Pantau Kesehatan Payudara Lakukan Deteksi Dini

Jumat, 30 Desember 2016

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Pantau Kesehatan Payudara Lakukan Deteksi Dini

Mammografi dilakukan dengan peralatan khusus; menggunakan tabung sinar-X yang menembus payudara. Sinar itu akan ditangkap dan diproses di dalam kaset film yang diletakkan di tempat keluarnya sinar dari payudara yang diperiksa. Radiasi yang melalui payudara yang diperiksa itu diolah di dalam kaset film menjadi gambar yang disebut mammogram.

Pada mammogram, kemungkinan akan terlihat gambaran tumor, perkapuran, atau tanda-tanda kanker payudara lainnya. Ketepatan pemeriksaan mammografi cukup tinggi, yaitu berkisar antara 85—90%— lebih tinggi dari berbagai pencitraan payudara lainnya—sehingga sampai sekarang mammografi merupakan pencitraan payudara utama yang digunakan untuk mendeteksi kanker payudara.

Mammografi dapat digunakan untuk keperluan skrining dan diagnostik. Mammografi skrining dilakukan pada wanita yang tidak ada tanda-tanda atau gejala-gejala penyakit pada payudara.

Sedangkan mammografi diagnostik dilakukan pada wanita setelah ditemukan benjolan atau gejala-gejala atau tanda-tanda penyakit di payudara.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MAMMOGRAFI

Sejak kurun 2000-an, telah dikembangkan peralatan mammografi dengan sistem digital yang diperkirakan akan memberikan hasil yang lebih akurat. Mammografi digital dibedakan dari mammografi biasa (konvensional) dalam proses pengolahan gambar pencitraan payudara. Mammografi digital menggunakan sistem pendeteksi elektronik sebagai pengganti screen-film. Dengan sistem ini, dosis radiasi yang diperlukan untuk pemeriksaan akan menjadi lebih kecil. Seorang spesialis radiologi pun dimungkinkan menyesuaikan, menyimpan, serta mengolah citra digital sehingga dapat memberikan informasi yang lebih baik.

COMPUTER-AIDED DETECTION (CAD)

Sejak beberapa tahun terakhir, dikembangkan perangkat lunak agar hasil foto dapat diolah lebih lanjut, sehingga dapat diinterpretasikan oleh komputer. Teknologi yang disebut Computer Aided

Detection (CAD) ini dapat menandai daerah-daerah yang mencurigakan sehingga membantu dokter lebih memfokuskan pemeriksaan pada daerah tersebut. Dengan demikian, diharapkan akan meningkatkan akurasi pemeriksaan mammografi dari yang telah dicapai sekarang.

USG (ULTRASONOGRAFI)

Merupakan salah satu pemeriksaan yang sering digunakan untuk pencitraan payudara. Walaupun akurasinya belum dapat menyamai mammografi, tetapi USG dapat melengkapi kekurangan pada mammografi, antara lain dapat digunakan pada usia yang lebih muda, pada payudara yang padat, atau untuk membedakan kista dengan tumor padat yang memerlukan penanganan berbeda. Pemeriksaan USG payudara kurang sensitif pada wanita yang berusia lanjut dan tidak dapat mendeteksi perkapuran mikro sebagai tanda keganasan yang terlihat pada mammografi. Selain itu pemeriksaan USG payudara bersifat operator-dependent (tergantung pada pemeriksa).

MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING)

Ini adalah pemeriksaan payudara menggunakan medan magnet yang kuat, gelombang radiofrekuensi, dan komputer yang dapat memproduksi gambar secara detail. Pemeriksaan ini dapat digunakan sebagai pelengkap mammografi. MRI payudara digunakan terutama pada payudara yang padat yang biasanya sulit dideteksi dengan mammografi. Tujuannya untuk mengetahui apakah tumor multipel, mengevaluasi lebih lanjut tumor yang ditemukan dalam pemeriksaan mammografi dan USG, serta digunakan untuk payudara dengan penggunaan bahan implan. Selain itu, MRI payudara bermanfaat dalam mendeteksi wanita dengan risiko tinggi terhadap kanker payudara.

Prof. Dr. dr. Cholid Badri, Sp. Rad (K) Onk Rad

Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Onkologi Radiologi

RS Pondok Indah-Pondok Indah