Kunjungan Pra-operasi

Rabu, 22 April 2015

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Suatu pembedahan dan anestesi (pembiusan) memerlukan persiapan yang baik untuk menjamin bahwa pasien dalam kondisi yang optimal, baik fisik maupun mental, guna menjalaninya

Kunjungan Pra-operasi

Pada pembedahan berencana, banyak waktu untuk persiapannya. Lain halnya dengan pembedahan emergensi (darurat) yang umumnya hanya mempunyai waktu beberapa jam. Bahkan pada keadaan yang sangat emergensi, begitu tiba di rumah sakit akan segera ditegakkan diagnosa dan pasien akan dibawa ke kamar operasi untuk mencegah kematian.

Suatu pembedahan (operasi) akan ditangani oleh suatu tim medis yang terdiri dari dokter spesialis bedah (cutting specialist) yang sesuai dengan jenis operasinya, dokter spesialis anestesi (anesthesiologist), penata atau perawat anestesi, perawat bedah, dan juga bidang spesialistik lain sebagai konsultan, seperti dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis anak, saraf, atau penyakit dalam.

Tim bedah ini telah mempunyai kesepakatan (MOU) yang baku mengenai hal-hal apa yang harus mereka lakukan terhadap pasien sebelum operasi. Kunjungan pra-operasi yang dilakukan dokter anestesia, antara lain, bertujuan untuk persiapan terakhir (recheck) apakah semua prosedur standar telah dilakukan sesuai dengan kondisi pasien.

Selain itu, untuk memeriksa kondisi fisik dan psikologis pasien sebelum menjalani operasi: apakah ada perubahan-perubahan yang dapat menimbulkan komplikasi, seperti tekanan darah meningkat, suhu tubuh naik, dan lainnya. Pendekatan psikologis penting untuk mengurangi rasa cemas (anxietas), terutama pada pasien yang emosional.

Berdasarkan penelitian, pendekatan yang baik terhadap pasien akan sangat menurunkan keluhan yang dapat terjadi pasca-bedah, seperti rasa nyeri dan mual muntah. Bila terdapat kekurangan, dokter spesialis anestesia akan melengkapinya dengan pemeriksaan laboratorium, konsultasi, dan lainnya. Biasanya, bila ada masalah yang serius, dokter spesialis bedah akan mendiskusikan lebih dalam dengan dokter spesialis anestesia.

#####

Dalam kunjungan pra-operasi, juga dilakukan wawancara (anamnesa) kepada pasien atau keluarga. Biasanya, wawancara akan berisi seputar riwayat penyakit yang pernah atau sedang dialami, riwayat operasi yang pernah dialami beserta komplikasinya, reaksi alergi terhadap obat-obatan, serta kebiasaan pasien, seperti merokok, minum alkohol, obat penenang, atau narkotika. Pemeriksaan lain terkait kunjungan pra-operasi oleh dokter spesialis anestesia adalah pemeriksaan fisik, laboratorium, dan apakah inform consent telah ditandatangani oleh pasien atau keluarga.

Pemeriksaan fisik antara lain ditekankan pada keadaan umum pasien, bentuk anatomis (seperti obesitas), sistem pernapasan, atau sistem persarafan. Sementara, pemeriksaan laboratorium terdiri dari pemeriksaan rutin, seperti darah, urin, serta fungsi-fungsi pendarahan dan pembekuan. Sedangkan pemeriksaan laboratorium khusus dilakukan bila ada indikasi.

Bila pemeriksaan di atas telah dilaksanakan, dokter spesialis anestesia akan merencanakan teknik dan obat-obat anestesia yang sesuai dengan kondisi fisik pasien, lama puasa, premedikasi dan sedasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin terjadi, sekaligus menentukan prognosis, misalnya pasien dengan asthma bronkhiall atau kelainan paru-paru kronis sebaiknya dilakukan dengan anestesia regional bila memungkinkan dan menghindari obat-obatan yang dapat mempengaruhi sistem pernapasan.

Sementara, puasa bertujuan untuk menghindari terjadinya aspirasi pneumonia yang disebabkan muntahan berupa isi lambung yang masuk ke paru-paru yang keasamannya dapat merusak jaringan paru (pneumonia aspirasi).

Semua teknik anestesia mempunyai risiko. Komplikasi dapat terjadi dari yang ringan sampai berat. Meskipun jarang, pneumonia aspirasi dapat terjadi terutama pada operasi emergensi. Dengan kemajuan ilmu kedokteran, perkembangan teknik dan obat-obatan anestesia, ditambah fasilitas sistem alarm dan monitoring, serta ditunjang dengan tenaga dokter dan paramedis yang berpengalaman, anestesia (pembiusan) adalah suatu prosedur yang cukup aman.