Apakah Kanker Serviks Bisa Disembuhkan?

Wednesday, 12 June 2024

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Kanker serviks dapat disembuhkan pada diagnosis tahap awal. Pada tahap lanjut, kesembuhan lebih sulit, namun masih mungkin untuk memperpanjang harapan hidup.

Apakah Kanker Serviks Bisa Disembuhkan?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat tiap tahun sekitar 15 ribu kasus kanker serviks (leher rahim) ditemukan di Indonesia. Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus kanker serviks tertinggi di dunia.


Sesuai dengan namanya, kanker rahim menyerang dan menggerogoti kesehatan wanita terutama pada bagian organ kewanitaannya. Tepatnya, di bagian leher rahim yang terletak di antara kemaluan wanita dan rahim.


Kanker yang satu ini secara umum disebabkan oleh infeksi virus bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang menginfeksi organ kewanitaan. HPV sebenarnya memiliki banyak sub-tipe, seperti 1, 2, 3, dan lainnya. Tetapi, yang menyebabkan kanker serviks adalah sekelompok kanker sub-tipe 16-18.


Pemeriksaan Dini

Ada banyak cara penularan atau perpindahan virus ini. Salah satunya melalui perilaku seks berisiko. Kabar baiknya, kanker serviks ini bisa dicegah. Cara mudah yang bisa dilakukan adalah dengan pemeriksaan dini dan vaksin.


Pemeriksaan dini bisa dilakukan dengan papsmear dan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) untuk menemukan pra-kanker. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan mengetahui ada-tidaknya sel kanker.


Jika ditemukan adanya sel kanker, dokter akan melihat apakah masih pra-kanker atau sudah menjadi kanker.


Prinsipnya, bila diketahui dan dicegah sejak dini, seseorang yang menderita kanker serviks dapat sembuh. Untuk kasus kanker serviks, perjalanan sejak masa pra-kanker hingga menjadi kanker membutuhkan waktu sekitar 20 tahun.


Dalam masa itu, bila sudah diketahui sejak dini, dan dilakukan pengobatan, pasien dipastikan akan sembuh.


Karena itu, penting bagi setiap wanita untuk melakukan pemeriksaan dan vaksin. Pemerintah saat ini sedang gencar melakukan edukasi dan sosialiasasi tentang vaksin dan tindakan papsmear sebagai deteksi dini.


Di negara-negara maju yang telah mewajibkan vaksin dan pemeriksaan dini, bisa dipastikan sudah tidak ada kasus kanker serviks.


Baca juga: ThinPrep, Deteksi Dini Kanker Serviks Lebih Akurat



Metode Pengobatan

Setiap wanita harus mulai waspada bila mengalami pendarahan, keputihan yang tidak normal, dan rasa sakit di bagian bawah. Untuk memastikan, bisa dibuktikan dengan pemeriksaan papsmear.


Jika dokter mencurigai adanya kanker, biopsi menjadi tindakan selanjutnya yang akan dilakukan. Pemeriksaan biopsi memberitahukan tingkat kondisi kanker. Jika masih dalam stadium 1-2, akan dilakukan operasi.


Jika sudah di tingkat advance, 2A dan 2B, perlu dilakukan radiasi. Saat ini, seluruh proses pemeriksaan, perawatan, dan operasi bisa dilakukan di RS Pondok Indah Group. 


Pengobatan kanker serviks dapat dilakukan dengan terapi mutakhir, dengan kombinasi operasi, radiasi, dan imunoterapi. Imunoterapi adalah upaya untuk membuat tubuh memperbaiki sel-sel kanker agar tidak berkembang lagi.


Baca juga: Menjaga Kesehatan Kewanitaan



Apakah Kanker Serviks Bisa Disembuhkan?

Ya, kanker serviks dapat disembuhkan, terutama jika didiagnosis pada tahap awal. Deteksi dini sangat penting dalam mengatasi kanker serviks. Tes PAP smear secara teratur dapat membantu mendeteksi perubahan pada sel-sel serviks sebelum menjadi kanker.


Jika kanker serviks didiagnosis pada tahap awal, berbagai opsi pengobatan seperti pembedahan, radioterapi, kemoterapi, atau terapi targetted dapat digunakan untuk mengobatinya. Pengobatan yang tepat akan disesuaikan dengan stadium kanker dan kebutuhan individu pasien.


Meskipun pengobatan bisa menjadi tantangan, namun dengan dukungan medis dan perawatan yang tepat, banyak orang yang berhasil sembuh dari kanker serviks.


Namun, jika kanker serviks didiagnosis pada tahap lanjut, kesembuhan mungkin lebih sulit, tetapi masih mungkin untuk mengendalikan gejala, memperpanjang harapan hidup, dan meningkatkan kualitas hidup.


Pada tahap lanjut, fokus pengobatan biasanya akan lebih pada mengelola gejala dan menjaga kualitas hidup pasien. Meskipun pengobatan untuk kanker serviks dapat memiliki efek samping dan dampak jangka panjang, namun dengan perawatan yang tepat dan dukungan yang adekuat, banyak pasien dapat menjalani hidup yang produktif dan bahagia setelah mengalami kanker serviks.


Maka dari itu, deteksi dini dan penanganan yang cepat sangat penting dalam upaya menyembuhkan kanker serviks.


Yang perlu diingat, sel-sel kanker bersifat menyebar. Sehingga, meski telah melalui proses perawatan dan pengobatan, tidak bisa dikatakan bahwa pasien telah benar-benar sembuh. Pasien harus terus memeriksakan diri sampai benar-benar bersih dari sel kanker. 


Demi terhindar dari risiko kanker serviks, para wanita harus menyingkirkan rasa ragu, malu, dan takut untuk mendatangi dokter guna melakukan pemeriksaan dini. Semakin awal diketahui, tingkat kesembuhan bisa mencapai 100 persen. Jangan menunggu sampai terlambat.