Sirkumsisi/Sunat ke Dokter Apa?

Oleh Tim RS Pondok Indah

Selasa, 19 Mei 2026

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Sirkumsisi atau sunat harus dilakukan oleh dokter spesialis yang tepat, yakni dokter bedah umum untuk pria dewasa dan dokter bedah anak pada anak-anak dan bayi.

Sirkumsisi/Sunat ke Dokter Apa?

Sunat, yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah sirkumsisi, tidak hanya berkaitan dengan budaya dan ajaran agama, tetapi juga memiliki manfaat medis bagi laki-laki. Prosedur ini bermanfaat untuk menjaga kebersihan penis, mengurangi risiko infeksi saluran kemih, menurunkan risiko mengalami penyakit infeksi menular seksual. Selain itu, sunat juga bisa mengurangi munculnya risiko terjadinya gangguan pada bagian kepala penis dan kulup.


Kondisi Medis yang Memerlukan Sunat

Sunat merupakan sebuah pilihan bagi laki-laki dewasa yang tidak memiliki gangguan medis pada penisnya. Namun, sunat menjadi tindakan wajib jika anak laki-laki atau pria dewasa mengalami suatu kondisi medis, seperti berikut ini:


  • Fimosis, kondisi ketika kulup tidak bisa ditarik ke belakang dari kepala penis
  • Parafimosis, kondisi ketika kulup yang sudah ditarik ke belakang terjebak dan tidak bisa dikembalikan ke posisi semua
  • Balanitis, atau peradangan pada kulup penis yang terjadi secara berulang
  • Infeksi saluran kemih (ISK) berulang, yang menimbulkan rasa sakit dan tidak tuntas mengeluarkan urine saat BAK


Sunat ke Dokter Spesialis Apa?


1. Dokter Spesialis Bedah Umum (Untuk Pria Dewasa)

Sunat untuk orang dewasa disarankan untuk dilakukan oleh dokter spesialis bedah umum. Dokter dengan gelar Sp.B memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan pembedahan secara umum, termasuk membuang ujung penis (kulup) atau sunat. 


Konsultasikan dengan tim dokter spesialis bedah umum kami untuk penanganan lebih lanjut:

RS Pondok Indah - Pondok Indah

dr. Aditya Maulana Arrum, Msi. Med, Sp. B

dr. Ciputra Linardy, Sp.B

dr. Divara Syauta, Sp. B


RS Pondok Indah - Puri Indah

Dr. dr. Daniel Ardian Soeselo, Sp. B., M. Si.,Med.

dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B


RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

dr. Jisdan Bambang Yulianto, Sp. B

dr. Richard, M.Kes, Sp. B


2. Dokter Spesialis Bedah Anak (Untuk Bayi dan Anak-Anak)

Bagi bayi maupun anak laki-laki, terutama yang memiliki riwayat medis seperti fimosis, tindakan sunat atau sirkumsisi harus ditangani oleh Dokter Spesialis Bedah Anak. Dokter dengan gelar Sp.B.A memiliki pemahaman mendalam mengenai anatomi anak dan kompetensi khusus dalam menangani gangguan kesehatan yang memerlukan pembedahan pada usia dini.


Keunggulan melakukan sirkumsisi di usia dini diantaranya adalah, proses penyembuhan jaringan yang jauh lebih cepat (kurang dari 10 hari) dan risiko pendarahan yang lebih rendah, sehingga buah hati dapat segera kembali beraktivitas.


Konsultasikan dengan tim dokter spesialis bedah anak kami untuk penanganan lebih lanjut:

RS Pondok Indah - Pondok Indah

dr. Ahmad Yani, Sp. B, Subsp. Ped. (K)

dr. Karmile Sp. B.A


RS Pondok Indah - Puri Indah

dr. Cathline Freya Adhiwidjaja, Sp. B.A, Subsp. D.A. (K)


RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

dr. Yessi Eldiyani, Sp. B.A, Subsp. D.A. (K)



3. Dokter Spesialis Urologi Anak (Untuk Kasus Sirkumsisi Khusus)

Sirkumsisi pada anak memerlukan penanganan khusus dari Dokter Spesialis Urologi Anak, apabila anak didiagnosis memiliki kelainan anatomi bawaan pada saluran kemih atau alat reproduksi. Kondisi ini meliputi hipospadia (posisi lubang kencing tidak berada di ujung penis), chordee (penis bengkok), buried penis (penis tenggelam), atau riwayat infeksi saluran kemih yang berat.


Pada kasus seperti hipospadia, sirkumsisi rutin tidak boleh dilakukan karena jaringan kulup akan digunakan oleh dokter urologi anak untuk rekonstruksi saluran kemih anak.


Konsultasikan dengan tim dokter spesialis urologi anak kami untuk penanganan lebih lanjut:

RS Pondok Indah - Pondok Indah

dr. Arry Rodjani, Sp. U, Subsp. Ped. (K)

dr. Hilman Hadiansyah, Sp. U



RS Pondok Indah - Puri Indah

dr. Andre Yudha A. Hutahaean, Sp. U. (K)


Pemilihan dokter spesialis yang tepat untuk menangani sunat, baik disertai dengan kondisi medis tertentu atau tidak, sangat penting agar hasilnya lebih optimal. Jadi, bila Anda ingin melakukan sunat atau mengajak buah hati melakukan sunat, segera kunjungi RS Pondok Indah cabang terdekat untuk menentukan dokter spesialis yang tepat.


Dokter spesialis di RS Pondok Indah sudah berpengalaman dan akan memberikan pelayanan medis terbaik dengan dukungan fasilitas medis terkini. Dengan demikian, hasil penanganan akan lebih optimal dalam meningkatkan kesehatan Anda dan orang terkasih.




Referensi:

  1. Iacob SI, Feinn RS, et al,. Systematic review of complications arising from male circumcision. BJUI compass. 2022. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8988744/). Diakses pada 3 Juni 2025.
  2. Siroosbakht S, Rezakhaniha B. A comprehensive comparison of the early and late complications of surgical circumcision in neonates and children: A cohort study. Health Science Reports. 2022. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9679242/). Diakses pada 3 Juni 2025.
  3. Cleveland Clinic. Phimosis. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22065-phimosis). Direvisi terakhir 29 Mei 2024. Diakses pada 3 Juni 2025.
  4. Cleveland Clinic. Paraphimosis. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22244-paraphimosis). Direvisi terakhir 19 Maret 2025. Diakses pada 3 Juni 2025.
  5. Cleveland Clinic. Posthitis. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24159-posthitis). Direvisi terakhir 1 September 2022. Diakses pada 3 Juni 2025.
  6. Mayo Clinic. Circumcision (male). (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/circumcision/about/pac-20393550). Direvisi terakhir 20 April 2024. Diakses pada 3 Juni 2025.