Hindari Penularan Penyakit Cacar Air

Wednesday, 10 July 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Cacar air dapat menular pada anak-anak maupun dewasa melalui batuk, bersin, atau sentuhan langsung dengan cairan dalam lepuh cacar air.

Hindari Penularan Penyakit Cacar Air

Cacar air, merupakan suatu penyakit infeksi yang sangat menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, terutama mereka yang daya tahan tubuhnya menurun.


Sekitar 75 persen dari jumlah masyarakat menderita infeksi cacar air sebelum usia 12 tahun. Penularan dapat terjadi melalui batuk, bersin, atau sentuhan langsung dengan cairan dalam lepuh cacar air. Penyakit ini biasanya tidak parah dan berlangsung singkat, tetapi dapat menjadi parah akibat adanya infeksi bakteri.


Penyakit cacar air biasanya dimulai dengan keluhan tubuh terasa lemas, tidak mau makan, kadang demam, dan gatal-gatal yang dapat berlangsung dalam 10-21 hari.


Masa Inkubasi Penularan Cacar Air

Masa inkubasi (masuknya virus ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala penyakit) akan diikuti dengan timbulnya ruam berbintik merah yang pertama kali dapat ditemukan di sekitar dada dan perut, atau pada punggung lalu pada anggota gerak dan wajah.


Dalam beberapa jam lentingan akan menjadi lepuh yang berbentuk lepuhan khas, yaitu seperti tetesan embun (dew drops), bentuknya rata, tidak ada lekukan di tengahnya.


Lenting akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.


Seringkali lentingan terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tanpa sengaja, sehingga pecah dan terbuka. Bila luka terbuka kemasukan bakteri, misalnya mandi dengan air yang tidak bersih, maka akan terjadi infeksi sekunder akibat bakteri.


Penyembuhan akan meninggalkan bekas dengan terbentuknya jaringan ikat (scar). Pada penderita dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.


Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk cacar air. Pengobatan diberikan berdasarkan keluhan yang dirasakan oleh penderita. Siapapun yang belum terkena cacar air dapat terjangkit, untuk itulah diperlukan vaksinasi untuk perlindungan terhadap penularan penyakit ini.


Jika di rumah ada anggota keluarga yang belum pernah terjangkit cacar, baik dewasa maupun anak-anak, usahakan tak melakukan kontak langsung dengan penderita.



Cara Mengatasi / Mengobati Cacar Air


1. Cek Bintik Merah pada Tubuh

Jika terlihat bintik merah atau lepuhan yang dimulai dari bagian tengah badan lalu menjalar ke samping badan, didahului oleh gejala lemas, demam, disertai nafsu makan menurun, dan adanya kontak dengan penderita cacar air sekitar 2 minggu sebelumnya, pikirkan kemungkinan terkena cacar air.


2. Tetaplah Mandi dengan Air Bersih

Tetap mandi seperti biasa dengan air yang bersih, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Keringkan tubuh sesudah mandi dengan lembut, usahakan untuk tidak menggosok tubuh dengan handuk terlalu keras.


3. Hindari Pecahnya Cacar Air

Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang, usahakan untuk menghindari pecahnya lenting cacar air.


4. Pola Hidup Bersih dan Sehat

Pastikan untuk selalu hidup di lingkungan yang bersih, dengan pola hidup yang sehat dan pola makan gizi seimbang untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C, seperti jambu biji dan tomat sangat dianjurkan.


5. Vaksinasi untuk Anak

Jangan lupa untuk memberikan vaksinasi anti cacar untuk anak, yang dapat dilakukan pada usia mulai satu tahun ke atas.


Pilihan penanganan terbaik untuk penyakit cacar air yang Anda alami hanya bisa dipastikan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin setelah melakukan pemeriksaan langsung. Sebab, penanganan yang diberikan oleh dokter perlu disesuaikan dengan riwayat kesehatan serta keparahan kondisi Anda.