Close
Close Language Selection
Health Articles

Memastikan Kesuksesan Pemberian ASI Eksklusif

Selasa, 03 Nov 2020
Memastikan Kesuksesan Pemberian ASI Eksklusif

Setiap ibu ingin memberikan yang terbaik kepada buah hatinya, terutama memastikan tumbuh kembangnya optimal di masa awal kehidupan. Tumbuh kembang si kecil semakin optimal melalui pemberian ASI eksklusif. 

Menurut rekomendasi berbagai organisasi kesehatan dunia yang diikuti oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), ASI eksklusif atau ASI tanpa bahan makanan dan minuman lain dianjurkan diberikan kepada si kecil sampai ia berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, pemberian ASI dapat bersamaan dengan pemberian MPASI atau makanan pendamping ASI. Pemberian ASI sebaiknya tetap dilakukan sampai si kecil berumur 2 tahun. 

Air susu ibu (ASI) mengandung segala nutrien baik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan seorang anak. Pertumbuhan fisik si kecil akan meningkat seiring kenaikan berat badannya yang terjadi setiap bulan. Apabila berat badannya meningkat, berarti asupan ASI si kecil sudah cukup bermanfaat. Selain itu, pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil juga dipengaruhi oleh seberapa banyak asupan ASI-nya. Anak akan dipantau lingkaran kepalanya secara berkala dan kecerdasan dan keterampilan motorik, mental, sosial dan emosional juga dapat berkembang melalui pemberian ASI.  

Kondisi ibu menyusui
Lalu bagaimana memastikan pemberian ASI eksklusif ketika ibu harus bekerja? Yang perlu Anda lakukan adalah mempertahankan irama dan jadwal perah ASI yang teratur agar pasokan ASI dapat bertahan. Selama Anda bekerja, bayi dapat minum ASI perah ibu. Apabila Anda sudah di rumah kembali bersama si bayi, menyusu langsung dapat dilakukan, termasuk pada malam hari. Prinsip utama menyusui pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja pada dasarnya sama, yaitu menyusui on-demand, atau semau/sesuai keinginan bayi.

Pada kondisi adaptasi new normal di mana banyak ibu bekerja dari rumah atau membagi waktu kerjanya di kantor dan di rumah, prinsip yang sama juga berlaku. Saat Anda bekerja, secara teratur diusahakan tetap menyusui atau memerah ASI untuk diberikan pada bayi.

Namun demikian, sayangnya ada beberapa kondisi pada ibu dan bayi yang menyebabkan ibu tidak memberikan ASI pada bayi, kondisi-kondisi tersebut di antaranya:

  • Ketika ibu menyusui menderita kanker sehingga perlu mendapatkan pengobatan kemoterapi maupun radioterapi, solusinya ibu dapat mencari donor ASI
  • Kondisi pada bayi yang tidak dapat menyusu ASI karena ia memiliki kelainan genetik, seperti galaktosemia, kondisi di mana bayi tidak dapat memproses galaktosa, sejenis gula yang terkandung dalam ASI. Apabila si kecil minum ASI, ia dapat diare, muntah, atau mengalami keluhan lainnya. Solusinya adalah si kecil dapat diberikan susu khusus rendah gula laktosa. 

Meskipun demikian, apabila Anda sedang tidak enak badan dan memerlukan obat-obatan untuk mengatasinya, tentu Anda boleh mengonsumsi obat. Namun, jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak atau konselor/konsultan laktasi Anda untuk memastikan obat tersebut aman Anda konsumsi dan aman apabila terkandung dalam ASI yang akan diberikan kepada si kecil.  

Pemberian ASI eksklusif kepada si kecil merupakan aset berharga yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya secara signifikan. Seperti diketahui, ASI yang mudah dicerna dan diserap bagi bayi ini memiliki zat antibodi yang baik untuk si kecil. Jangan putus semangat apabila menemui masalah dalam proses pemberian ASI eksklusif, karena Anda selalu dapat berkonsultasi dengan konselor/konsultan laktasi di fasilitas kesehatan terdekat.
 

dr. Meutia Ayuputeri, IBCLC, CIMI, MRes

Dokter Umum Konselor Laktasi
RS Pondok Indah - Pondok Indah
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Jumat, 21 Okt 2016

Menopause? Waspada Osteoporosis!

Read More
Health Articles Kamis, 02 Agu 2018

ASI, Makanan Ajaib Si Kecil

Read More
Health Articles Kamis, 28 Peb 2019

Gangguan Penglihatan Akibat Diabetes

Read More
Health Articles Kamis, 16 Jan 2020

Bariatrik, Komitmen Mengatasi Obesitas

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor