Close
Close Language Selection
Health Articles

Peran Ayah dalam Keberhasilan Menyusui

Selasa, 10 Mar 2020
Peran Ayah dalam Keberhasilan Menyusui

Identik sebagai tulang punggung keluarga, para ayah di zaman sekarang dituntut untuk lebih mendalami urusan rumah tangga. Mendukung ibu dalam proses keberhasilan menyusui si kecil adalah salah satunya. 

Menyusui atau breastfeeding, bukanlah proses yang semata-mata hanya melibatkan ibu dan bayinya. Ada peran ayah yang tidak kalah penting dalam menyukseskan proses ibu menyusui. Hari-hari yang dilalui setelah persalinan merupakan hari yang menantang bagi seorang ibu karena harus menjalani proses pemulihan, adaptasi menyusui, dan juga merawat bayi. Ayah yang mendampingi ibu dan si kecil dalam periode ini dapat sangat membantu proses bonding keluarga menuju sukses menyusui dan sukses merawat anak.

Oleh karena itu, dukungan ayah kepada ibu kala menyusui amat besar pengaruhnya bagi kelancaran proses menyusui dan kuantitas serta kualitas ASI yang diproduksi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu menyusui yang mendapatkan dukungan penuh dari suami dan keluarga memiliki tingkat keberhasilan menyusui lebih tinggi dibandingkan dengan ibu menyusui dengan suami dan keluarga yang kurang membantu dalam merawat si kecil. 

Ayah merupakan pendukung nomor satu untuk ibu, dan ikut berpartisipasi aktif dalam merawat si kecil. Hubungan ayah dan ibu yang harmonis pada masa menyusui mampu meningkatkan kerja hormon oksitosin yang menentukan pengeluaran ASI. Hormon oksitosin mempengaruhi kontraksi otot di saluran ASI sehingga payudara mampu mengeluarkan ASI. Ayah juga dapat membantu menciptakan suasana tenang dan aman bagi sang ibu baru, memberikan pijatan kepada ibu dengan penuh kasih sayang, atau membantu ikut merawat si kecil. Kerja sama yang baik ini membuat hubungan semakin harmonis, dan meningkatkan peluang kesuksesan pemberian ASI eksklusif untuk si kecil

Selain dari gestur dan tindakan kecil, Ayah juga dapat melakukan langkah-langkah sederhana ini untuk mendukung ibu menyusui:

  1. Siapkan ilmu seputar menyusui dan pemberian makan pada bayi dan anak. Bacalah buku atau artikel mengenai pemberian ASI atau ikuti kelas persiapan menyusui bersama ibu, dan jadilah teman berbicara dan diskusi ibu. Dengarkan dan bicarakan dengan jujur tentang perasaan masing-masing tentang bagaimana cara menyusui dan membesarkan bayi sesuai dengan yang disepakati
  2. Luangkan waktu untuk menemani ibu dan berikan dukungan, afirmasi positif, juga pujian. Hal ini dapat meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan juga mood ibu terutama ketika masa menyusui
  3. Bersikap suportif, tidak meragukan kemampuan ibu dalam memberikan ASI atau mempertanyakan apakah ASI-nya cukup atau tidak
  4. Terlibat langsung dalam pengasuhan dan perawatan bayi, terutama di malam hari
  5. Berikan ibu waktu untuk bersantai atau melakukan hobi (me-time) dan bantu pemberian ASI perah untuk si kecil. Beberapa penelitian mengatakan bahwa bayi yang diasuh secara langsung dengan ayahnya memiliki mental yang kuat dibandingkan anak yang jarang diasuh secara langsung 
  6. Membantu mengurangi pekerjaan rumah tangga, sehingga ibu dapat menyusui bayi selama dan sesering yang bayi butuhkan
  7. Pastikan ibu makan dan minum secara teratur. Ajak ibu sesekali makan di luar rumah untuk refreshing. Pilihlah makanan yang sehat dengan gizi seimbang, dan tentunya yang disukai oleh ibu 
  8. Menemani ibu mendapatkan informasi menyusui, misalnya ketika berkonsultasi dengan konselor laktasi

Ada kaitan antara lamanya pemberian ASI eksklusif dengan dukungan keluarga. Ayah dan keluarga besar yang suportif pada ibu menyusui, mampu membantu memperpanjang durasi pemberian ASI. Menyusui adalah proses pembelajaran, a never ending learning, dan sudah selayaknya para ayah juga ikut menjadi bagian dalam proses pembelajaran itu. Dukung ibu menyusui, sukseskan pemberian ASI eksklusif untuk tumbuh kembang si kecil yang lebih baik.

HEALTHY CORNER More Health Articles


Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor