Operasi Hernia Cara Mengatasi Si Turun Berok

Rabu, 13 Mei 2015

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Operasi Hernia Cara Mengatasi Si Turun Berok

Hernia Inguinalis (turun berok) dapat terjadi pada bayi, anak, sampai orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak, hernia ini disebut hernia heriditer (keturunan). Sementara pada orang dewasa dan orang tua, sebutannya adalah hernia acquired (didapat).

Gejala yang pertama dirasakan ketika mengalami hernia adalah rasa berat di lipat paha yang saat timbul waktu tekanan dalam perut meningkat, seperti saat mengedan, batuk, atau mengangkat barang yang berat. Gejala selanjutnya akan berupa terlihat penonjolan di daerah tersebut waktu tekanan perut meningkat yang akan menghilang saat tekanan hilang.

Penonjolan ini akan makin mudah keluar dan masuk atau hilang dan timbul. Selain itu, penonjolan itu semakin lama akan semakin turun dan dapat masuk sampai ke kantong kemaluan (scrotum). Hal ini memang sangat tergantung pada besarnya celah penonjolan yang terjadi. Dan, tingkat ‘pergerakannya’ bisa berupa mudah masuk kembali, sukar, atau bahkan tak dapat masuk kembali.

Gejala yang dapat keluar dan masuk atau hilang dan timbul disebut reponibilis. Untuk yang tak dapat masuk kembali tanpa gejala lain disebut irreponibilis. Sementara, yang tak dapat masuk dan ada gejala gangguan saluran makanan disebut inkarserata, dan bila disertai rasa sakit yang hebat disebut strangulata.

Terapi Hernia

Terapi untuk hernia adalah operasi dengan tujuan mengembalikan organ (umumnya usus) yang keluar dan menutup celah. Pada hernia reponibilis, operasi dilakukan secara berencana. Pada hernia irreponibilis, operasi harus secepatnya dilakukan. Pada hernia inkarserata dan strangulata, operasi harus sesegera mungkin dilakukan dengan tujuan menyelamatkan usus yang terjepit sehingga tak perlu dilakukan pemotongan dan penyambungan usus.

Ada dua macam operasi hernia untuk saat ini, yaitu secara terbuka dan secara minimal invasive surgery. Kedua macam operasi tersebut memakai “mesh graft” untuk mengecilkan atau menutup celah. Mesh graft adalah bahan sintetis yang tidak menimbulkan reaksi penolakan oleh tubuh, di mana akan tumbuh jaringan ikat yang kuat.

Masing-masing operasi memiliki keuntungan. Keuntungan cara minimal invasive surgery adalah sayatan kecil (3 buah, masing-masing satu buah sebesar 1 cm dan dua buah sebesar 0,5 cm). Operasi seperti ini umumnya lebih cepat sembuh. Sementara, untuk operasi terbuka, diperlukan sayatan sebesar 10 cm.

Hasilnya hampir sama. Umumnya, operasi berlangsung satu jam dan pasien dapat pulang dua hari setelah operasi. Agar tidak salah dan terlambat dalam menangani hernia, segeralah temui dokter atau langsung ke dokter bedah guna menentukan diagnosa.

 

Serupa Tapi Tak Sama

·         Pembesaran kelenjar getah bening di daerah lipatan paha

Kelenjar getah bening berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk bertempur dengan kuman yang masuk ke dalam tubuh manusia. Bila ada rangsangan kuman, kelenjar ini bisa membesar karena memang dibutuhkan.

Kelenjar getah bening terdapat di beberapa tempat di tubuh kita. Seringkali timbul benjolan-benjolan di daerah tempat kelenjar getah bening berada dan seringkali pula hal itu menimbulkan kecemasan.

Umumnya, pembesaran kelenjar getah bening berlangsung di daerah kepala dan leher. Namun tak sedikit juga yang terjadi di daerah lipatan paha.

·         Hidrocele

Merupakan pembentukan cairan serosa yang dihasilkan karena kerusakan atau iritasi pada tunika vaginalis dari skrotum. Hidrocele juga disebabkan pembentukan cairan yang meliputi buah zakar dan infeksi buah zakar (testis).

 

dr. Hermansyur Kartowisastro, Sp. B-KBD�?�

Dokter Spesialis Bedah Digestif RS Pondok Indah