Hindari Nyeri Wasir Tanpa Khawatir dengan Terapi Laser

Wednesday, 12 June 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Operasi laser wasir atau ambeien merupakan teknik bedah invasif minimal untuk mengempiskan wasir. Prosedur ini mampu mengontrol wasir dengan sangat baik.

Hindari Nyeri Wasir Tanpa Khawatir dengan Terapi Laser

Wasir yang menimbulkan keluhan dapat diatasi dengan terapi laser, yang merupakan teknologi terkini dengan minim rasa sakit dan proses yang cepat.


Apa Itu Wasir?

Wasir, atau ambeien, merupakan pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di anus. Pada umumnya, kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit, gatal parah, dan kesulitan duduk.


Menurut data kementerian Kesehatan tahun 2008, sekitar 10 juta orang di Indonesia mengeluhkan kondisi yang memiliki istilah medis hemoroid ini. Jumlah penderitanya bahkan diyakini sudah lebih banyak lagi saat ini.


Wasir dapat terjadi pada siapa saja, tetapi kondisi ini lebih berpotensi menyerang pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas dan ibu hamil.


Penyebab Wasir

Beberapa faktor yang memegang peran penting sebagai penyebab ambeien atau wasir, antara lain:


  • Keturunan
  • Proses penuaan, terutama setelah berusia lebih dari 45 tahun
  • Peningkatan tekanan dalam rongga perut, termasuk karena kehamilan
  • Kurang asupan makanan berserat
  • Kurang minum air
  • Mengejan terlalu keras saat buang air besar, terlebih konstipasi kronis
  • Pola buang air besar yang salah, termasuk terlalu lama duduk dan mengejan saat buang air
  • Kurang aktif bergerak atau tidak rutin berolahraga
  • Sering mengangkat beban berat


Baca juga: Anuskopi pada Penderita Wasir, Perlukah?


Gejala Wasir atau Ambeien

Umumnya wasir tidak menimbulkan keluhan. Namun, kondisi ini juga bisa menimbulkan keluhan yang biasanya ringan dan bisa hilang dengan sendirinya. Beberapa gejala wasir atau ambeien yang sering dikeluhkan adalah sebagai berikut ini:


  1. BAB berdarah
  2. Tetesan darah berwarna merah terang (darah segar) setelah buang air besar
  3. Benjolan menjuntai dari dalam anus yang biasanya dapat dimasukkan kembali setelah buang air besar
  4. Mengalami gatal-gatal, nyeri, kemerahan, hingga bengkak di sekitar anus



Klarifikasi Wasir

Berdasarkan lokasi benjolannya, wasir dibedakan menjadi wasir internal dan wasir eksternal. Penentuan jenis wasir dilakukan dengan pemeriksaan fisik dari luar, colok dubur, serta proktoskopi atau pemeriksaan menggunakan alat seperti pipa kecil berlubang dengan lampu dan kamera pada ujungnya yang kemudian dimasukkan ke anus.


Berikut ini adalah klasifikasi wasir beserta penjelasan singkatnya:


1. Hemoroid Internal

Wasir yang terjadi karena adanya pembengkakan pembuluh darah di dalam rektum dan anus. Berdasarkan keparahannya, jenis hemoroid ini bisa digolongkan menjadi 4 derajat, sebagai berikut:


  • Tingkat satu: pembengkakan kecil di dalam dinding anus dan tidak menonjol maupun terlihat dari luar anus.
  • Tingkat dua: pembengkakan lebih besar yang keluar dari anus saat buang air besar, tetapi akan kembali masuk dengan sendirinya setelah selesai BAB.
  • Tingkat tiga: beberapa benjolan kecil atau satu benjolan yang lebih besar, hingga menonjol dari dalam anus, tetapi masih bisa masuk ke dalam anus dengan dorongan jari.
  • Tingkat empat: benjolan besar yang menggantung dari anus dan tidak bisa masuk meskipun sudah didorong.


2. Hemoroid Eksternal

Wasir eksternal yang muncul di dekat lubang anus ini terjadi karena pembengkakan pembuluh darah di luar anus. Jenis wasir ini bisa menimbulkan benjolan yang terlihat dari luar dan teraba sangat keras serta terasa gatal, bahkan menyakitkan.


Baca juga: Minimkan Nyeri Hemoroid dengan Laser


Mengobati Wasir: Penanganan Medis

Wasir tidak selalu langsung memerlukan tindakan medis, termasuk operasi. Bila wasir tidak terlalu parah, dokter akan menyarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, dengan:


  • Pastikan cukup minum air putih, sekitar 6-8 gelas/hari, sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk mencegah wasir
  • Perbanyak konsumsi serat, baik dari sayur maupun buah
  • Aktif bergerak dan mulai rutin berolahraga 


Dokter juga akan meresepkan beberapa obat untuk mengurangi keluhan, seperti:


  • Obat anti nyeri
  • Obat pencahar untuk mengatasi sembelit
  • Salep, krim maupun suppositoria, untuk mengurangi iritasi
  • Obat antibiotik bila terjadi infeksi


Namun, 10% dari penderita wasir tetap memerlukan operasi untuk mengatasi kondisinya, terlebih mereka yang menderita wasir derajat tiga dan empat atau yang tidak membaik dengan perubahan pola hidup maupun obat-obatan. Beberapa teknik pembedahan yang dilakukan oleh dokter akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Berikut ini adalah beberapa teknik operasi yang bisa dilakukan:


  • Hemorrhoidectomy konvensional
  • Bipolar electrocoagulation
  • Rubber band ligation
  • Spaler
  • Biological Electrical Impendance Auto-Measurement (BEIM)
  • Laser Hemorrhoidoplatsty (LHP)   


Baca juga: Terapi Laser pada Hemoroid



Terapi Laser Sebagai Pilihan Penanganan Wasir

Terapi laser, atau LHP, merupakan teknik bedah invasif minimal (tanpa sayatan) untuk mengempiskan wasir menggunakan laser diode. Prosedur ini memberikan hasil yang sangat memuaskan dalam mengontrol gejala wasir, dengan keluhan nyeri yang sangat minimal.


Agar lebih nyaman, dokter akan melakukan tindakan laser dalam kondisi Anda terbius total dan ditambah dengan bius lokal di sekitar anus. Setelah obat bius bekerja, dokter akan memasukkan alat pemancar laser fiber ke dalam anus. Laser ini dapat mengempiskan wasir hingga 40-60%. 


Prosedur laser untuk menangani wasir memerlukan waktu selama 30 menit. Setelah tindakan laser, pasien bisa mengalami sedikit pendarahan dan anusnya mengeluarkan cairan selama 2-3 minggu. Anda tidak perlu khawatir, karena kondisi ini merupakan reaksi normal yang merupakan bagian dari proses penyembuhan. Wasir akan mengecil dengan sempurna dalam waktu 4-8 minggu setelah tindakan laser dilakukan. 


Bila dibanding dengan prosedur lain, LHP tidak menyentuh daerah mukosa dan merekonstruksi anatomi secara natural. Selain itu, lama rawat pasien setelah tindakan LHP juga lebih singkat, yakni hanya sehari, karena tindakan ini minim rasa sakit. Setelah keluar dari rumah sakit pun, pasien bisa langsung beraktivitas seperti biasa.


Jadi, konsultasikan keluhan terkait wasir dengan dokter spesialis bedah umum di RS Pondok Indah untuk mendapatkan saran penanganan yang sesuai. RS Pondok Indah telah dilengkapi dengan fasilitas medis menggunakan teknologi terkini, serta kemampuan dokter spesialis yang sudah tidak perlu diragukan. Kedua komponen penting ini akan memberikan hasil penanganan yang optimal.