Close
Close Language Selection
Health Articles

Jaga Kesehatan Ginjal si Kecil

Sabtu, 30 Mei 2020
Jaga Kesehatan Ginjal si Kecil

Penyakit ginjal kronik biasanya dialami oleh orang dewasa, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada si kecil. Simak tujuh langkah untuk menjaga kesehatan ginjal si kecil hingga lanjut usia.

Anda sebagai orangtua memiliki peran penting mencegah penyakit ginjal kronik pada anak karena ginjal adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting untuk berfungsi membuang sisa metabolisme, racun, maupun garam dari dalam tubuh. Apabila ginjal rusak dan terjadi komplikasi, si kecil akan mengalami beberapa dampak, seperti anemia, gangguan elektrolit, sampai malnutrisi. Bahkan, kondisi ginjal yang kurang baik dapat membuat si kecil harus menjalani hemodialisis/cuci darah tiga kali dalam seminggu, ditambah dengan terapi obat-obatan. 

Lebih lanjut, menurut penelitian Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, penyakit ginjal kronik pada anak dapat mempengaruhi kualitas hidup anak, baik secara fisik, sosial, emosi, dan prestasi belajarnya di sekolah. Maka itu, menjaga kesehatan ginjal si kecil sedari dini sangat penting. Ada tujuh langkah yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal di kecil sejak dini:

1.    Diet sehat dan seimbang
Anda perlu menjaga anak tetap fit, aktif, dengan mengonsumsi pola makan sehat dan seimbang agar anak tidak mengalami gizi lebih ataupun obesitas yang dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi) dan risiko diabetes. Hipertensi dan diabetes merupakan dua penyebab utama penyakit ginjal kronik (PGK) pada usia dewasa. 

Konsumsi pola makan yang sehat dan seimbang terdiri atas:
•    Karbohidrat kompleks dengan proporsi 50-60 persen
•    Lemak dengan proporsi 25-35 persen
•    Protein dengan proporsi sebesar 5-20 persen
•    Serat dengan proporsi 15-25 persen
•    Mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral

2.    Batasi konsumsi gula dan garam
Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan menjadi beban terhadap kerja ginjal yang akhirnya akan merusak ginjal. Gula juga membuat si kecil cepat kenyang dan tidak mau makan lagi. Akibatnya si kecil dapat mengalami kekurangan nutrisi. American Heart Association (AHA) merekomendasikan anak usia di bawah 2 tahun tidak mengonsumsi tambahan gula di dalam makanan atau minumannya. Pada anak usia 2-18 tahun, konsumsi gula sebaiknya tidak lebih dari 6 sendok teh (25 gram) per hari. 

Sementara asupan garam yang tinggi dapat memicu penyakit hipertensi di masa depan. Kadar natrium (garam) yang direkomendasikan adalah 120-1500 mg/hari yang setara dengan 1/8-1½ sendok teh garam dapur, dan rentang jumlah ini akan tergantung pada usia anak. Untuk bayi 6-12 bulan, Anda disarankan memberikan garam sesedikit mungkin asal anak mau makan.

3.    Jaga berat badan ideal
Berat badan ideal untuk setiap anak berbeda-beda. Idealnya, berat badan anak akan terus meningkat seiring dengan pertambahan tinggi badan anak. Si kecil yang berusia di bawah umur 5 tahun dapat dengan mudah dinilai berat badan idealnya dengan berdasarkan tabel yang dirancang oleh Kementerian Kesehatan (2016) seperti di bawah ini.

Tabel 1. Berat badan ideal untuk anak usia 1-5 tahun

Usia Anak Perempuan Anak Laki-Laki
1 tahun 7 – 11,5 kg 7,7 – 12 kg 
2 tahun 9 – 14,8 kg 9,7 – 15,3 kg
3 tahun 10,8 – 18,1 kg 11,3 – 18,3 kg
4 tahun 12,3 – 21,5 kg 12,7 – 21,2 kg
5 tahun 13,7 – 24,9 kg 14,1 – 24,2 kg

4.    Minum air putih dalam jumlah cukup
Studi di Australia menunjukkan anak usia 4-12 tahun yang mengonsumsi jus buah atau minuman manis sebanyak 500 mililiter atau lebih memiliki risiko kelebihan berat badan dua kali lipat dibandingkan anak-anak yang hanya mengonsumsi air putih. Konsumsi air putih dalam jumlah yang benar akan membantu darah mengalir bebas ke ginjal dan seluruh tubuh. Rekomendasi jumlah air minum yang diperlukan anak-anak selama satu hari dapat dilihat di bawah ini.

Tabel 2. Jumlah air minum yang direkomendasikan untuk anak

Usia Total air yang perlu dikonsumsi (L)/hari
0-6 bulan 0,7 L
7-12 bulan 0,8 L
1-3 tahun 1,3 L
4-8 tahun 1,7 L
Laki-laki  
9-13 tahun 2,4 L
14-18 tahun 3,3 L
Perempuan  
9-13 tahun 2,1 L
14-18 tahun 2,3 L

Jumlah air ini termasuk juga air yang terkandung dalam makanan dan minuman. Ketika si kecil memiliki aktivitas fisik tinggi (misalnya olahraga), di cuaca panas dan lembab, maka ia memerlukan jumlah minum yang lebih besar daripada kondisi normal. Demikian pula jika anak mengalami demam, diare, dan muntah, Anda perlu meningkatkan volume air minum anak untuk menghindari dehidrasi. 

5.    Olahraga secara rutin
Olahraga perlu dilakukan rutin sebanyak 4-5 kali per minggu dengan durasi 30-60 menit per hari. Olahraga secara teratur membuat badan si kecil sehat karena olahraga berguna untuk menguatkan tulang dan otot, serta mencegah penyakit jantung dan ginjal. 

6.    Batasi konsumsi obat dan suplemen  
Terlalu banyak mengonsumsi obat dan suplemen dapat berbahaya untuk fungsi ginjal si kecil. Sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak sebelum memberikan obat-obatan. American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa konsumsi suplemen atau multivitamin tidak diperlukan bagi anak-anak yang mendapatkan diet sehat dan seimbang. 

7.    Pemeriksaan rutin ke dokter
Pemeriksaan rutin berguna agar Anda mengetahui kondisi kesehatan tubuh anak dan mengenali sejak dini jika ada risiko penyakit ginjal. Pada keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi, anak memiliki risiko lebih besar untuk mengalami penyakit ginjal. 

Ginjal merupakan organ tubuh yang berperan sangat penting bagi kesehatan. Kebiasaan yang diterapkan sejak masa kanak-kanak dapat berpengaruh terhadap fungsi ginjal dalam jangka panjang, oleh sebab itu Anda dan keluarga perlu membiasakan si kecil menjalani pola hidup sehat sehari-hari.  

[Penulis kontributor: dr. Debora Roselita Karo Sekali]

dr. Cahyani Gita Ambarsari, Sp.A (K)

Spesialis Anak Konsultan Nefrologi Anak
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Kamis, 25 Nov 2021

Harapan Baru Memiliki Keturunan

Read More
Health Articles Rabu, 05 Des 2018

Berapa Langkah yang Anda Tempuh Hari Ini?

Read More
Health Articles Kamis, 21 Jul 2022

Dampak COVID-19 pada Sistem Pernapasan

Read More
Health Articles Senin, 20 Sep 2021

Gangguan Tidur dan Cara Mengatasinya

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor