Close
Close Language Selection
Health Articles

Kekuatan Hebat Vitamin D untuk Kesehatan Tubuh

Selasa, 22 Des 2020
Kekuatan Hebat Vitamin D untuk Kesehatan Tubuh

Banyak kaum usia produktif yang akhir-akhir ini mengalami berbagai penyakit metabolik. Ternyata, kekurangan vitamin D bisa menjadi salah satu penyebabnya. Bagaimana menyikapinya?

Beragam faktor dapat menyebabkan terjadinya kekurangan (defisiensi) vitamin D dalam tubuh Anda, antara lain misalnya, terlalu banyak beraktivitas dalam ruangan sehingga kurang mendapat paparan sinar matahari yang cukup, memiliki berat badan berlebih (obesitas), dan kurangnya konsumsi banyak makanan yang mengandung vitamin D. Sumber vitamin D yang mudah didapat adalah dari paparan sinar matahari. Apalagi bagi kita tinggal di Indonesia, di mana matahari bersinar sepanjang tahun. Namun, faktanya orang dengan warna kulit gelap ternyata lebih sulit menyerap vitamin D dari matahari. Maka itu, harus dibarengi dengan asupan vitamin D dari makanan seperti: ikan berlemak (salmon, makarel, lele, tuna, sarden), minyak ikan, jamur, susu fortifikasi.

Dampak defisiensi vitamin D bagi kesehatan tubuh
Pada kondisi berat, defisiensi vitamin D pada orang dewasa dapat mengakibatkan osteomalasia yaitu kelainan pada tulang yang dapat menyebabkan tulang menjadi lunak dan rapuh, sehingga akan lebih mudah mengalami cedera patah tulang.

Vitamin D juga memiliki peranan penting dalam mencegah terjadinya beberapa penyakit degeneratif berikut: 

  • Demensia, orang dewasa yang mengalami defisiensi vitamin D memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami demensia dan penyakit Alzheimer, dibanding dengan orang yang kebutuhan vitamin D-nya tercukupi.
  • Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan ditandai dengan gejala berupa halusinasi, kecenderungan untuk menarik diri dari masyarakat, dan berbicara ngawur. Orang dengan defisiensi vitamin D juga berisiko lebih tinggi mengalami penyakit ini.
  • Penyakit jantung, defisiensi vitamin D berhubungan dengan beberapa jenis penyakit jantung. Ditemukan defisiensi vitamin D pada 70 persen pasien yang menjalani angiografi koroner.

Meski terdengar sepele, ternyata dampak defisiensi vitamin D dapat memengaruhi banyak organ dalam tubuh Anda, termasuk juga tulang dan gigi. Melakukan pengecekan kadar vitamin D dalam tubuh secara berkala juga terkadang diperlukan untuk memastikan kesehatan tubuh Anda terjaga dengan baik. Jangan ragu untuk datang berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik ya. Apalagi jika Anda saat ini sedang menjalani diet atau menjaga pola makan tertentu.

Kebutuhan kalsium dan vitamin D harian untuk kesehatan sistem gerak (muskuloskeletal)
Vitamin D memiliki peran sangat penting untuk menjaga kesehatan muskuloskeletal Anda (sistem gerak otot, sendi, tulang). Peran pentingnya tak hanya untuk membantu mencegah osteoporosis, tapi juga meminimalkan risiko terjadinya nyeri otot, radang sendi, dan membantu mineralisasi dengan meningkatkan penyerapan fosfat dan kalsium pada usus sehingga tulang Anda menjadi padat dan kuat.

Namun, menjaga kesehatan tulang tak cukup hanya dengan mengonsumsi vitamin D saja, karena harus diikuti juga dengan asupan kalsium secara cukup. Keduanya berperan sangat penting, kalsium berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang, vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh. Kalau asupan kalsiumnya sudah cukup tapi tidak diimbangi dengan vitamin D yang mumpuni, maka kalsium tersebut tidak akan bisa diserap sempurna oleh tubuh, dan justru akan dibuang percuma. 

Berikut ini adalah panduan konsumsinya berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Tahun  2019:

Usia AKG Kalsium per hari AKG vitamin D per hari
10-18 tahun 1200 mg 600 IU
19-49 tahun 1000 mg 600 IU
>50 tahun 1200 mg 800 IU

Jadi, mulai sekarang, pastikan asupan vitamin D dan kalsium harian Anda tercukupi ya. Sempatkanlah berjemur untuk mendapatkan manfaat optimal sinar UVB dari matahari. Intensitas UVB sinar matahari yang paling tinggi adalah pada jam 11.00–14.00. Pada waktu tersebut, kita hanya perlu berjemur sekitar 7,5 menit agar pembentukan vitamin D menjadi lebih efektif. Namun, apabila Anda tidak merasa nyaman harus berjemur pada jam-jam tersebut, boleh saja berjemur dilakukan pada saat sebelum dan sesudah rentang waktu tersebut tapi dengan durasi yang lebih lama – sekitar 15–25 menit. Pada saat berjemur, pastikan wajah, lengan, dan tangan Anda terpapar matahari. Namun janganlah lupa, sebelumnya wajib oleskan krim tabir surya dulu ya. Lakukan kegiatan ini setidaknya tiga kali seminggu. 

dr. Raissa Edwina Djuanda, M.Gizi, Sp.GK

Spesialis Gizi Klinik
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Minggu, 29 Mar 2020

Kolesterol Naik, Apa yang Harus Dilakukan?

Read More
Health Articles Senin, 26 Mar 2018

Terapi Operasi pada Katarak

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor