Close
Close Language Selection
Health Articles

Stimulasi Dini untuk Tumbuh Kembang Optimal di Periode Emas

Selasa, 10 Des 2019
Stimulasi Dini untuk Tumbuh Kembang Optimal di Periode Emas

Tidak sekadar memberikan asupan gizi yang dibutuhkan, periode emas perlu diisi dengan stimulasi untuk merangsang kemampuan dasar anak. Memberikan stimulasi yang sesuai dapat memaksimalkan kemampuan anak di masa depan.

Berdasarkan banyak penelitian, para ahli menyimpulkan bahwa periode 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode emas. Periode ini dimulai sejak konsepsi, pertumbuhan janin, hingga ulang tahun ke-2 kehidupannya. Disebut periode emas karena perkembangan pada periode ini akan menentukan kualitas kesehatan pada kehidupan selanjutnya. Bukan sekadar lahiriah, emosi, dan jiwa, tapi juga mencakup kecerdasan atau intelektualnya. Karenanya, stimulasi yang tepat pada periode ini akan membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan optimalnya. 

Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin. Selain itu, anak pun harus terus dalam kondisi happy dan enjoy. Stimulasi ini dapat diberikan saat bermain bersama orangtua, pengasuh, atau anggota keluarga lainnya. Waktu pemberiannya pun fleksibel mengikuti jadwal anak, dan cukup 5–10 menit dalam sehari. Penting untuk memperhatikan durasi stimulasi. Jika kekurangan stimulasi, tumbuh kembang anak dapat menyimpang bahkan menyebabkan gangguan menetap, berupa gangguan gerak kasar dan halus, gangguan bicara dan bahasa, gangguan sosialisasi dan emosional, kesulitan belajar, serta lainnya. 

Sementara jika berlebih, akan menimbulkan overstimulation. Jika dilakukan terus-menerus, overstimulation pada anak bisa menyebabkan kondisi yang tidak menguntungkan, seperti:

  • Emosi negatif dengan menangis, rewel, tantrum, dan lainnya
  • Kemampuan belajar menurun membuat anak jadi sulit mencerna dan memahami stimulasi yang diberikan
  • Menolak stimulasi secara terus-menerus. Anak bisa terlihat cuek dan kurang responsif, bahkan memberontak
  • Dependent/tergantung karena terbiasa mendapat arahan dari orang lain

Stimulasi dini yang dilakukan bertujuan untuk merangsang kemampuan gerak kasar (motorik kasar), kemampuan gerak halus (motorik halus), kemampuan bicara dan bahasa, serta kemampuan bersosialisasi dan kemandirian. Stimulasi ini dapat dilakukan dengan mengajak anak bermain atau bernyanyi, dalam suasana yang menyenangkan, tanpa paksaan, dan tidak ada hukuman. Lakukan stimulasi terhadap empat aspek kemampuan dasar anak ini secara berkelanjutan, sesuai dengan usia anak. Gunakan alat bantu atau permainan yang sederhana, aman, dan ada di sekitar anak. Dan jangan lupa, berikan pujian jika anak dapat menyelesaikan, atau bahkan memberinya hadiah.

Ada beberapa bentuk stimulasi yang dapat diberikan pada periode emas, sesuai dengan perkembangan usia anak:
0–3 bulan
Memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak senyum, meniru ocehan dan mimik muka bayi, membunyikan berbagai suara atau musik secara bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna terang atau berbunyi, menggulingkan bayi ke kanan-ke kiri, tengkurap, telentang, serta mengajak bayi mengamati benda-benda dan keadaan di sekitarnya.

3–6 bulan
Bermain petak umpet, mencari sumber suara, menirukan suara dan kata, melihat wajah bayi dan ibu di cermin, melihat-meraih, dan menendang mainan gantung, memperhatikan benda bergerak, serta meraba dan merasakan berbagai bentuk permukaan dan tekstur.

6–9 bulan
Memanggil nama anak, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, serta melatih berdiri sambil berpegangan.

9–12 bulan
Mengulang-ulang nama ibu, ayah, atau kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, melatih berdiri, serta berjalan dengan berpegangan.

12–18 bulan
Berjalan naik-turun tangga, berjalan jinjit, menangkap dan melempar bola, bermain dengan mainan yang mengapung di air, menggambar, menyusun kubus dan mainan, memasukkan kubus di kotak, berbicara, menjawab pertanyaan, menunjuk dan menyebutkan gambar-gambar, bermain menirukan pekerjaan rumah tangga, menunjuk yang diinginkan tanpa menangis atau merengek, serta mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu.

18–24 bulan
Mengenal berbagai ukuran dan bentuk, menggambar wajah, bermain puzzle yang terdiri dari 2–3 potong, meminta anak untuk menceritakan apa yang dilakukan dan dilihatnya, bernyanyi, melatih melepas pakaian, memakai kancing sendiri, makan sendiri, dan bisa bermain dengan anak usia sebaya, serta mulai diperkenalkan tentang jenis kelamin saat memandikan atau memakaikan pakaian dengan menggunakan kata-kata sederhana.

Baby class yang ada sekarang merupakan salah satu alternatif aktivitas untuk memberikan stimulasi kepada anak usia periode emas. Disebut alternatif karena pada dasarnya kegiatan anak dengan orangtua di rumahlah yang merupakan aktivitas utama dalam pemberian stimulasi kepada anak. Saat baby class, orangtua dan pengasuh juga dapat ikut dalam kegiatan sehingga mengetahui cara memberikan stimulasi pada anak untuk di rumah. Yang perlu diingat, kegiatan stimulasi ini jangan berhenti dalam baby class saja tapi terus berlanjut dalam aktivitas di rumah, sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih banyak untuk balita Anda.

dr. Anggia Hapsari, Sp.KJ (K)

Spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan Psikiatri Anak & Remaja
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Jumat, 28 Jun 2019

Kenali Manfaat dan Komplikasi Khitan

Read More
Health Articles Kamis, 02 Agu 2018

ASI, Makanan Ajaib Si Kecil

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor