Close
Close Language Selection
Health Articles

Nyeri Haid

Selasa, 17 Sep 2019
Nyeri Haid

Nyeri haid atau nyeri saat menstruasi, disebut juga sebagai dysmenorrhea. Tamu bulanan ini terkadang bagi sebagian wanita menjadi sebuah penderitaan, karena selain menimbulkan nyeri perut yang hebat atau kram, juga pusing, mual sampai muntah, dan disertai mood yang tidak stabil.   

Mulainya rasa nyeri
Rasa tidak nyaman ini bisa dimulai sejak pra-haid sampai beberapa hari saat haid. Tingkatan nyeri haid yang dirasakan tiap perempuan dapat bervariasi. Tingkatan nyeri dapat berupa nyeri ringan berupa kram perut biasa yang tidak sampai mengganggu aktivitas, sampai nyeri tingkat berat yang membuat penderitanya harus absen dari aktivitas hariannya.

Ada pendapat yang mengaitkan penyebab nyeri ini dengan hormon prostaglandin yang dikeluarkan oleh endometrium (lapisan terdalam rahim kita yang luruh saat haid), yang menyebabkan kontraksi rahim dan mengakibatkan nyeri. Setelah beberapa hari proses haid berlangsung, hormon prostaglandin tidak dikeluarkan lagi, nyeri pun hilang. 

Jenis nyeri haid
Terdapat dua jenis nyeri haid, yaitu:

  • Primer, nyeri haid yang tidak diketahui secara nyata penyebabnya dan dari pemeriksaan ginekologi tidak ditemukan sesuatu kelainan
  • Sekunder, nyeri haid yang ada kaitannya dengan kelainan ginekologikal, antara lain:
    1. Endometriosis, bisa berupa kista di ovarium (endometrioma). Kista berisi cairan kental cokelat, yang disebut juga kista cokelat.  Selain itu, ada pula jenis endometriosis yang berada di sela-sela otot rahim dinamakan adenomiosis. Endometriosis juga dapat berada di luar ovarium dan rahim, misalnya di usus dan tempat lainnya
    2. Mioma iteri, benjolan tumor yang berasal dari otot rahim  

            Gambar 1. Endometriosis                                    Gambar 2. Adenomiosis                                      Gambar 3. Mioma Uteri
        

Penanganan nyeri haid
Sebagai pertolongan pertama ketika nyeri, lakukan kompres hangat, lalu konsumsi obat-obatan antinyeri, dan beristirahat. Namun, apabila rasa nyeri sudah tidak bisa diatasi sendiri karena rasa nyeri makin hebat, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Dokter selanjutnya akan melakukan pemeriksaan fisik, dengan alat bantu diagnostik seperti USG, CT-scan, dan bila diperlukan dilakukan tindakan endoskopi. Setelah diagnosis ditegakkan, pada jenis primer dapat diberikan obat-obatan antinyeri yang dapat diminum sesaat sebelum dimulainya periode haid, karena biasanya gejala nyeri sudah mulai dirasakan sebelum haid datang.  

Pada jenis sekunder, dilakukan pemberian obat-obatan tertentu atau tindakan operatif, misalnya pada endometriosis bisa berupa tablet atau suntikan, namun bila dalam periode terapi pengobatan tersebut tidak ada perubahan, baru dilakukan tindakan operatif. 

Pencegahan nyeri haid
Agar nyeri haid yang dirasakan bisa berkurang dan untuk membantu keberhasilan pengobatan (khususnya jenis primer), jangan lupa untuk selalu menjalani gaya hidup sehat, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan yang kaya gizi
  • Tidak merokok (karena rokok dapat berefek pada penyempitan pembuluh darah)
  • Olahraga (dapat melancarkan sirkulasi darah)
  • Menjaga kebersihan organ kewanitaan

Nyeri haid memang tidak secara langsung mengganggu kesuburan, kecuali bila disertai penyakit lain seperti endometriosis atau miom. Maka itu, alangkah baiknya bila Anda memeriksakan kesehatan secara berkala. Terutama apabila sudah merasakan nyeri yang berbeda dari biasanya, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda. 

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Kamis, 28 Apr 2016

Apa dan Bagaimana Kemoterapi Kanker?

Read More
Health Articles Senin, 13 Peb 2017

Gangguan Saluran Cerna dalam Kehamilan

Read More
Health Articles Jumat, 19 Peb 2021

Yuk, Simak 10 Cara Atasi Asam Lambung Naik!

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor