut
  • Nyeri panggul
  • Nyeri haid
  • Menstruasi tidak teratur
  • Volume darah lebih banyak
  • Durasi perdarahan menstruasi lebih lama dari biasanya
  • Gangguan buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering
  • Sembelit atau konstipasi


Mioma uteri bahkan dapat menyebabkan seorang wanita menjadi infertil atau kesulitan mendapatkan keturunan. 


Baca juga: Disuria (Nyeri Berkemih), Gejala dari Berbagai Gangguan Saluran Kemih


Komplikasi Mioma Uteri

Anda tidak bisa menyepelekan mioma uteri karena kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya komplikasi. Mesipun jarang terjadi, komplikasi mioma uteri biasanya sangat serius dan memerlukan penanganan khusus. Beberapa komplikasi mioma uteri yang dapat terjadi, meliputi:


  • Anemia akibat pendarahan hebat
  • Nyeri punggung bawah atau merasakan tekanan di perut bawah
  • Sulit memiliki keturunan
  • Mengalami keguguran atau persalinan prematur
  • Gangguan pada usus atau saluran cerna, maupun saluran kemih
  • Infeksi rahim, bila ukuran mioma uteri sangat besar mengalami kematian jaringan


Baca juga: Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Tidak Normal



Pengobatan Mioma Uteri

Ketika ukurannya masih kecil dan tidak berbahaya, biasanya tidak diperlukan penanganan khusus untuk mengatasi mioma uteri. Namun, ketika ukuran mioma uteri makin besar, apalagi hingga menyebabkan keluhan yang mengganggu aktivitas penderitanya, penanganan harus segera dilakukan. 


Umumnya penanganan mioma uteri yang dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan berupa peresepan obat, operasi, atau kombinasi keduanya.


Teknik operasi untuk pengobatan mioma uteri akan disesuaikan dengan letak dan ukurannya, baik dengan teknik histeroskopi, laparoskopi, atau laparotomi. Selain itu, jenis operasi mioma uteri pun bisa berupa: 


  • Miomektomi, hanya untuk mengangkat mioma, yang lebih banyak dilakukan pada wanita yang masih berencana untuk memiliki keturunan.
  • Histerektomi, yakni pengangkatan rahim, yang lebih banyak dilakukan pada wanita yang sudah menopause atau tidak berencana memiliki keturunan lagi.


Selain itu, mioma uteri juga dapat ditangani dengan menyumbat arteri atau pembuluh darah pada rahim (embolisasi). Dengan diputusnya aliran darah ke rahim, diharapkan ukuran mioma uteri akan mengecil dan akhirnya menghilang. Cara ini merupakan pilihan penanganan yang akan dilakukan dokter ketika operasi dinilai sangat berisiko.


Baca juga: Siklus Haid dan Reproduksi Sehat


Pencegahan Mioma Uteri

Meski sudah diketahui penyebab utama serta faktor risikonya, kemunculan mioma uteri tidak dapat dicegah sepenuhnya. Walau demikian, usaha preventif tetap diperlukan untuk mengurangi atau memperkecil risiko munculnya mioma uteri. Beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan mioma uteri adalah sebagai berikut ini: 


  • Menerapkan pola hidup sehat
  • Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, secara rutin
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menerapkan pola makan sehat, dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Tidak merokok maupun mengonsumsi alkohol


Baca juga: Endometriosis, si Penyebab Nyeri Hebat Saat Menstruasi


Mioma Uteri dan Dampaknya terhadap Kehamilan

Mioma uteri sering kali ditemukan saat seorang wanita melakukan kontrol rutin kehamilan. Pada kasus seperti ini, umumnya mioma uteri sudah terjadi sebelum proses kehamilan berlangsung. Hanya saja, ukurannya kecil dan tidak bergejala sehingga tidak terdeteksi. 


Meski awalnya tidak menimbulkan gejala, mioma uteri pada wanita hamil dapat menyebabkan berbagai keluhan. Gejala yang timbul tergantung pada ukuran, jumlah, dan letak mioma uteri.


Umumnya gejala mioma uteri yang dialami oleh ibu hamil akan menyebabkan keluhan berupa sakit perut, nyeri atau tekanan di rongga panggul, sering buang air kecil, sembelit, serta perdarahan hebat. 

Kejadian yang hanya dialami oleh sebagian kecil wanita ini bisa menyebakan komplikasi kehamilan, berupa nyeri perut hingga pendarahan pervaginam. Namun, mioma uteri dalam kehamilan jarang mempengaruhi kondisi janin, kecuali pada kasus mioma yang sudah parah. 


Masih banyak orang yang beranggapan bahwa mioma uteri dapat ditangani dengan konsumsi jamu atau pengobatan herbal lainnya. Nyatanya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan efektivitas jamu, maupun pengobatan herbal lainnya, dalam mengatasi mioma uteri.


Jika Anda mengalami keluhan yang menyerupai gejala mioma uteri, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan onkologi ginekologi. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat, khususnya untuk kesehatan kehamilan bagi yang sedang mengandung.


Selain itu, jangan sembarang mengonsumsi obat untuk mengatasi keluhan yang terjadi, apalagi tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Sebab, selain belum terbukti efektivitasnya konsumsi obat tanpa pengawasan dokter ketika hamil bisa membahayakan janin dan Anda sendiri.