Close
Close Language Selection
Health Articles

Tangan Nyeri atau Kesemutan Tiba-tiba, Kenapa ya?

Jumat, 05 Mar 2021
Tangan Nyeri atau Kesemutan Tiba-tiba, Kenapa ya?

Tangan dan jari-jari merupakan salah satu organ tubuh yang paling sering kita gunakan. Maka, ketika ada gangguan atau kondisi tertentu seperti nyeri atau kesemutan, tentu akan membuat Anda tidak nyaman dalam beraktivitas. Yuk, cari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Nyeri yang disertai dengan rasa kesemutan dan kebas pada tangan merupakan hal yang sering dijumpai. Penyebab paling sering terjadi karena terjepitnya saraf yang mengakibatkan gangguan fungsi pada saraf (neuropati). Diagnosis paling sering adalah sindroma terowongan carpal/carpal tunnel syndrome (CTS). Namun CTS bukanlah satu-satunya penyebab dari gejala tersebut.

Ada tiga saraf utama pada tangan yang berfungsi sebagai penggerak (motorik) dan sensasi rasa (sensorik) yang berjalan dari leher sampai ke ujung jari yaitu saraf medianus, ulnaris, dan radialis.

  
Assh.org

Gejala yang dirasakan tergantung pada saraf mana yang terdampak dan lokasi gangguan yang terjadi sepanjang jalannya saraf tersebut, mulai dari leher hingga jari. Berikut ini adalah gambar yang menunjukkan area terjadinya kesemutan dan baal di telapak tangan hingga jari:

 
Assh.org

Penyebab gangguan tersebut dapat diakibatkan oleh:

a. Compression neuropathy (saraf terjepit)
Compression neuropathy merupakan gejala jepitan pada saraf yang terjadi pada titik tertentu sepanjang jalannya saraf tersebut. Selain rasa kesemutan, kebas, dan nyeri, compression neuropathy dapat menyebabkan kelemahan otot pada saraf yang mengalami gangguan tersebut. 

Beberapa faktor penyebab compression neuropathy:

  • Cedera. Terjadi pembengkakan dan perdarahan di sekitar jaringan yang cedera sehingga menyebabkan kompresi saraf (saraf terjepit). Selain itu, jika terjadi patah tulang, fragmen patahan tulang tersebut juga dapat mengakibatkan kompresi dan cedera pada saraf. 
  • Penebalan dari struktur di sekitar saraf seperti tendon (struktur yang menghubungkan antara otot dan tulang agar anggota tubuh dapat bergerak), ligamen (struktur yang menghubungkan tulang dengan tulang agar stabil), dan fasia (struktur jaringan ikat pembungkus organ tubuh)
  • Adanya jaringan tumor
  • Posisi tubuh tertentu, misalnya pada saat kerja, tidur, dan mengendarai kendaraan, yang menyebabkan saraf berada dalam posisi rentan untuk mengalami gangguan

Saraf terjepit dapat terjadi di sepanjang saraf tersebut mulai dari leher hingga jari. Berdasarkan lokasi terjadinya jepitan saraf, berikut ini beberapa penyebab/diagnosis yang sering ditemukan:

  • Carpal tunnel syndrome (CTS), merupakan lokasi kompresi saraf paling sering yang mengenai saraf medianus, terjadi pada terowongan carpal yang terletak di pergelangan tangan. Gejalanya adalah rasa nyeri pada tangan disertai kesemutan dan baal pada jempol, telunjuk, dan jari tengah. Pada kasus yang berat dapat disertai kelemahan pada otot-otot ibu jari.
  • Radikulopati servikal, merupakan gangguan saraf yang diakibatkan oleh kompresi akar saraf di leher. Hal ini dapat diakibatkan oleh penyempitan tulang belakang di leher, peradangan sendi (arthritis) pada tulang leher, infeksi, tumor, kelainan pembuluh darah, dan beberapa kelainan saraf tulang belakang lain. Gejalanya dapat menyerupai kompresi pada ketiga saraf tersebut.
  • Cubital tunnel syndrome, gangguan ini merupakan kompresi pada saraf ulnaris pada sisi bagian dalam siku. Gejalanya meliputi rasa kesemutan dan kebas pada jari manis dan kelingking, terkadang disertai kelemahan pada kekuatan genggaman jari kelingking dan jari manis. 
  • Guyon canal syndrome, mirip dengan CTS, kompresi ini terjadi pada pergelangan tangan, namun mengenai saraf ulnaris. Gejalanya mirip dengan cubital tunnel syndrome. Guyon canal syndrome ini sering dijumpai pada para pesepeda akibat pergelangan tangan yang tertekan handle bar, sehingga disebut juga dengan cyclist’s palsy

b. Neuropati perifer
Neuropati perifer merupakan gangguan saraf perifer (saraf tepi) yang diakibatkan karena penyakit penyerta (diabetes), penyakit degeneratif, konsumsi alkohol berlebih, dan keracunan akibat bahan toksik industri. Beberapa penyebab lainya:

  • Kekurangan nutrisi seperti vitamin B1, B6, B12
  • Multiple sclerosis
  • Stroke
  • Kelainan pada otak dan saraf tulang belakang

Hal yang paling penting dalam tatalaksana gejala gangguan saraf ini adalah menentukan lokasi dan penyebab gangguan tersebut melalui pemeriksaan klinis, radiologis, dan penunjang lain seperti pemeriksaan hantar saraf (electromyography/EMG dan nerve conduction study/NCS). Pemeriksaan radiologis seperti X-Ray, CT Scan, dan MRI dilakukan sesuai indikasi yang diperlukan saat pemeriksaan klinis, sehingga tidak selalu dibutuhkan.

Cara mengatasi gangguan
Tatalaksana spesifik dapat dibuat setelah dokter menentukan diagnosis. Nyeri merupakan peringatan/alarm tubuh yang menunjukkan bahwa ada kemungkinan masalah pada bagian tubuh yang mengalami nyeri. Sangat penting untuk mengetahui penyebab dari nyeri tersebut melalui diagnosis yang tepat sehingga kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada bagian tubuh yang mengalami nyeri tersebut dan mengetahui prognosis (prediksi perjalanan penyakit) dari penyakit yang kita alami. Jika rasa nyeri dan kesemutan timbul setelah kita melakukan aktivitas baru, peningkatan intensitas, dan atau frekuensi dari aktivitas yang sebelumnya sudah rutin dilakukan, keluhan biasanya akan menghilang setelah ada pengurangan aktivitas tersebut.  Penggunaan brace pada pergelangan tangan atau siku seringkali dapat memperbaiki gejala. Beberapa jenis neuropati kompresif dapat membaik dengan injeksi kortikosteroid. 

Apabila terapi non-operatif tidak berhasil, tindakan operatif berupa dekompresi saraf dapat menjadi pertimbangan penanganan apalagi jika gangguan saraf tergolong berat. Perbaikan gejala setelah tindakan operatif akan bergantung pada berapa lama kompresi saraf sudah berlangsung, seberapa parah kompresi, dan beberapa faktor lain yang ada pada diri pasien. Beberapa keluhan dan gejala dapat disembuhkan, namun pada beberapa kasus lainnya, tidak semua kebas dan kesemutan dapat hilang dengan tindakan tersebut. Untuk menghindari kemungkinan gejala kesemutan, kebas, dan kelemahan otot permanen, disarankan untuk segera memeriksakan ke dokter untuk menentukan diagnosis. 

Tips agar terhindar dari gangguan
Banyak hal yang dapat menyebabkan kompresi pada saraf. Ada hal yang dapat dihindari dan tidak dapat dihindari karena memang diakibatkan oleh kondisi atau penyakit lain.

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dihindari agar saraf tidak terjepit:

  • Pada saat bekerja
    Apabila Anda banyak berada di balik meja dan menggunakan laptop/komputer, pastikan untuk menempatkan tangan pada posisi yang ergonomis dan beristirahat, juga melakukan peregangan setiap 30 menit. Apabila Anda bekerja dengan menggunakan alat yang menyebabkan vibrasi, pastikan untuk menggunakan bantalan pada tangan untuk meredam getaran dan beristirahat setiap 15-30 menit
  • Pada saat mengendarai kendaraan
    Gejala neuropati kompresif sering terjadi pada pengguna sepeda motor karena posisi tangan yang memegang setang dan getaran dari jalanan. Apalagi jika Anda berkendara dalam waktu yang lama. Pastikan Anda secara rutin memeriksa kondisi kendaraan terutama ban dan shock breaker untuk meminimalkan risiko tangan Anda terdampak oleh getaran. 
  • Pada saat berolahraga
    Pastikan untuk melakukan gerakan dengan posisi yang benar. Gejala kompresi saraf pada saat berolahraga seringkali tidak langsung terasa, kecuali saat terjadi cedera akut. Seringkali gejala baru muncul dalam jangka waktu beberapa bulan bahkan tahun akibat cedera berulang dan kronis yang diakibatkan posisi/form yang kurang benar.

Banyak penyebab terjadinya tangan kesemutan atau nyeri tiba-tiba. Mengetahui gejala, penyebab, dan diagnosis sedini mungkin tanpa membiarkan gejala berlarut-larut akan sangat membantu proses pemulihan Anda.

dr. Oryza Satria, Sp.OT (K)

Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Hand & Microsurgery
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Jumat, 01 Okt 2021

Katakan Tidak untuk Dehidrasi pada Anak!

Read More
Health Articles Sabtu, 19 Agu 2017

Tips Menjaga Kesehatan Punggung

Read More
Health Articles Jumat, 02 Jul 2021

Agar Produksi ASI Lancar dan Optimal

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor