Kaki Bengkak Saat Hamil, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Monday, 08 July 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Penyebab kaki bengkak saat hamil yakni peningkatan volume darah, penipisan dinding pembuluh darah, perubahan biokimiawi darah hingga pembesaran rahim.

Kaki Bengkak Saat Hamil, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kaki bengkak saat hamil sering kali dikaitkan dengan konsumsi garam berlebih. Padahal, secara medis, pembengkakan (edema) yang dialami ibu hamil, terutama di trimester ketiga, terjadi karena penumpukan cairan berlebih di jaringan otot, termasuk di pergelangan dan telapak kaki, serta tangan.


Pembengkakan bisa lebih parah pada kehamilan kembar, hamil dengan air ketuban banyak, atau kehamilan dengan janin yang besar. Namun, kaki bengkak saat hamil akan membaik dengan sendirinya sesudah kelahiran, yang akan dikeluarkan melalui urin dan keringat.


Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil

Penyebab pembengkakan pada kaki bukan hanya berat badan yang bertambah saat hamil. Saat memasuki kehamilan trimester 3, pembengkakan pada kaki wajar dialami. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi saat hamil karena tubuh memproduksi darah dan cairan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam kandungan.


Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kaki bengkak saat hamil, antara lain:


  • Peningkatan volume darah sebanyak 30% selama kehamilan
  • Penipisan dinding pembuluh darah akibat perubahan hormon selama kehamilan, yang memungkinkan cairan dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya
  • Perubahan biokimiawi darah yang membuat cairan di dalam pembuluh darah lebih mudah berpindah ke jaringan di sekitarnya
  • Pembesaran ukuran rahim akan menekan pembuluh darah di rongga panggul dan vena cava inferior, yang mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah kembali ke jantung. Kondisi ini menyebabkan aliran darah balik terhambat dan terbendung, sehingga cairan dalam vena keluar ke jaringan sekitarnya.


Baca Juga: Anyang-anyangan Saat Hamil, Berbahayakah?



12 Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Vena cava, yang memegang peran penting dalam terbentuknya pembengkakan selama hamil, terletak di sebelah kanan tubuh. Untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah ini, Anda disarankan miring ke sebelah kiri. Selain mengurangi tekanan, miring ke kiri akan memperlancar sirkulasi darah sehingga edema akan berkurang.


Selain miring ke kiri, Anda bisa mengurangi kaki yang bengkak saat hamil dengan menerapkan beberapa tips berikut:


  1. Jangan duduk terlalu lama, ubah posisi secara rutin dan cobalah berdiri serta berjalan kaki untuk melancarkan sirkulasi darah.
  2. Lakukan peregangan otot kaki secara teratur, dengan menggerakkan kaki dari ujung jari sampai ke betis.
  3. Hindari berdiri diam terlalu lama.
  4. Posisikan kaki lebih tinggi, setidaknya setinggi panggul, jika memungkinkan.
  5. Jangan duduk sambil menyilangkan kaki.
  6. Minum banyak air putih.
  7. Olahraga teratur, dengan berjalan kaki, berenang, maupun sepeda statis.
  8. Mengonsumsi makanan yang sehat, dengan mengurangi asupan garam serta menghindari junk food.
  9. Gunakan maternity support stockings sebelum tidur malam supaya cairan tidak berkumpul di kaki keesokan paginya.
  10. Pijat tungkai dan kompres bagian yang bengkak dengan air es. Selain mengurangi bengkak, pijat dan kompres juga bisa mengurangi rasa nyeri.
  11. Usahakan berada dalam ruangan yang bersuhu sejuk, hindari suhu yang terlalu panas atau lingkungan yang lembab.
  12. Gunakan sepatu yang nyaman dan tidak terlalu sempit untuk melancarkan sirkulasi darah.


Baca Juga: Jaga Postur Saat Hamil


Apakah Kaki Bengkak saat Hamil Berbahaya?

Pembengkakan saat hamil tidak hanya terjadi pada kaki, tetapi bisa juga ditemui pada tumit. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan, karena akan membaik dengan sendirinya setelah melahirkan.

Selain itu, pembengkakan pada kaki ini juga dapat membaik dengan sendirinya setelah melahirkan. Namun, waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan tergantung dari kemampuan masing-masing tubuh.


Apabila ibu jadi lebih sering buang air kecil atau berkeringat sehabis melahirkan, itu adalah respons tubuh untuk mengeluarkan penumpukan cairan berlebih dari dalam tubuh.


Baca Juga: Ibu Hamil Harus Makan untuk Dua Orang, Mitos atau Fakta?


Tanda Bahaya Kaki Bengkak Saat Hamil

Meskipun pembengkakan pada kaki akibat kelebihan cairan wajar dialami ibu hamil, Anda tetap perlu waspada bila bengkak kaki saat hamil disertai dengan beberapa kondisi berikut:


  • Bengkak di wajah dan tangan, karena bisa saja ini menjadi salah satu gejala preeklampsia. 
  • Kaki bengkak saat hamil yang disertai dengan nyeri hebat pada salah satu tungkai saja, juga perlu menjadi perhatian. Sebab kondisi ini bisa menunjukkan adanya sumbatan oleh bekuan darah pada vena di tungkai yang biasa disebut deep vein thrombosis (DVT), dan merupakan keadaan yang harus ditangani dengan cepat.


Kaki bengkak saat hamil merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang sering terjadi, tetapi kondisi ini tidak boleh diremehkan. Sebab bisa saja kondisi ini merupakan tanda bahaya yang bisa mengancam keselamatan janin maupun ibu hamil.


Untuk mencegahnya, jangan lupa untuk rutin berkonsultasi dengan dokter spesialis di klinik kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah selama kehamilan berlangsung. Pemeriksaan kehamilan secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.