Stroke adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia, menggantikan posisi penyakit jantung sebagai penyebab penyebab kematian tertinggi. Analisis awal Sample Registration Survey (SRS) yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke menjadi penyebab kematian pertama di Indonesia sepanjang 2014. Survei kematian skala nasional ini dihitung dari 41.590 kematian sepanjang 2014.
Tingginya peningkatan stroke mendorong RS Pondok Indah Group untuk melengkapi fasilitas kesehatannya dengan MRA (Magnetic Resonance Angiography), yang menggunakan teknologi pencitraan resolusi tinggi MRI sehingga dapat memberikan gambaran struktur pembuluh darah arteri dan vena pada otak. Dengan kualitas ini, MRA dapat membantu menegakkan diagnostik yang lebih akurat dan lebih rinci sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum terjadi stroke.
Dokter Spesialis Saraf RS Pondok Indah - Pondok Indah dr. Rubiana Nurhayati, Sp.S, menjelaskan pada acara Press Conference & Buka Puasa Bersama Media, “Tanda dan gejala stroke berbeda-beda tergantung di bagian pembuluh darah mana yang terkena, seberapa besar penyumbatan aliran pembuluh darah dan perdarahan yang terjadi. Sebagai contoh, bila penyumbatan terjadi di area bicara seketika dapat menyebabkan seseorang menjadi tak bisa bicara atau berbicara pelo dan tak dapat mengatur kata-katanya. Gejala stroke lain adalah lumpuh mendadak, kepala pusing berputar-putar (vertigo), tak bisa melihat, dan mengalami mati rasa. Sering pingsan, blackout atau kehilangan kesadaran juga patut diwaspadai sebagai gejala dari stroke sumbatan.”
Untuk mengetahui apakah seseorang terkena stroke, deteksi dini menjadi langkah paling tepat untuk meminimalisir risiko dan sebagai tindakan pencegahan sebab langkah pengobatan bisa diambil lebih cermat sehingga peluang penyembuhan stroke juga semakin besar. “Seseorang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan MRA jika memiliki gejala seperti sakit kepala berdenyut-denyut yang sering timbul berulang-ulang di tempat yang sama, merasakan makin lama makin sakit (progressive),” lanjut dr. Rubiana.
Melalui pemeriksaan MRA, faktor risiko stroke dapat diketahui secara dini karena MRA dapat mendeteksi aterosklerosis(penyempitan atau pengerasan pembuluh darah) sebagai salah satu penyebab stroke dan kelainan pembuluh darah seperti aneurysma atau AVM (Arteriovenous Malformation). MRA adalah pemeriksaan non-invasive yang dapat memberikan gambaran pencitraan pembuluh darah tanpa atau dengan sedikit bahan kontras dalam waktu lebih singkat. MRA juga tidak menggunakan radiasi sinar-X dan dapat memberikan diagnostik yang akurat dan informatif sehingga dapat sangat berguna untuk penanganan awal pada golden period sehingga penanganan yang tepat dan cepat akan dapat menentukan kemungkinan pasien untuk pulih. Pemeriksaan dengan MRA memungkinkan pencitra untuk pembuluh darah di bidang utama dari tubuh, termasuk otak, leher, jantung, dada, perut (seperti empedu, ginjal dan hati), panggul, lengan dan kaki.
Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Radiologi Intervensi RS Pondok Indah - Puri Indah dr. Andi Darwis, Sp.Rad (K), memaparkan, “MRA menjadi suatu pilihan untuk menegakkan diagnostik dan mengobati kondisi medis yang berkaitan dengan pembuluh darah otak untuk penyakit stroke karena gambaran rinci dari pembuluh darah dan aliran darah ke otak diperoleh tanpa harus memasukkan kontras ke dalam pembuluh darah. Hasil MRA memberikan solusi yang cukup baik dan sangat bermanfaat untuk menghasilkan pencitraan pembuluh darah otak, lebih rinci dari yang sebelumnya tidak terlihat oleh tes diagnostik lain.”
Beberapa keunggulan MRA yaitu, 1) MRA adalah teknis pemeriksaan non-invasive yang tidak menggunakan radiasi sinar-X sehingga aman untuk ibu hamil; 2) Prosedur itu sendiri dapat lebih cepat daripada tradisional angiogram kateter; 3) Tanpa menggunakan bahan kontras, MRA dapat memberikan gambar berkualitas tinggi dari pembuluh darah, sehingga sangat berguna untuk pasien yang rentan terhadap reaksi alergi dari bahan kontras pada uji x-ray konvensional, CTA (Computed Tomographic Angiography) dan DSA (Digital Substraction Angiography); 4) Dapat memberikan gambaran tentang pembuluh darah dengan lebih dini dan lebih informatif pada kasus stroke dan aneurisma; 5) Membantu dokter untuk mengevaluasi fungsi dan struktur pembuluh darah sebelum pasien mengalami keluhan.
Jika sudah terdeteksi, stroke dapat segera ditangani dengan melakukan beberapa tindakan medis, seperti coiling dan clipping untuk stroke pendarahan atau aneurisma. Sementara stroke sumbatan atau stenosis dapat dicegah dengan melakukan stent seperti yang dilakukan pada penyakit jantung.
Chief Executive Officer RS Pondok Indah Group, dr. Yanwar Hadiyanto, MARS, mengatakan, “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan teknologi kesehatan terkini untuk memberikan kualitas terbaik bagi kesehatan dan kenyamanan pasien. Pemeriksaan MRA dengan menggunakan MRI 3T Skyra adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk berinvestasi pada teknologi demi memberikan diagnosa yang lebih akurat dan lebih cepat bagi pasien. RS Pondok Indah Group akan terus menyediakan pelayanan kesehatan terdepan dalam dunia medis di Indonesia.”